--- On Sun, 17/4/11, thowik anwary <[email protected]> wrote:
--- On Sat, 16/4/11, Billy Joseph <[email protected]> wrote:


Teman-teman saya dapatkan dialog ini dari FB-nya Mas Hanung Bramantyo, semoga 
bermanfaat ya...Trims

DIALOG TERBUKA ATAS FILM 'TANDA TANYA'

by Hanung Bramantyo Anugroho on Friday, 15 April 2011 at 11:33


Dialog ini saya kutip dari inbox massage di Facebook saya tanpa adanya 
penambahan dan pengurangan. Kecuali jawaban atas pertanyaan tersebut saya edit 
dan sesuaikan.
 Awalnya massage ini tidak saya hiraukan, karena saya merasa orang tersebut 
salah dalam menafsir film saya. Tapi kemudian saya mempertibangkan 
baik-buruknya karena menyangkut pandangan miring atas film saya dan pribadi 
saya terhadap Islam.  Saya sengaja mencantumkan inisial BH kepada orang 
tersebut demi menghargai beliau. Semoga dialog ini bermanfaat ….
 
1.    BH : Film "?" yang anda sutradarai penuh dengan fitnah, kebencian dan 
merendahkan martabat Islam dan umat Islam. Film anda penuh dengan ajaran sesat 
pluralisme yang menjadi saudara kandung atheisme dan kemusyrikan. 

 
HB: Terima kasih sudah menyaksikan film saya sekaligus melakukan kritik atas 
film tersebut. Saya sangat menghargai pandangan anda. Sebagai sebuah tafsir 
atas 'teks' saya anggap pendapat anda syah. Sayangnya, anda tidak memberikan 
kemerdekaan bagi tafsir yang berbeda. Anda sudah terlanjur melakukan judgment 
berdasarkan 'teks' yg anda baca dan tafsirkan.
 
2.    BH: ketika pembukaan sudah menampilkan adegan penusukan terhadap pendeta, 
kemudian bagian akhir pengeboman terhadap Gereja. Jelas secara tersirat dan 
tersurat, anda menuduh pelakunya orang yang beragama Islam dan umat Islam 
identik dengan kekerasan dan teroris.  Jelaskan!

 
HB: A. Tafsir anda mengatakan bahwa adegan kekerasan: penusukan pastur dan 
pengeboman dilakukan oleh orang Islam. Padahal sama sekali dalam dua adegan 
tersebut saya tidak menampilkan orang Islam (setidaknya orang berbaju 
putih-putih, bersorban atau berkopyah). Di adegan penusukan pastur, saya 
menampilkan seorang lelaki berjaket coklat memegang pisau dan seorang 
pengendara motor. Kalau itu ditafsir orang Islam, itu semata-mata tafsir anda.
B. Di awal Film saya justru menampilkan sekelompok remaja masjid (bukan orang 
tua) yang melakukan perawatan atas masjid. Bukankah dalam hadist dianjurkan 
seorang pemuda menghabiskan waktunya untuk mengelola dan merawat masjid?  Jadi 
tidak ada pesan tersurat apapun yang manyatakan bahwa pelaku penusukan dan 
pengeboman adalah orang islam.
 
3.    BH: Anda mendukung seorang menjadi Murtad. Menjadi murtad yang dilakukan 
oleh Endhita (Rika) adalah suatu pilihan hidup. Kalau semula kedua orangtua dan 
anaknya menentangnya, akhirnya mereka setuju. Padahal dalam Islam murtad adalah 
suatu perkara yang besar dimana hukumannya adalah qishash (hukuman mati), sama 
dengan zina yang dirajam. 
 
