Siap Teh Putri,

Hatur nuhun dan setuju sekali Indonesia punya banyak "berlian" namun saat
ini masih terpendam dan belum dipoles sehingga belum kelihatan bersinar.
Perlu dukungan pemerintah dan seluruh STAKEHOLDER untuk kerja keras
menggenjot sektor pariwisata di Daerah karena itu akan memberikan multiplier
effect yang positif. Mudah-2an anggaran pemerintah untuk mendukung
pengembangan pariwisata di daerah dapat ditingkatkan :).

 

Mang Kabayan sempat ngobrol dengan seorang Sufi yang luar biasa pemikirannya
beliau menyampaikan tentang Pemberdayaan Ekonomi Lokal / Local/ Regional
Economic Development yang dicontohkan oleh Rosululloh SAW yang telah
mendapatkan wahyu dari Alloh SWT. Contohnya adalah adanya wahyu untuk
mengharamkan memakan daging Babi. Menurut analisa Sufi tersebut Jazirah Arab
tempat dimana Agama Abrahamic berkembang, Agama Keturunan Nabi Ibrahim ~
Yahudi, Nasrani & Islam yang mulai mencetuskan monoteisme bukanlah tempat/
habitat/ lingkungan yang tepat dimana Babi itu bisa berkembang biak,
sehingga tidak ada peternakan Babi di Jazirah Arab. Babi hanya bisa
diperoleh dengan cara meng-IMPORT dari luar Jazirah Arab salah satunya
adalah dari CHINA. Sebagai seorang Rosululloh yang merupakan seorang pemuka
agama, negarawan, dan juga EKONOM. Rosululloh mendapatkan wahyu dari Alloh
SWT untuk mengharamkan Babi karena pada waktu itu daging Babi cukup digemari
namun mahal, merupakan produk import, dan mengancam produk lokal yang ada
saat itu yaitu daging Onta dan Kambing tentunya. Bagaimana caranya
melindungi kehidupan ekonomi peternak kambing dan Onta dari serangan produk
dari luar yaitu Babi, tentunya adalah dengan mengharamkan memakan daging
Babi. Wallohualam benar atau tidaknya karena kadang pemikiran Sufi tidak
mudah diterima :D.

 

Mang Kabayan langsung teringat dengan bagaimana Amerika Serikat yang kita
kiblati sebagai negara LIBERAL tetapi begitu CHINA melalui CNOOC mau
mengakuisisi UNOCAL Perusahan Migas Amrik waktu itu tidak diperkenankan dan
justru malah diambil oleh CHEVRON Perusahaan Migas Amrik, ternyata negara
yang liberal pun berupaya melindungi ekonomi lokalnya. Begitu juga dengan
CHINA yang dinegaranya meniru/ mencontek produk- produk berkelas tinggi dari
Eropa ataupun Amerika justru di-"HALAL"-kan, sebut saja ROLEX KW 1 - KW 10,
Hugo Boss Luis Viton Mont Blanc dlsb KW 1 - KW 5... bisa dijual bebas dan
justru menjadi "wahana pariwisata" dimana pembelinya adalah masyarakat
Indonesia yang ingin bergaya namun modal CEKAK alias KAYPANG tea. Rolex
original tentunya harganya bisa seharga satu mobil Innova sementara yang KW-
KW-an bisa harganya 1/10-nya. Kita kan punya prinsip biar tekor asal
kesohor, tidak mampu beli Rolex original ya beli yang KW yang penting gaya.
Kata orang Sunda mah "Agul Ku Payung Butut".  

 

Indonesia ternyata sangat baik hati dengan membiarkan begitu saja produk-
produk luar membanjiri Indonesia baik legal maupun ilegal, sedih sekali
melihatnya produk- produk lokal khas Indonesia pun akhirnya MATI GAYA. Baca
di koran bahkan ikan Lele pun sudah ada import dari Vietnam dan Malaysia
canggihnya lagi harganya bisa lebih murah?!? Haiyaaaaa... Mang Kabayan
ngurut dada karena salah satu teman Mang Kabayan punya usaha kecil- kecilan
budidaya Lele. Entah sampai kapan mereka bisa bertahan?.

