Tambahan info jalur basisir kaler, asana ieu kungsi diposting oge baheula.

[image:
http://cdn.radionetherlands.nl/data/files/images/lead/Java_Great_Post_Road.svg_.jpg]

Kontroversi Jalan Daendels
Oleh *Redaksi Indonesia*
Dibuat *9 Agustus 2010 13:18*
 [image: image/jpeg
icon]Java_Great_Post_Road.svg_.jpg<http://cdn.radionetherlands.nl/data/files/images/lead/Java_Great_Post_Road.svg_.jpg>

*Jalan Daendels adalah jalan yang dibangun atas perintah Gubernur Jenderal
Belanda Herman Willem Daendels yang menjadi penguasa Hindia Belanda antara
tahun 1808 hingga 1811. *

Jalan Daendels merentang sepanjang 1000 km menyusuri bagian utara pulau Jawa
dan sebagian besarnya menyusuri pantai laut Jawa. Karena itu, jalan ini
kemudian lebih dikenal sebagai jalan pantura, akronim dari pantai utara.

Jalan Daendels saat ini menjadi jalur paling penting di pulau Jawa. Apalagi,
jalan tersebut menghubungkan ujung barat pulau Jawa di pantai Anyer hingga
hampir ujung timur pulau Jawa di Panarukan, Situbondo. Saat ini, jalan
tersebut juga menjadi jalur terpendek untuk melintasi pulau Jawa. Sehingga,
jalan Daendels menjadi jalur favorit bagi lalu lintas barang dan manusia di
Jawa.

Letaknya yang menyusuri pantai utara pulau Jawa memberinya nilai strategis.
Di sepanjang jalur yang dilalui jalan Daendels, terdapat puluhan pelabuhan
besar dan kecil. Mulai pelabuhan internasional seperti Tanjung Priok di
Jakarta, Tanjung Perak di Surabaya hingga pelabuhan pendaratan ikan nelayan
tradisional di Tuban dan Panarukan.

Selain itu, di sepanjang jalan Daendels pula ada ribuan pabrik besar,
menengah dan kecil. Mulai industri berat seperti Semen dan Pupuk di Gresik,
pabrik baja di Cilegon dan Lamongan hingga industri kecil terasi di Palang,
Tuban.

Awalnya, jalan tersebut dimaksudkan Daendels sebagai jalur mobilisasi
tentara antara Batavia dan Surabaya untuk pertahanan pulau Jawa dari
serangan Inggris. Selain itu, jalur tersebut juga digunakan untuk jalur pos
dan penumpang.

Menurut catatan, pada tahun 1810 Daendels memerintahkan membeli 200 ekor
kuda untuk melayani angkutan pos dan penumpang di sepanjang jalur itu.
Hingga kini pun, jalan Daendels masih merupakan jalur angkutan barang dan
jasa yang belum tergantikan dan belum ada pesaingnya di pulau Jawa.

Namun, dibalik peran strategis jalan Daendels selama 200 tahun terakhir,
pembangunan jalan Daendels juga mendapat reaksi keras dari para aktivis dan
intelektual. Sebab, jalan tersebut dibangun dengan mengorbankan rakyat Jawa.


Daendels menekan penguasa lokal untuk membangun atau memperlebar jalan yang
sudah ada dengan target sekian kilometer dan dalam waktu satu tahun seluruh
jalur trans Jawa itu harus sudah selesai. Jika gagal memenuhi target,
penguasa lokal tersebut beserta para pekerjanya akan dibunuh dan kepalanya
digantung di kanan- kiri jalan yang sedang dibangun.

Akibatnya, para penguasa lokal mengerahkan rakyatnya untuk bekerja keras
tanpa imbalan. Sehingga, banyak diantara mereka yang menjadi korban
kelaparan. Selain itu, serangan malaria juga menjadi pembunuh kedua setelah
kelaparan.

Menurut sumber Inggris, 12.000 orang tercatat tewas dalam pengerjaan proyek
raksasa itu. Tapi, jumlah korban sebenarnya diyakini jauh lebih besar.

Pembangunan jalur yang sejak beroperasi pada tahun 1809 hingga hari ini
menjadi jalur utama mobilisasi barang dan penumpang di pulau Jawa pun
menjadi kontroversi. Di satu sisi, peran strategisnya hingga hari ini belum
tergantikan. Sementara di sisi lain, pembangunannya telah mengorbankan
ribuan nyawa yang menurut sastrawan Pramoedya Ananta Toer adalah genosida
manusia Jawa.

*Oleh: Prayogi R Saputra*
 *Artikel ini diikutsertakan dalam sayembara Cita-cita Proklamasi. Demi
menjaga keaslian, artikel diterbitkan tanpa proses editing dari redaksi.
Dalam beberapa kasus, Ranesi hanya mengubah judul untuk keperluan teknis.
Isi dan format di luar tanggung jawab Ranesi.*

*
*


 ------------------------------
*URL sumber:*
http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/kontroversi-jalan-daendels
 *Links:*
 *Images:*
[i1]
http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/data/files/images/lead/Java_Great_Post_Road.svg_.jpg
[i2] http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia


2011/5/23 Ki Hasan <[email protected]>

> Mun jalur Basisir Kaler dipangnyieunkeun ku Walanda, cing kira-kirana urang
> sanggup muka jalur Basisir Kidul?
>
> =======
> Hatta: Selatan Jawa Harus Dibuka
>   Minggu, 22 Mei 2011 | 08:38 WIB
>
> *BANDUNG.KOMPAS.com* - Kawasan selatan Pulau Jawa harus menjadi prioritas
> pembukaan di masa mendatang karena merupakan kantong-kantong kemiskinan.
> Atas dasar itu, kawasan selatan provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah,
> Yogjakarta, hingga Jawa Timur.
>

Kirim email ke