SBMI Minta Penghentian Perdagangan Manusia Senin, 27/06/2011 - 11:10 JAKARTA, (PRLM).- Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) dan Buruh Migran Indonesia berunjuk rasa meminta pemerintah menghentikan upaya perdagangan manusia dengan kedok pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri. Pasalnya ketika warga negaranya terbelit masalah, pemerintah tidak melakukan antisipasi. Padahal uang dari buruh berkisar 5,03 miliar dollar AS setiap tahunnya yang dikirim melalui jasa perbankan.
Juru bicara pengunjuk rasa, Jamaluddin mengatakan pemerintah menggunakan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) sebagai alat mengeruk keuntungan dari TKI. Bahkan SBMI menuding kunjungan ke negara lain sebagai upaya mempromosikan rakyat Indonesia yang siap bekerja di luar negeri. "Ini bukti pemerintah tidak mampu menyediakan lapangan kerja untuk rakyatnya," katanya. SBMI juga menuding pemerintah telah lepas tanggung jawab mengurus TKI dengan mendelegasikan pengurusan TKI pada pihak swasta, Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI). "Kalau demikian, BNP2TKI sama saja dengan men-sub-kontrakkan penanggung jawab penempatan TKI kepada PJTKI," ujar Jamaluddin. (A-153/A-147)*** http://www.pikiran-rakyat.com/node/150051
