* LINGKUNGAN HIDUP
*<http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=4&rubrik=Lingkungan+Hidup>
------------------------------
*Pendekar Kali Pesanggrahan*
*Oleh : Redaksi-kabarindonesia | 01-Mar-2011, 01:42:07 WIB*

*Pencegahan banjir di Jakarta bisa dimulai dari perbuatan seorang pendekar
lokal bernama Bang Idin.

KabarIndonesia* - Idin tak bisa terbang seperti Superman atau meloncat
lincah ke sana-sini seperti Spiderman. Tapi, Bang Idin yang punya nama asli
Chaerudin adalah penyelamat bagi ribuan pohon yang berada di bantaran Kali
Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Kali Pesanggrahan, satu dari 13 kali di
Jakarta yang telah tercemar limbah dengan bantaran yang kumuh. Dalam puluhan
tahun, lelaki berkumis melintang ini menyulap daerah bantaran Kali
Pesanggrahan yang semula penuh sampah menjadi hutan produktif. Bila ada yang
berniat membuang sampah sembarangan atau merusak pohon di bantaran sekitar
40 hektar, maka mereka harus menghadapi pendekar yang satu ini.

Chaerudin alias Bang Idin, menolakkan pinggang sambil memandang ke arah
aliran Kali Pesanggrahan, di Kawasan Jakarta Selatan yang telah bersih dari
sampah. Pria separuh baya ini bergaya bak pendekar Betawi; golok diselipkan
di sabuk, celana komprang dan peci di kepala.


*Hutan yang Rimbun

*Burung-burung terus berkicau dari rimbunan hutan produksi hasil tangan Bang
Idin di bantaran Kali Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Di lahan seluas 40
hektar, ia tanam lebih dari 60 ribu tanaman buah dan pohon langka seperti
Buni, Jamblang, Kirai, Mandalka, Krowokan, dan Bisbul. Penanaman sejak dua
puluh tahun lalu, saat isu lingkungan belum banyak didengar orang. Saat itu,
ia gelisah proses pembangunan justru merusak lingkungan.

"Ya, orang membangun jangan seenak jidatnya saja. Jadi yang namanya Mall,
Jalan Layang, mobil bagus-bagus, hotel tinggi-tinggi, itu *udah* membangun
namanya. Ya, sekarang *sih* orang boleh *ngomongin* *Green-Green*, Hijau.
Tapi 20 tahun lalu, siapa yang mau ngomongin *kayak gini, hayuh*. Ya,
saya kesal.  Kalau membangun itu dilihat dari segi untung," katanya.
*
*Dulu Bantaran Kali Pesanggrahan kumuh, tak terurus. Sampah dan limbah
berserakan di aliran kali dan bantaran. Bertahun-tahun tanpa digaji, Bang
Idin banting tulang melakukan konservasi hutan di bantaran Kali Pesanggrahan
dan telah menuai hasil. Pada 1998, ia mendirikan kelompok Tani Sangga Buana.

*

Kelompok Tani Sangga Buana

*Kesadaran pentingnya melestarikan hutan membuat Syahril bergabung dalam
kelompok Tani Sangga Buana. Dengan keahliannya bercocok tanam dan mengetahui
seluk-beluk hutan di bantaran kali Pesanggrahan, Syahril rela berbagi ilmu
meski umurnya mendekati 75 tahun.

Bersama sebuah kelompok Bang Idin melakukan konservasi hutan hingga ribuan
kepala keluarga di kawasan Kali Pesanggrahan bisa menikmati hasilnya.

Tokoh masyarakat di bantaran Kali Pesanggrahan, Otik mengatakan, "Hasilnya
banyak sekali, untuk orang kampung saya bisa memasak sayur asem. Manfaat
lainnya, pohon-pohon yang menghasilkan buah banyak sekali dan jumlahnya
ribuan pohon, termasuk jambu, mangga, nangka dan rambutan  di sini sudah
sering berproduksi. Kami memilikinya bersama dan dinikmati ramai-ramai juga
dan kalau datang musimnya, ya dimakan saja."

Warga di Kali Pesanggrahan juga beternak ikan. Mereka bisa memanen ikan Mas,
Mujair atau Gurame sebanyak satu ton dalam seminggu. Hasil panen ikan yang
dibudidayakan secara bersama-sama juga bebas untuk dikonsumsi langsung atau
dijual.
*

Terkenal ke Mancanegara

*Keberhasilan hutan konservasi buah tangan Bang Idin terdengar ke penjuru
dunia, seperti Amerika, Inggris dan Jepang. Aktivis lingkungan dari
negara-negara itu bertandang ke hutan konservasi Bang Idin. Mereka berguru
pada Bang Idin, bagaimana mengelola hutan konservasi dengan semangat
kearifan lokal.

"Ada yang datang dari Inggris, Wales, Amerika dan Jepang.  Mereka ingin
negaranya memeiliki hutan konservasi seperti di sini. Mereka datang dan
pulang lagi.  Mereka juga mengakui bahwa kekurangan cara pembangunan di
Negara-Negara dapat dipelajari dari pengalaman Bang Idin.  Mereka juga
tertarik akan satu filosofinya, yaitu membangun dengan kearifan dan tidak
sekedar *financial* dan fisik.  Alam ini bukan titipan nenek moyang tapi
untuk anak cucu," sebutnya.

Hutan konservasi buah tangan Bang Idin bersama Kelompk Tani Sangga Buana
kini menjadi hutan tropis percontohan di tengah  kota. Tanpa bantuan dana
Pemerintah Daerah, kelompok ini bisa menuai keberhasilan dalam bidang
konservasi hutan.  (*)

*Dilaporkan olej Muhamamd Irham dari Deutsche Welle
http://www.dw-world.de/dw/article/0,,14870530,00.html
*
*Blog: 
**http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/*<http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/>
*Alamat ratron (surat elektronik):
**[email protected]*<[email protected]>
*Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:**
**www.kabarindonesia.com* <http://kabarindonesia.com/>

http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=4&jd=Pendekar+Kali+Pesanggrahan&dn=20110301014207

Kirim email ke