HB: Bahwa tafsir Rika murtad karena sakit hati dengan suaminya yang mengajak 
poligami saya benarkan. Tapi bukan berarti 'teks' tersebut mendukung 
pemurtadan. Sejak awal keputusan Rika sudah ditentang oleh Surya, anaknya dan 
orang tuanya. Bagian mana yang menyatakan dukungan? Saya akan menjelaskan 
berdasarkan shot-shot dalam filmnya:
PERTAMA, Coba perhatikan shotnya: Surya berdialog dengan Rika: Kamu menghianati 
2 hal sekaligus: perkawinan dan Allah! kalau toh disitu Surya diam saja ketika 
Rika menyanggahnya, bukan berarti Surya mendukungnya. Tapi sikap menghargai 
pilihan Rika. Hal itu tertera dalam surat Al Hajj ayat 7 : ‘Sesungguhnya orang 
yang beriman, kaum Nasrani, Shaabi-iin, Majusi dan orang Musyrik, Allah akan 
memberikan keputusan diantara mereka pada hari Kiamat. Sesungguhnya Allah 
menyaksikan segala sesuatu’
Sikap Surya juga merupakan cerminan dari firman Allah : ‘Engkau (Muhammad) 
tidak diutus dengan mandat memaksa mereka beragama, tapi mengutus engkau untuk 
MEMBERI KABAR GEMBIRA yang orang mengakui kebenaran Islam dan kabar buruk dan 
ancaman bagi yang mengingkarinya.’
KEDUA, Abi, anak Rika, juga tidak mendukung sikap Rika ‘yang Berubah’. Abi 
protes dengan ibunya dengan cara enggan bicara. Bahkan hanya sekedar minum susu 
dikala pagi saja Abi tidak mau menghabiskan di depan ibunya. Demikian halnya 
Abi juga tidak mau makan sarapan yang disajikan ibunya. Itu adalah sikap protes 
dia kepada sang Ibu yang murtad. Jika toh Abi kemudian bersikap seperti Surya, 
bukan berarti abi mendukungnya.  Tapi sikap ,menghargai pilihan. Lihat dialog 
Abi saat bersama Rika: … Kata Pak Ustadz, orang islam gak boleh marah lebih 
dari tiga hari.  Apakah dialog tersebut diartikan mendukung kemurtadan? 
Bukankah makna dari dialog tersebut adalah mencerminkan sikap orang muslim yang 
murah hati: Pemaaf dan bijaksana (jika marah tidak boleh lebih dari tiga hari). 
KETIGA: Orang tua Rika juga menyatakan penolakan pada saat Rika menelphone 
Ibunya: … Bu, Rika sudah dibaptis. Mulai hari ini nama depan Rika Tereshia. 
Lalu si Ibu menutup telephonenya.  Bagian mana yang menyatakan dukungan?
Di bagian akhir film, saya menampilkan orang tua Rika datang ke acara syukuran 
Khatam Quran cucunya. Kemudian Rika memeluk ibunya dengan haru. Tidak ada 
sedikitpun dialog yang menyatakan dukungan terhadap kemurtadan Rika. Adegan 
tersebut menampilkan hubungan emosional antara anak dengan ibunya, serta cucu 
dengan kakek-neneknya. Dimanakah pernyataan dukungan atas kemurtadan Rika?
Jadi jika anda membaca ‘teks’ dalam adegan tersebut sebagai sebuah dukungan 
terhadap kemurtadan, maka itu tafsir anda. Bukan saya …
 
4.    BH: Jelaskan gambaran muslimah berjilbab, Menuk (Revalina S Temat) yang 
merasa nyaman bekerja di restoran Cina milik Tan Kat Sun (Hengki Sulaiman) yang 
ada masakan babinya. Anda ingin menggambarkan seolah-olah babi itu halal. 
Terbukti pada bulan puasa sepi, berarti restoran itu para pelanggannya umat 
Islam. 

 
HB:  Menuk adalah perempuan muslimah. Dia nyaman bekerja di tempat pak Tan 
karena pak Tan adalah orang yang baik. Selalu mengingatkan karyawan muslimnya 
sholat. Bagian mana yang anda maksud bahwa babi itu halal?  
Saya justru menggambarkan dengan tegas adegan yang membedakan Babi dan bukan 
babi lebih dari sekali adegan. Pertama, pada saat Pembeli berjilbab bertanya 
soal menu makanan restoran pak Tan. Menuk mengatakan bahwa panci dan wajan yang 
dipakai buat memasak babi berbeda dengan yang bukan babi. (di film terdapat 
shot wajan, dan shot Menuk yang dialog dengan ibu berjilbab. Dialog agak 
kepotong karena LSF memotongnya. Alasannya silakan tanyakan kepada LSF)
Kedua, pada saat Pak Tan mengajari Ping Hen (anaknya) mengelola restoran. Pak 
Tan dengan tegas menyatakan pembedaan antara babi dan bukan babi: … Ini sodet 
dengan tanda merah buat babi, dan yang tidak ada tanda merah bukan babi … 
Jika saya menghalalkan Babi, tentunya saya tidak akan menggambarkan pemisahan 
yang tegas antara sodet, panci, pisau, dsb tersebut.  Jadi tafsir anda yang 
mengatakan bahwa saya menghalalkan babi, semata-mata tafsir saya …
 
