Beu 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Ki 
Hasan
Sent: Wednesday, June 01, 2011 5:39 AM
To: Ki Sunda
Cc: Urang Sunda; Baraya Sunda
Subject: [kisunda] Propinsi Bogor, Propinsi Pakuan, atawa Propinsi Pajajaran?

 

  


Bogor Pisah dari Jawa Barat Diwacanakan


Rabu, 01/06/2011 - 02:55 

BOGOR,(PRLM).- Melihat jumlah penduduk Jawa Barat lebih dari 43 juta jiwa serta 
menyeimbangi daerah Ibukota Jakarta sebagai daerah yang berbatas, maka 
diwacanakan pembentukan provinsi baru sebagai bentuk pemekaran dari provinsi 
Jawa Barat.

Wacana pemekaran provinsi tersebut disampaikan Bupati Bogor Rachmat Yasin 
Selasa (31/5) dalam jumpa pers menjelang peringatan Hari Jadi Bogor ke 529 di 
Cibinong, Bogor. Hadir dalam jumpa pers tersebut Kapolres, Dandim, Kajari dan 
Sekda Kab Bogor.

Menurut Rachmat Yasin, sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan DKI 
Jakarta serta jumlah penduduk Kab. Bogor terbesar yakni 4,7 juta jiwa, maka 
wacana pemekaran patut dipertimbangkan. Apalagi jika dikaitkan dengan pelayanan 
masyarakat dan kesejahteraan masyarakat.

"Dengan jumlah penduduk Jawa Barat yang terbesar jika dibandingkan Jawa Tengah 
dan Jawa Timur serta berbatasan dengan Ibukota negara, maka pemekaran provinsi 
bisa dilakukan," ujar Rachmat Yasin.

Apalagi, lanjut Rachmat Yasin, Jawa Barat ingin menjadi provinsi terdepan, maka 
dapat saja dilakukan pemekaran. "Soal nanti nama provinsinya adalah provinsi 
Bogor itu soal lain," katanya.

Dalam kesempatan itu, Rachmat Yasin memberikan perbandingkan daerah daerah lain 
dengan jumlah penduduk jauh lebih kecil dibandingkan dengan Kab. Bogor yang 
daerahnya luas dan penduduknya banyak. "Di luar pulau Jawa ratusan ribu 
penduduk saja sudah menjadi satu Kabupaten," jelasnya.

Oleh karena itu, kata Rachmat Yasin adanya keinginan pemekaran daerah sah sah 
saja, karena dengan mempertimbangkan berbagai aspek serta bertujuan untuk 
kesejahteraan masyarakat dan memudahkan pelayanan publik.

Terkait dengan Hari Jadi Bogor ke 529 yang jatuh pada 3 Juni, Bupati mengajak 
seluruh unsur muspida seperti Kapolres, Dandim dan Kajari untuk menjadi pejabat 
yang sama sama membangun dan mensejahterakan masyarakat Bogor. "Stigma sebagai 
pejabat vertikal yang bertugas di Kab Bogor harus dihapus, yang penting sebagai 
pejabat harus bisa bersama sama memberikan pelayanan terbaik dan 
mensejahterakan masyarakat," ujarnya.

Untuk itu, seluruh pejabat dari berbagai instansi harus memberikan pelayanan 
dan menjadi bagian dari masyarakat Kab. Bogor. Sebab semua instansi punya 
peranan yang sangat penting dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, daya beli 
masyarakat, stabilitas dan sebagainya.

Sedangkan makna lain dari HJB, kata Rachmat Yasin adalah bagaimana masyarakat 
Kab. Bogot memberikan makna HJB layaknya memperingati hari proklamasi 
kemerdekaan 17 Agustus. "Karena 3 Juni hari lahir Bogor, maka masyarakat Bogor 
harus memberikan apresiasi karena adalah hari jadinya Bogor," ujar Rachmat 
Yasin.(A-134/das)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/147100



<<image001.jpg>>

<<image002.jpg>>

Kirim email ke