Beu, geuning urang teh nya, "piramid" mu can puguh aya hayoh dikorehan,
ngaliangan pasir jiga kasir,
ari gunung padang nu geus puguh aya kalah pasolengkrah jiga kitu.

=========

Where to Go in West Java
Gunung Padang, Cianjur, Nan Elok
Minggu, 01/05/2011 - 02:17

   - [View] <http://www.pikiran-rakyat.com/node/143547>

 [image: DOK. "PRLM"]
DOK. "PRLM"
SITUS Megalitikum Gunung Padang sekitar 50 kilometer barat daya Kota
Kabupaten Cianjur di Kampung Panggulan, Desa Karyamukti, Kec. Campaka, Kab.
Cianjur, terdiri atas lima teras (tingkatan). Situs berusia 3.500 tahun ini
merupakan situs Megalitikum terbesar di Asia Tenggara.*

*LAWANG* Gintung tinggal beberapa undakan lagi dan gerbang pertama masuk ke
punden pertama Gunung Padang hanya beberapa langkah lagi. Namun, napas
terasa tertahan dan sangat berat setelah melewati lebih dari 350 anak tangga
batu. Kaki pun berat untuk dilangkahkan.

Namun, saat langkah terhenti dan mengatur napas, dengan balik badan, sejauh
mata memandang tampak hamparan bukit kecil Pasir Manik dengan perkebunan
tehnya yang bak permadani hijau. Di kejauhan, puncak gunung Gede Pangrango
terlihat tertutup awan putih tebal.

“Situs Megalitikum Gunung Padang ini merupakan kekayaan tak ternilai
harganya untuk Jawa Barat dan harus pandai-pandai kita mengelolanya,” ujar
Wakil Gubernur Jawa Barat H. Dede Yusuf sebelum memasuki gerbang pertama
punden kawasan Situs Megalitikum Gunung Padang di Kampung Panggulan, Desa
Karyamukti, Kec. Campaka, Kab. Cianjur, Selasa (29/3) lalu.

Bagi yang baru pertama berkunjung ke kawasan situs megalitik seluas 4.000
meter persegi dan terbesar di Asia Tenggara ini, pasti akan dibuat takjub.
Angin kencang yang sesekali menerpa badan kita saat tepat di punden kelima
(puncak punden) dari situs yang diperkirakan berusia 3.500 tahun ini,
memberi pengalaman menakjubkan yang tak akan terlupakan.

Situs Megalitikum Gunung Padang berada di 50 kilometer barat daya Kota
Kabupaten Cianjur. Terdiri atas lima teras (tingkatan) dengan dasar situs
terdapat di ketinggian 894 meter dpl. Bahan bangunan pembuat situs adalah
batu-batu besar andesit, andesit basaltik, dan basal berbentuk tiang-tiang
dengan panjang dominan sekitar 1 meter berdiameter dominan 20 sentimeter.
Tiang-tiang batuan ini mempunyai sisi-sisi membentuk segi banyak dengan
bentuk dominan membentuk tiang batu 4 sisi (tetragon) atau 5 sisi
(pentagon).

Setiap teras mempunyai pola bangunan batu yang berbeda sesuai dengan fungsi.
Teras pertama merupakan teras terluas dengan jumlah batuan paling banyak.
Teras kedua berkurang jumlah batunya, teras ketiga sampai kelima merupakan
teras yang jumlah batuannya lebih sedikit lagi.

Tidak seperti banyak situs Megalitikum lainnya, seperti Piramida,
Stonehenge, atau Machu Picchu yang dibangun untuk menyembah atau
mengindahkan (Dewa) Matahari, situs Gunung Padang dibangun diorientasikan
seluruhnya kepada Gunung Gede Pangrango. “Hal ini tampak dari pola bangunan
punden berundaknya yang asimetris, tidak dibangun simetris ke semua sisi,
tetapi hanya ke satu sisi, yaitu Gunung Gede Parango yang menempati posisi
geomantik dan sangat kuat bagi situs Gunung Padang,” ujar T. Bachtiar, salah
seorang anggota Masyarakat Geografi Indonesia.

Menurut T. Bachtiar, karena Gunung Padang berundak, kuat dugaan situs batu
itu adalah lokasi pemujaan, semakin ke atas, tingkat kesuciannya semakin
tinggi.

Sementara untuk sampai ke kawasan Situs Megalitikum Gunung Padang, bisa
melalui dua rute perjalanan yang mudah ditempuh menggunakan kendaraan roda
dua ataupun empat, yaitu melalui Pal Dua dan Tegal Sereh, Kec.
Warungkondang.

Melalui jalan Pal Dua harus ditempuh Jalan Raya Cianjur-Sukabumi, dari Desa
Warungkondang membelok ke kanan menuju ke Cipadang-Cibokor-Lampegan-Pal
Dua-Ciwangin-Cimanggu dan Gunung Padang. Jalanan yang dilalui cukup
bervariasi dan melewati perkebunan Teh Gunung Manik

Bila melalui Jalan Tegal Sereh, harus ditempuh melalui rute Jalan Raya
Cianjur-Sukabumi, dari Sukaraja belok ke kiri
Cireungas-Cibanteng–Rawabesar-Sukamukti-Cipanggulaan-Gunung Padang. Melalui
rute Tegal Sereh, kita akan melewati Sungai Cimandiri yang kering saat musim
kemarau. Akan sangat seru bila melakukan perjalanan bersama rombongan. (Dok.
Pariwisata ”PR”, 2/4/11)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/143547

Kirim email ke