 

Yaah Mang Kabayan mah berharap semoga Pemerintah bisa mengembalikan mind
set-nya untuk sebisa mungkin bagaimana bisa mengembangkan ekonomi lokal
dengan tentunya kebijakan- kebijakan yang dibuat lebih memberikan dampak
positif untuk tumbuhnya ekonomi lokal. Salah satunya dengan meningkatkan
kualitas Infrastruktur JALAN antar Daerah/ Kota sehingga biaya transport
dari pusat produksi ke pasar menjadi lebih efisien. Saat ini banyak kendala
dimana karena kualitas jalan yang buruk menyebabkan biaya transportasi
menjadi mahal sementara harga dipasar tetap yang berdampak pada berkurangnya
margin keuntungan secara drastis bahkan mungkin yang ada justru tekor
sehingga banyak yang gulung tikar. Adapun sebagian berupaya bertahan justru
dengan cara menurunkan kualitas hal ini juga secara pelan tapi pasti akan
mematikan usaha tersebut karena kualitas buruk berakibat harga jual rendah
pada akhirnya how low can you go bin bubar jalan.

 

Mang Kabayan berterima kasih sekali kepada pemerintah yang telah mempercepat
pembangunan Jalan Tol antar daerah diantaranya Cikampek Palimanan dan
CiSumDawu ~ Cileunyi Sumedang Dawuan yang konon targetnya selesai di tahun
2013, hal tersebut akan menggerakan perekonomian di timur Jawa Barat
terutama Wilayah 3 yaitu Indramayu, Cirebon, Kuningan, dan Majalengka.
Produk- produk dari daerah tersebut dapat dengan mudah mencapai pasar yaitu
JABODETABEK dan BANDUNG. Apalagi Bandung sekarang sudah menjadi daya tarik
wisata bagi Malaysia. Sebagai gambaran jarak Tol Cikampek Palimanan itu
hanya 116 km menurut litbang Kompas sehingga Jakarta Cirebon Indramayu
Kuningan dapat diakses dengan hanya 3 Jam saja, saat ini perlu waktu 6 jam
lewat Pantura. Bisa dibayangkan pergerakan ekonomi karena kecepatan akses
dan juga efisiensi biaya transport. Belum lagi kalo lewat Pantura rawan
kecelakaan dan kerusakan kendaraan karena banyaknya lobang yang
mengakibatkan biaya perawatan kendaraan jadi meningkat, sparepart cepet
rusak.

 

Salam Regional Economic Development,

New KAsep Mang Kabayan Tea

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of [email protected]
Sent: 24 Mei 2011 19:50
To: [email protected]
Subject: Re: [Senyum-ITB] Cuti Bersama Harpitnas - Regional Economic
Development - TK 77 ITB

 

  

Setuju Pak..
Mari kita buat pariwisata di Indonesia maju mulai dengan wisatawan
domestik'nya.

Saya baru-baru ini mengunjungi Thailand. Tour guide'nya mengatakan bahwa
saat ini pariwisata Thailand sudah menjadi sumber penghasilan kedua di
Thailand semua itu karena dukungan raja pemerintahnya.

Menurut saya, Indonesia punya obyek wisata yg jauuuh lebih menarik lebih
bagus.
Mudah2an pariwisata di Indonesia dapat lebih maju lg.