Dalam film ini, saya justru menggambarkan sikap Menuk sebagai Muslimah yang 
menolak pernikahan beda agama dengan cara lebih memilih menikah dengan soleh 
(yang  muslim) meski jobless, dibanding hendra. Padahal cintanya kepada hendra: 
… Saya tahu kita pernah punya kisah yang mungkin buat mas menyakitkan. Tapi 
buat saya adalah hal yang indah … karena Tuhan mengajarkan arti cinta dalam 
agama yang berbeda …  (Dialog Menuk kepada Hendra di malam Ramadhan)
 
Dalam film ini juga, saya menggambarkan sikap pak Tan yang menghargai Asmaul 
Husna dengan cara meminjam buku 99 Nama Allah milik Menuk. Sikap pak Tan 
tersebut dinyatakan dalam dialog Hendra: … Sekarang Hen jadi mengerti kenapa 
papi bersikap baik dengan orang YANG BUKAN SEAGAMA dengan papi …
Dialog tersebut merupakan manifestasi dari ajaran Asmaul Husna : Ar Rahman – Ar 
Rahim … Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
 
Kemudian Pada akhir film, Pak Tan membisikkan sesuatu kepada dimana atas dasar 
bisikian tersebut Hendra melakukan perubahan besar dalam hidupnya: menjadi 
Mualaf dan merobah restorannya menjadi Halal.  Lihat kata-kata isteri pak Tan 
di akhir film: … Pi, hari ini Hendra melakukan perubahan besar dalam hidupnya 
SEPERTI YANG PAPI MINTA …. (Dialog tersebut sebenarnya ungkapan tersirat buat 
hendra untuk berubah dari pak Tan melalui bisikannya. )
 
jadi tafsir Hendra pindah agama hanya ingin menikahi menuk adalah Tafsir anda.
Lagipula, dalam film jelas-jelas tidak ada gambaran pernikahan antara Menuk dan 
Hendra. Ending Film saya justru menggambarkan Menuk menatap nama Soleh yang 
sudah menjadi nama Pasar … Darimana anda bisa menafsirkan bahwa Hendra pindah 
agama hanya karena ingin menikah sama menuk?
 
5.    BH: seorang takmir masjid yang diperankan Surya (Agus Kuncoro) setelah 
dibujuk si murtadin Menuk, akhirnya bersedia berperan sebagai Yesus di Gereja 
pada perayaan Paskah. Apalagi itu dijalaninya setelah dia berkonsultasi dengan 
ustad muda yang berfikiran sesat menyesatkan pluralisme seperti anda yang 
diperakan David Chalik. Namun anehnya, setelah berperan menjadi Yesus demi 
mengejar bayaran tinggi, langsung membaca Surat Al Ikhlas di Masjid. Padahal 
Surat Al Ikhlas dengan tegas menolak konsep Allah mempunyai anak dan 
mengajarkan Tauhid. Apa anda ini kurang waras wahai si Hanung. Semoga 
pembalasan dari Allah atas diri anda.

 
HB : dalam film saya menggamnbarkan Surya adalah seorang aktor figuran. Di awal 
Film dikatakan dengan tegas lewat dialog: … 10 tahun saya menjadi aktor cuma 
jadi figuran doang!! 
 
