Ketika Angklung Catat Rekor Dunia
Gubernur Jabar Sayangkan Pernyataan Daeng Udjo
Senin, 11/07/2011 - 18:39

BANDUNG, (PRLM).- Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan membantah bahwa
Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak memberikan perhatian kepada rombongan
yang saat itu berhasil mencatat rekor dunia itu. Pihaknya pun sangat
menyayangkan pernyataan Daeng Udjo (putra keempat Udjo Ngalagena) yang
menyatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak memberikan dukungan kepada
rombongan angklung saat mereka tampil di depan ribuan orang di Washington DC
memainkan alat kesenian khas Jawa Barat itu.

Hal itu diungkapkan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan melalui Kepala Biro
Humas, Protokol, dan Umum Provinsi Jawa Barat, Ruddy Gandakusumah saat
menggelar konferensi pers di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, Senin
(11/7).

Dalam kesempatan itu Ruddy mengatakan, gubernur bersama-sama turut
menghadiri festival angklung yang digelar di lapangan taman nasional
Mall-Washington Monument. Bahkan, gubernur pun turut menyaksikan saat
pemberian piagam rekor dunia diberikan kepada Daeng Udjo oleh Kimberly
Patrick, seorang perwakilan dari Guinness Book of World Records. Setelah
pemberian piagam, gubernur pun sempat menyalami Daeng dan rombongan seusai
penerimaan penghargaan itu.

"Tidak tepat apa yang disampaikan Daeng Udjo bahwa rombongan angklung Udjo
pergi ke Washington bukan atas nama Jawa Barat, melainkan atas nama Badan
Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Indonesia. Walau memang hak dia
mengatakan seperti itu," ungkap Ruddy. Pemerintah provinsi sangat peduli
akan eksistensi kebudayaan dan kesenian Jawa Barat, termasuk kesenian
angklung Udjo.

Ruddy menuturkan, sebenarnya gubernur yang tadinya akan membiayai rombongan
Daeng Udjo dan membeli lima ribu angklung untuk pergelaran tersebut. Namun,
karena BKPM RI juga mempunyai anggaran untuk pergelaran itu, maka tawaran
gubernur dibatalkan oleh BKPM RI.

"Dana yang awalnya dialokasikan untuk membeli angklung itu tidak bisa
diberikan kepada rombongan angklung Udjo karena anggaran pemerintah tidak
boleh duplikasi. Tapi kan, kami dari Jawa Barat tetap diminta BKPM RI dan
Disbudpar Jawa Barat untuk membawa tim kesenian ke Washington dalam
memeriahkan acara angklung. Dengan kata lain, berangkatnya rombongan ke
Amerika itu akhirnya menjadi rencana bersama antara Pemprov Jabar dan BKPM
RI," ujar Ruddy. (A-198/das)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/151552

Kirim email ke