Putri MA'02

Powered by Telkomsel BlackBerryR

  _____  

From: "KAsep \"Mang Kabayan\"" <[email protected]> 

Sender: [email protected] 

Date: Tue, 24 May 2011 15:57:20 +0700

To: <[email protected]>; <[email protected]>;
<[email protected]>; <[email protected]>;
<[email protected]>; <[email protected]>

ReplyTo: [email protected] 

Cc: <[email protected]>

Subject: [Senyum-ITB] Cuti Bersama Harpitnas - Regional Economic Development
- TK 77 ITB

 

  

Alhamdulillah, haturnuhun buat pemerintah yang telah menetapkan tanggal 3
Juni 2011 sebagai Cuti Bersama, dengan libur panjang dari hari kamis tanggal
2 - 5 Juni 2011 (4 hari) bagi kami di daerah senang sekali karena makin
banyak orang- orang dari Kota yang berkunjung ke daerah untuk mudik ataupun
menikmati liburan bersama keluarga ke tempat- tempat wisata di daerah.
Alhamdulillah pemerintah telah mendengar aspirasi komunitas penggerak
pariwisata di daerah. Apabila ada long weekend biasanya omset obyek wisata
di daerah bisa meningkat 2 - 3 kali lipat dari hari- hari biasa begitu pula
dengan sektor ekonomi lokal dari mulai warung nasi, penginapan,
transportasi, sampai ke toko oleh- oleh ramai dikunjungi oleh pengunjung
yang datang dari kota sehingga tentunya bisa memutarkan roda perekonomian di
daerah. Dari sisi regional economic development pun baik sekali karena
produk- produk lokal di masing- masing daerah makin dikenal dan banyak yang
membeli, tentunya dengan tumbuhnya omset penjualan maka mereka punya
kemampuan untuk meningkatkan kualitas produk/ jasa yang mereka kembangkan. 

Oleh karena itu mohon kiranya setiap ada harpitnas / hari kejepit nasional
entah itu Selasa atau Kamis yang libur kalau boleh mah Senin atau Jum'at-nya
cuti bersama. Sekali lagi haturnuhun ka pemerintah... kami penggerak
pariwisata daerah siap menyambut rekan- rekan dari Kota dengan berbagai
produk dan jasa yang dimiliki. Insya Alloh kunjungan rekan- rekan dari Kota
tersebut membawa berkah tidak hanya buat kami tapi juga masyarakat luas.

Sebagai contoh untuk penyuka tantangan/ adventure... Jawa Barat pada tanggal
2 - 5 Juni 2011 akan menghelat event West Java Adventure Offroad (WJAOR)
yang mengambil rute dari Kabupaten Kuningan, Ciamis dan Finish di Garut.
Bisa dibayangkan berapa perputaran ekonomi lokal yang bisa tumbuh akibat
event tersebut tidak tanggung- tanggung 3 Kabupaten :), acara ini sudah
rutin di gelar setiap tahun untuk mempromosikan pariwisata daerah di Jawa
Barat. Acara ini diikuti tidak hanya diikuti oleh peserta dari Jawa Barat
tetapi juga dari daerah lain bahkan manca negara. Semoga pemerintah dapat
mendukung dan terus mengembangkan / mempromosikan pariwisata Indonesia yang
luar biasa agar makin banyak orang yang berkunjung ke Indonesia, jangan
sebaliknya orang Indonesia yang justru berwisata di Singapore, Malaysia,
Thailand, dll... mereka yang menikmati madu-nya. Kita berharap justru orang
Singapore, Malaysia, Australia, Belanda, Amerika, dan masyarakat dunia
berkunjung ke Indonesia untuk berlibur dan menikmati/ membeli berbagai
produk- produk khas Indonesia :). Mang Kabayan sudah berkunjung ke Singapore
dan Malaysia mereka hanya menang bersih dan rapih, alam dan suasananya
jauuuuuh lebih baik Indonesia. Kita punya Situ/ Danau, Curug, Gunung, Hutan,
Air Panas alami, Flora & Fauna yang Indah, dlsb... kita punya seni/tradisi/
budaya yang unik, dlsb... tinggal dipoles saja agar bersinar menjadi berlian
yang memukau dunia.