Sebagai aktor yang hanya jadi figuran, dia frustasi. Hingga menganggap bahwa 
hidupnya cuma SEKEDAR NUMPANG LEWAT. Dia diusir dari kontrakan karena menunggak 
bayar. Rika membantunya dengan menawari pekerjaan sebagai Yesus dengan biaya 
Mahal (perhatikan dialognya di warung soto). Semula Surya menolak. Tapi dia 
menerima dengan alasan yang sangat manusiwai bagi orang yang berprofesi sebagai 
aktor (figuran) : SELAMA HIDUPNYA TIDAK PERNAH BERPERAN SEBAGAI JAGOAN. Namun 
alasan itu tidak begitu saja dia gunakan untuk melegitimasi pilihannya. Dia 
konsultasi dengan Ustadz Wahyu (David Khalik). Menurut Ustadz, Semua itu 
tergantung dari HATIMU, maka JAGALAH HATIMU. Dari perkataan Ustadz tersebut, 
adakah dia menyarankan atau mendorong Surya menjadi Yesus? Ustadz memberikan 
kebebasan buat Surya untuk melakukan pilihannya.  Dan Surya sudah memilih. 
Ketika di Masjid, Ustadz mengulang bertanya: Gimana? Sudah mantap hatimu?  Lalu 
dijawab oleh
 Surya: Insya Allah saya tetap Istiqomah. Dijawab oleh David Khalik: Amin …
 
Setelah dialog tersebut, Surya kembali memantapkan hatinya denga bertafakur 
dimasjid. Matanya menatap hiasan dinding bertuliskan ASMA ALLAH diatas Mighrab.
Dari adegan tersebut, adakah saya melecehkan Islam?  Apakah dengan menghargai 
pilihan seseorang itu sama saja melecehkan Islam? Bukankah Ustdaz sudah 
melakukan tugasnya MENGINGATKAN surya di awal adegan?
 
Jadi, tidak ada sedikitpun adegan yang menyatakan pelecehan terhadap agama 
Islam. Surya melakukan tugasnya sebagai aktor karena dia harus hidup. Bahkan 
untuk beli soto untuk sarapan saja dia tidak sanggup.  Lagipula drama Paskah 
bukan ibadah. Tapi sebuah pertunjukan drama biasa. Ibadah Misa Jumat Agung 
dilaksanakan setelah pertunjukan Drama. Dalam hal ini Surya tidak melakukan 
ibadah bersama jemaah Kristiani di gereja. Namun oleh karena pesan Ustadz untuk 
senantiasa menguatkan hati, maka setelah memerankan drama Jesus, Surya membaca 
Surat Al Ikhlas berulang-ulang sambil menangis.
Adakah dari adegan tersebut saya melecehkan Islam? Silakan di cek lagi
 
6.    BH: Kelima, tampaknya anda memang sudah gila, masak pada hari raya Idul 
Fitri yang pebuh dengan silaturahmi dan maaf memaafkan, umat Islam melakukan 
penyerbuan dengan tindakan anarkhis terhadap restoran Cina yang tetap buka 
sehari setelah Lebaran. Bahkan sebagai akibat dari penyerbuan itu, akhirnya si 
pemilik Tan Kat Sun meninggal dunia. Setelah itu anaknya Ping Hen (Rio Dewanto) 
sadar dan masuk Islam demi menikahi Menuk setelah menjadi janda karena 
ditinggal mati suaminya Soleh (Reza Rahadian), seorang Banser yang tewas 
terkena bom setelah menjaga Gereja pada hari Natal. Jadi orang menjadi muslim 
niatnya untuk menikahi gadis cantik. Sebagaimana anda menjadi sutradara 
berfaham Sepilis dengan kejam menceraikan istri yang telah melahirkan satu anak 
demi untuk menikahi gadis cantik yang jadi pesinetron. Film ini kok seperti 
kehidupan anda sendiri ya ?
 
HB: Saya benar-benar kagum dengan penafsiran anda soal adegan dalam film saya.  
Tidak heran anda menjadi seorang wartawan. Hehehe. Jika anda benar-benar 
mengamati adegan demi adegan, anda akan menemukan maksud dari  penyerbuan 
tersebut.
 
