http://www.detiknews.com/read/2011/04/10/114731/1612756/10/menegangkan-apara
t-ri-arahkan-senjata-ke-heli-aparat-malaysia?991101mainnews
Minggu, 10/04/2011 11:47 WIB
Menegangkan! Aparat RI Arahkan Senjata ke Heli Aparat Malaysia
Nurul Hidayati - detikNews
Jakarta - Drama menegangkan
terjadi antara aparat penjaga laut Indonesia dan Malaysia setelah aparat
Indonesia menangkap dua kapal nelayan negeri jiran. Namun karena Malaysia
'menahan diri' alhasil hal yang tidak diinginkan bisa
dihindari.
Peristiwa ini terjadi pada Sabtu kemarin dan dilansir
The Star edisi Minggu (10/4/2011). Malaysia bersikeras menyebut nelayan
itu berada di perairan negeri tersebut, tidak melanggar
batas.
Kementerian Pertahanan Malaysia menuturkan, perahu nelayan itu
berada sekitar 25 mil laut dari perbatasan Malaysia-Indonesia ketika mereka
ditangkap oleh aparat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Indonesia
yang
sedang berpatroli.
"Begitu mendapatkan laporan (penangkapan itu), empat
helikopter Angkatan Laut Kerajaan Malaysia dan Badan Penegakan Maritim
Malaysia
(APMM) dikirim ke laut untuk mencari perahu nelayan itu," tulis Kementerian
Pertahanan (Kemhan) Malaysia dalam statemennya.
Dua perahu nelayan dari
Hutan Melintang di Perak kemudian terlihat bergerak menuju perbatasan,
dikawal
oleh kapal otoritas maritim Indonesia.
"Aparat APMM menggunakan pengeras
suara mengintruksikan otoritas Indonesia untuk melepaskan perahu-perahu
itu karena mereka masih berada di perairan Malaysia, namun perintah itu
diabaikan," ujarnya.
"Aparat Indonesia dari atas perahu mengarahkan
senjatanya ke heli-heli ketika mereka (heli-heli, red) berusaha
mencegah mereka (aparat Indonesia) melewati perbatasan,"
sambungnya.
Otoritas Malaysia tidak melakukan tindakan lebih lanjut
terhadap perahu aparat Indonesia untuk menghindari kejadian yang tidak
diinginkan. Perahu nelayan Malaysia itu dibawa melintasi perbatasan sekitar
pukul 15.50.
"Pemerintah akan menangani kasus ini lewat jalur diplomatik
untuk menghindari ketegangan antara kedua negara," ujar Kemhan.
Sementara
itu di George Town, Penang, Bernama melaporkan bahwa aparat APMM telah
menahan 4 nelayan Indonesia di dekat Pulau Kendi, Sabtu pagi. Keempatnya
berusia
antara 16 dan 19 tahun, ditangkap sekitar pukul 3 dinihari.
"Pengecekan
menunjukkan perahu itu berasal dari Belawan dan tidak ada satu pun dari
mereka
memiliki dokumen perjalanan yang valid," ujar Komandan Penegakan Maritim
Penang,
Robert Teh Geok Chuan.
Dia
menuturkan, keempatnya ditahan berdasar UU Perikanan karena memasuki
perairan
Malaysia untuk menangkap ikan secara ilegal. Mereka juga dijerat dengan UU
Imigrasi karena tidak memiliki identitas valid dan surat
perjalanan. (nrl/nvt)
------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/kisunda/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/