Alhamdulillah long weekend bulan Mei lalu daerah kami mendapat kunjungan
spesial dari rekan- rekan senior Alumni TK 77 ITB untuk acara family
gathering, dilaksanakan di Kaki Gunung Ciremai, Kuningan Jawa Barat di Prima
Resort Sangkan Hurip. Acara tersebut digagas oleh Pak Hengki (Bapak Tri
Haryo Soesilo, Komisaris Pertamina) dan Kang Amar (Ganesha Enterpreneur
Club). Luar biasa kunjungan tersebut sangat berkesan bagi kami di daerah.
Ekonomi daerah menjadi tumbuh karena selain hotel, rumah makan, tempat
wisata, tempat oleh- oleh baik di Kuningan maupun Cirebon mendapatkan
barokahnya, bahkan group kesenian Sunda Jaipongan pun ikut mendapat berkah
karena jujur kami sangat salut.. ternyata TK 77 memadukan Jaipong dengan
musik modern untuk acara malam keakraban sehingga kesenian lokal dapat terus
dilestarikan. 

Yang membuat kami mengucurkan air mata bahagia juga ternyata Gedung
Perundingan Linggarjati pun yang biasanya sangat jarang ada yang mengunjungi
dan menjadi saksi bisu sejarah Indonesia pun mendadak meriah karena
kehadiran sekitar 70 orang Alumni TK 77, hebatnya lagi Pak Hengki ternyata
sangat hatam dengan sejarah perundingan Linggarjati yang merupakan tonggak
sejarah perjuangan melalui jalur diplomatis pertama dan berhasil, dimana
Indonesia secara De-Facto diakui oleh Belanda. Dari hasil kunjungan tersebut
ternyata kepiawaian Pak Hengki, Kang Amar dan rekan- rekan alumni TK 77 ITB
dalam berbisnis tersebut telah memberikan inspirasi dan masukan yang
berharga terhadap pengembangan ekonomi lokal di Daerah diantaranya inspirasi
pengembangan Produk Kopi Linggarjati Khas Kuningan yang selama ini
tenggelam, padahal kopi di daerah linggarjati dan cibeureum sangat enak
sekali dan dipakai sebagai coffee break pada perundingan Linggarjati tahun
1946. Selain itu muncul ide baru untuk mengangkat Perundingan tersebut dalam
Seminar Nasional Perundingan Linggarjati dengan mengundang tokoh- tokoh
sejarah nasional beserta Kedutaan Belanda dan Inggris. Beberapa ide lain
yang diperoleh diantaranya pengembangan kawasan agrowisata, pengembangan
mikro dan mini hydro, pengembangan padi organik, dan lainnya. Terima kasih
Pak Hengki, Kang Amar, dan TK 77 ITB.... you are two of a kind ... alias
ruaaaar biasa ... ngak ada duanya :). 

Alhamdulillah Muji Syukur Ka Nu Agung... Berkah dari Yang Maha Kuasa, pada
tanggal 28 Mei 2011 ini akan ada beberapa orang warga Korea Selatan yang
akan mendaki Gunung Ciremai, berikut ini email mereka "Dear Linggarjati
Organizer! Thank you for your kindly guidance. We used your company for
climbing Ciremay last year, 30.Oct.2010. We apply for climbing Mt.Ciremai on
28.May.2011. We will go to our meeting point until 6:00 pm. Please refer to
attachment including passport, photo and KITAS. We always appreciate your
kindness. Sincerely, Ko Ji-Ho. Warga Korea Selatan sangat tergila- gila
dengan keindahan Sun Rise Gunung Ciremai, mereka sudah melakukannya lebih
dari 3 kali. Subhanalloh ekonomi daerah makin tumbuh, bahkan pemandu dan
porter pun mendapatkan berkah dari kegiatan tersebut. Mereka rencananya
berangkat jam 6 sore dipandu oleh masyarakat sekitar yang sudah hatam seluk
beluk Gunung Ciremai. Modal kami komunitas penggerak pariwisata hanyalah
website www.visitkuningan.com karena jujur kami belum mampu membuat iklan di
Televisi, Media Cetak, maupun Billboard... namun kami bertekad dengan
keterbatasan yang kami miliki akan tetap menggerakan dan mempromosikan
pariwisata- pariwisata di daerah. Mang Kabayan sedih sekali ketika beberapa
waktu lalu ke Jakarta ada Billboard besar yang mempromosikan pariwisata luar
negeri di Jalan protokol Jakarta. Duuuuh kapan ya Indonesia bisa masang
Billboard Pariwisata Danau Toba di Piccadilly Circus Inggris misalnya atau
Pariwisata Pulau Seribu di Miami Amrik ... Pariwisata Cipanas Garut di
Orchard Road Singapore... dlsb :). 