Pertama, Penyerbuan itu didasari karena egositas dari hendra (ping Hend) yang 
hanya ingin mengejar keuntungan. Maka dari itu libur lebaran yang biasanya 5 
hari, dipotong hanya sehari. Akibatnya, Menuk tidak bisa menemani keluarga 
jalan-jalan liburan lebaran.
Kedua, Penyerbuan tersebut didasari oleh rasa dendam Soleh (yang di adegan 
sebelumnya berkelahi dengan Hendra) dan cemburu karena Menuk lebih memilih 
bekerja di hari lebaran daripada menemani soleh dan keluarganya jalan-jalan.
 
Dalam adegan tersebut jelas tergambar SIKAP CEMBURU, MEMBABI BUTA, BODOH dan 
TERGESA-GESA pada diri Soleh yang mengakibatkan Tan Kat Sun meninggal. Sikap 
tersebut membuat Soleh menjadi rendah di mata Menuk: Lihat adegan selanjutnya: 
Menuk bersikap diam kepada Soleh.  Meski masih meladeni sarapan, Menuk tetap 
tidak HANGAT dengan SOLEH. Hingga Soleh meminta maaf kepada Menuk. Namun, 
lagi-lagi Menuk tidak menanggapi dengan serius (perhatikan dialognya) : …. Mas, 
jangan disini ya minta maafnya. Dirumah saja … Dijawab oleh Surya: Kamu dirumah 
terlalu sibuk dengan Mutia … Menuk menimpali: … dimana saja ASAL TIDAK DISINI …
 
Penolakan Menuk itu yang membuat Soleh akhirnya memutuskan untuk memeluk BOM 
dan menghancurkan dirinya. Tujuannya? …. Agar dia menjadi Berarti dimata 
ISTERINYA ….
Apakah adegan di Film menggambarkan Menuk bahagia dengan kematian Soleh, 
sehingga dengan begitu dia bebas menikah dengan Hendra? Apakah adegan di Film 
menggambarkan hendra juga bahagia dengan kematian Soleh sehingga hendra bisa 
punya kesempatan menikah sama Menuk?
Sungguh, saya kagum dengan tafsir anda. Hingga andapun bisa bebas sekali 
menafsirkan hidup saya. Semoga kita bisa menjalin silaturahmi lebih dekat 
sehingga anda bisa mengenal saya lebih baik, mas …
 
7.    BH: si murtadin Endhita minta cerai gara-gara suaminya poligami. Karena 
dendam, kemudian dia menjadi murtad. Anda ingin mengajak penonton agar membenci 
poligami dan membolehkan murtad. Padahal Islam membolehkan poligami dan 
dibatasi hingga empat istri dan melarang dengan keras murtad dengan ancaman 
hukuman qishash. Seandainya anda setuju dan poligami dengan menikahi si 
pesinetron itu, anda tidak perlu menceraikan istri dan menelantarkan anak anda 
sendiri sehingga tanpa kasih sayang seorang ayah kandung dan dengan masa depan 
yang suram. Kasihan benar anak dan istri anda korban dari seorang ayah yang 
kejam penganut faham pluralisme dan anti poligami.

 
HB:  Saya laki-laki yang tidak setuju dengan Poligami. Dalam pandangan saya, 
banyak umat Islam sudah menyelewengkan surat An Nisa sebagai sebuah legitimasi 
pelampiasan nafsu lelaki. Padahal sudah jelas didalam surat tersebut dikatakan 
: Wa inkhiftum alaa takdilu fa wakhidatan aumalakat aimanukum … Jika engkau 
TAKUT BERLAKU ADIL maka nikahilah seorang saja …
 
Jadi dalam melakukan poligami, syaratnya utamanya harus berlaku adil. 
Pertanyaan saya, bisakah manusia berlaku adil? Apakah lelaki bisa menjamin hati 
seorang wanita bisa ikhlas ketika dirinya di madu? Bukankah ketika kita 
menyakiti hati perempuan, maka itu sudah termasuk aniyaya?
 
