Perompakan di Somalia
Pembebasan Sandera Dilakukan dengan Operasi Militer dan Negosiasi
Minggu, 01/05/2011 - 21:13

JAKARTA, (PRLM).- Kapuspen TNI, Laksda Iskandar Sitompul mengatakan, Mabes
TNI sejak mendapatkan perintah dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam
rapat terbatas. Pada 18 Maret 2011, langsung menyiapkan tim khusus. Mabes
TNI pada 23 Maret 2011 memberangkatkan personel-personel pilihan dari
pasukan elite Kopassus, Marinir, dan dari Angkatan Darat menuju kawasan
Somalia untuk misi pembebasan sandera.

TNI juga mengirimkan tiga kapal pengawal TNI AL, satu helikopter, dan
pesawat. Sejak akhir Maret, pasukan khusus TNI berjaga-jaga di sekitar
kawasan pembajakan. Iskandar Sitompul menambahkan, upaya pembebasan sandera
ini dilakukan dengan operasi militer dan negosiasi.

Diakui, upaya pembebasan ini merupakan prestasi tersendiri bagi TNI karena
belum pernah terjadi sebelumnya hanya dalam waktu 46 hari kapal dan sandera
terbebas. Semua sandera yang telah disekap selama 46 hari selamat. Umumnya,
pembebasan baru berhasil setelah para sandera disekap selama 150 hari.
"Setelah dibebask, pengawal TNI sempat mengusir perompak lainnya yang juga
berkeliaran di perairan itu," kata Iskandar, dalam keterangan resminya di
Jakarta, Minggu (1/5) petang.

Setelah bebas total dari para pembajak, kapal Sinar Kudus langsung menuju
pelabuhan terdekat di Oman untuk mengecek kembali kondisi kapal. Perjalanan
dari kawasan perairan Somalia menuju pelabuhan Oman, diperkirakan makan
waktu tiga setengah hari. (A-156/das)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/143628

Kirim email ke