Sebenarnya ada ribuan obyek wisata yg indah dan alami di Indonesia namun
belum tersentuh. Tidak bosan-2nya mengutip kata Pak Alim Markus, "Cintailah
Ploduk-ploduk Ingdonesyah". Yuuuuk berlibur ke obyek wisata di Indonesia :).

Salam Regional Economic Development,
New KAsep Mang Kabayan Tea 
Dari Kaki Gunung Ciremai, Gunung Tertinggi di Jawa Barat :)

Pemerintah Tetapkan Jumat 3 Juni Cuti Bersama  
M Rizki Maulana - detikNews

Jakarta - Setelah ditunggu-tunggu, akhirnya kebijakan pemerintah tentang
status hari Jumat 3 Juni 2011 keluar juga. Pemerintah menetapkan 3 Juni
sebagai cuti bersama, karena diapit tanggal merah Kamis 2 Juni (Kenaikan Isa
Almasih) dan 4 Juni (hari Sabtu). 

Hal itu terungkap dari siaran pers kantor Menko Kesra pada Senin (24/5/2011)
di kantor Menko Kesra, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Berikut ini
pengumuman selengkapnya:

Tentang Penetapan Perubahan Hari Libur dan Cuti Bersama Tahun 2011.

Setelah melakukan evaluasi atas perubahan cuti bersama tahun 2011, khususnya
pelaksanaan cuti bersama tanggal 16 Mei 2011, dan memperhatian masukan dari
berbagai pihak, bahwa:
1. Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan hari kerja di
antara dua hari libur.
2. Sebagian PNS tidak sepenuhnya memanfaatkan hak cuti tahunan, padahal cuti
adalah momen untuk revitalisasi, rekreasi dan penyegaran bagi pegawai dan
keluarganya.
3. Dengan cuti bersama ini, memberikan kesempatan pada orangtua untuk
menyiapkan sekolah atau kuliah bagi putra-putrinya pada tahun ajaran baru.
4. Diharapkan cuti bersama ini akan meningkatkan kegiatan pariwisata dalam
negeri.
5. Untuk pelayanan umum yang bersifat strategis, dilakukan seperti biasa.
Antara lain rumah sakit, perusahaan pelayanan telekomunikasi, listrik, air
minum dan pemadam kebakaran.
6. Atas pertimbangan di atas maka pemerintah memutuskan bahwa tanggal 3 Juni
2011 merupakan hari cuti bersama dan hal ini dituangkan dalam Surat
Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi,
Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi SKB
No:03/2011, Kep 135/Men/V/2011 dan SKB /02/M.PAN-RB/05/2011.
7. Perlu kami tegaskan kembali, bahwa pelaksanaan cuti bersama ini merupakan
bagian dari hak cuti tahunan pegawai.
8. Dalam waktu dekat pemerintah akan mengumumkan keputusan bersama tentang
hari libur dan cuti bersama tahun 2012.

Sumber:
http://www.detiknews.com/read/2011/05/23/103652/1644487/10/pemerintah-tetapk
an-jumat-3-juni-cuti-bersama



<<image001.jpg>>

<<image002.jpg>>

Kirim email ke