Pendapat saya tidak didasari atas logika sebagaimana yang dituduhkan kepada 
orang-orang seperti saya: Memahami agama hanya dengan akal. Tapi pemahaman saya 
didasarkan pada pengalaman batin. Saya pernah hampir berpoligami. Disatu sisi 
saya merasa benar karena ada syariat. Disisi lain, saya melukai perasaan 
perempuan, perasaan anak-anak saya, keluarga dari pihak Isteri yang terpoligami 
dan juga masyarakat lingkungan isteri saya baik yang paling dekat maupun yang 
paling jauh.  Apakah hanya karena syariat, maka keputusan saya menolak poligami 
adalah suatu sikap menentang syariat? Jika memang saya kemudian berpoligami, 
apakah saya juga akan mendapatkan jaminan sebagai manusia bersyariat 
sebagaimana yang anda harapkan? Apakah dengan saya berpoligami maka anak-anak 
saya akan hidup damai sejahtera sebagaimana bayangan anda? Alhamdulillah, anak 
saya sehat tidak kurang suatu apa tanpa saya harus berpoligami.  Jika anda 
berkenan, silakan
 mengunjungi rumah saya dan saya kenalkan kepada anak-anak saya.
 
Sungguh, manusia adalah makhluk penuh kekurangan. Ijtihad adalah keniscayaan 
bagi manusia yang benar-benar memahami kekurangannya. Kebenaran Hanya di mata 
Allah …
 
8.    BH: anda menghina Allah SWT dengan bacaan Asmaul Husna di Gereja dan 
dibacakan seorang pendeta (Deddy Sutomo) dengan nada sinis dan melecehkan. 
Masya' Allah !

 
HB:  saya menyelipkan Asmaul Husna di adegan pembacaan ‘Kesaksian : Tuhan di 
Mataku’  sebagai pemaknaan atas nama Tuhan yang indah dan UNIVERSAL.  Asmaul 
Husna merupakan nama ALLAH yang meliputi segala yang Indah di Bumi dan Langit. 
Tidak ada nama Indah selain diriNya yang dimiliki agama lain.  Maka ketika 
Pastur Dedi Sutomo meminta Rika untuk menuliskan kesaksiannya, Rika kesulitan. 
Sebagai seorang penganut agama baru, Rika tidak memiliki pengetahuan terhadap 
Tuhan barunya, maka dia menuliskan asmaul Husna karena dalam tiap-tiap namaNya 
(Ar Rahman : Maha Pengasih, Ar Rahiim : Maha Penyayang, dst) memiliki arti yang 
UNIVERSAL.  Apakah itu melecehkan Islam? Apakah dedi Sutomo dalam membacakan 
Asmaul Husna juga terlihat sinis? Silakan anda tonton kembali filmnya, 
perhatikan ekspresinya …
 
9.    AH : anda menfitnah Islam sebagai agama penindas dan umat Islam sebagai 
umat yang kejam dan anti toleransi terhadap umat lain terutama Kristen dan 
Cina. Padahal sesungguhnya meski mayorits mutlak, umat Islam Indonesia dalam 
kondisi tertindas oleh Kristen dan Katolik serta China yang menguasai politik, 
ekonomi dan media massa. Anda tidak melihat kondisi umat Islam di negara lain 
yang minoritas seperti Filipina Selatan, Thailand Selatan, Myanmar, India, 
Cina, Asia Tengah, bahkan Eropa dan AS. Mereka sekarang dalam kondisi tertindas 
oleh mayoritas Kristen dan Katolik, Hindu, Budha dan Komunis. Jadi anda 
benar-benar subyektif dan dipenuhi dengaan hati penuh dendam terhadap umat 
Islam. 
 
HB : Pertanyaan ini murni tafsir anda. Saya tahu, banyak sekali tragedy 
kemanusiaan di dunia ini atas nama agama. Saya tidak menutup mata terhadap 
serangan keji Israel terhadap rakyat Palestina. Saya pun turut mengutuk 
perbuatan tanpa manusiawi di Bosnia, Minoritas muslim di Eropa, Thailand< China 
sebagaimana yang anda sebutkan. Akan tetapi,  tak perlu kita menilai sesuatu 
terlalu jauh. Begitupula dalam film ini.  Jika anda bisa melihat sisi negatif, 
film ini, kenapa sisi positifnya luput dari perhatian anda? Bukankah di akhir 
film saya menampilkan adegan Hendra terkesan dengan Asmaul Husna,  membacanya, 
kemudian dia masuk Islam? Lalu di akhir adegan, Ustadz Wahyu mengatakan didalam 
masjid kepada Hendra bahwa : Islam adalah agama yang mengajak manusia untuk 
terus menerus memperbaiki dirinya. Berusaha Ikhlas dan sabar.  Menjadikan 
dirinya berarti bagi orang banyak …. 

 
10. BH: film ini mengajarkan kemusyrikan dimana semua agama itu pada hakekatnya 
sama untuk menuju tuhan yang sama. Kalau semua agama itu sama, maka orang tidak 
perlu beragama. Jadi film anda ini dengan sangat jelas mengajarkan faham 
atheisme dan komunisme. 

 
HB: Bagian mana saya menampilkan bahwa semua agama sama? Adakah dalam adegan 
tersebut saya menampilkan seorang Islam sembahyang di Gereja? Atau seorang 
Kristen sembahyang di Masjid?
Barangkali anda tidak jeli ketika melihat adegan Rika yang menyatakan : … 
Setiap manusia berjalan dalam setapaknya masing-masing. Mereka berjalan 
sendirian. Mereka bersama-sama berjalan kepada satu tujuan, yaitu … Tuhan.  
Coba perhatikan adegan tersebut dalam film: Apakah Rika menyatakan kata 
tersebut berdasarkan sebuah Kitab suci? … Rika hanya mengutip dari Novel yang 
akan diberikan kepada Surya sebagai hadiah Ulang Tahun. Perhatikan dialognya: … 
Ini ada Novel bagus buat kamu. Aku mau bacakan. Ini juga kado buat kamu …
Jadi Anggapan bahwa saya melalui film ini sedang mencampur adukkan agama, 
sangat tidak relevan. Apakah mungkin seorang berpendapat (apalagi menyoal 
agama) hanya berdasarkan novel?
Disisi lain, Jika kata-kata Rika (mengutip Novel) tersebut kita renungkan. 
Apakah selama ini kaum Nasrani di gereja tidak sedang melakukan sembahyang 
kepada Tuhannya? Begitu juga kaum Budha, Hindu, Yahudi? Apakah mereka disetiap 
sembahyang baik di gereja, klentheng, Pura sedang melakukan pemujaan kepada 
Setan? Apakah saya menyebut dalam FILM bahwa Allah Subhana wata’ala sebagai 
Tuhan Kaum Nasrani, Budha, Yahudi?  Lalu dimana saya melakukan penyamarataan 
agama? Silakan lihat sekali lagi adegan filmnya …
 
11. BH: nasehat saya, bertobatlah segera sebelum azab Allah SWT menimpa anda, 
karena hidup di dunia ini hanya sementara dan tidak abadi. Belajarlah kembali 
mengenai Islam yang benar sesuai dengan Al Qur'an dan As Sunnah, bukan Islam 
yang diambil dari kaum Orientalis Barat dan para sineas berfaham sepilis yang 
sudah sangat jelas memusuhi Islam dan umat Islam.

 
HB: Disetiap akhir sholat, saya selalu menyatakan pertobatan kepada Allah 
dengan mengucap Istighfar. Begitupun disetiap saya melakukan kesalahan baik 
yang saya sengaja maupun tidak.  Bagi saya, Film ini merupakan proses 
pembelajaran saya mengenal lebih dekat agama saya.  Buat saya, belajar agama 
adalah belajar menjadi manusia. Saya mengagumi rosululloh bukan karena beliau 
utusan Allah semata-mata. Tapi karena Rosululloh memberikan tauladan kepada 
kita bagaimana menjadi manusia dalam keluarga, masyarakat dan Tuhannya.
Mari kita sama-sama terbuka. Kita saudara. Sama-sama pengikut Rosululloh. 
Sesama Muslim saling mengingatkan. Semoga diskusi ini bisa menjadi pembelajaran 
kita bersama. Amin ….
 
Salam
Hanung Bramantyo

-- 
Billy Joseph Bibianus DW, SI.P
(Kekerasan adalah cermin jiwa yang lemah, Ghandi)

Situs Pribadi:
http://billyjosephbibianus.multiply.com
http://twitter.com/BillyYoseph
Facebook adalah email ini






Kirim email ke