Kuring nyieun 'pangbibita' supaya dibaraca. Tapi hampura make basa 
Indonesia, meh audiensna leuwih lega. :)

-----------------------------------------------------------------------------------


The best weapon is one an enemy never know exists.
***
Banyak hal dan informasi menarik yang bisa kita dapatkan dari artikel 
berjudul "Cyber Weapon: The New Arms Race". Artikel yang ditulis oleh 
Michael Riley dan Ashlee Vance ini dipublikasikan pada website 
businessweek.com. Link lengkapnya adalah: 
http://www.businessweek.com/printer/magazine/cyber-weapons-the-new-arms-race-07212011.html.

Artikel yang menyoroti beberapa kasus hacking ini, membeberkan dengan 
cukup jelas tentang siapa, bagaimana, mengapa, dan kerugian-kerugian 
yang ditimbulkan akibat aktifitas canggih ini.

Diawali dengan kisah pencurian komputer. Pencurian disini bukanlah 
aktifitas hacking melainkan pencurian fisik. Seseorang masuk ke kantor 
sebuah perusahaan perangkat lunak di Silicon Valley dengan mendobrak 
pintu, kemudian mencuri sebuah komputer yang didalamnya terdapat source 
code program. Menurut 'orang dalam' perusahaan tersebut, pihak 
perusahaan mencurigai aksi ini didalangi oleh pemerintah Cina atau 
Rusia. Pendapat ini pun diamini oleh penyelidik intelijen nasional Amerika.

Artikel kemudian berlanjut ke kasus hacking beberapa perusahaan besar. 
Dan tak lupa membahas kasus Stuxnet. Sebuah worm yang merusak sistem 
instalasi nuklir Iran. Program Stuxnet ini mengincar alat PLC 
(Programmable Logic Controller). Dan hebatnya, si pembuat program jahat 
Stuxnet ini merancang programnya supaya hanya menyerang PLC yang 
terpasang pada alat kontroller uranium yang ada di installasi nuklir 
Iran. Lainnya tidak.

Versi awal program ini meski meski bermunculan di berbagai negara, dia 
tidak beraksi. Baru setelah berhasil memasuki sistem di instalasi nuklir 
Iran, dia menjalankan program-programnya. Si Stuxnet masuk ke PLC yang 
mengontrol mesin, kemudian merubah setingan PLC supaya mesin bekerja 
lebih cepat. Selain itu, Stuxnet merubah log aktifitas mesin dan 
menampilkan log yang 'aman', seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Tidak 
cukup begitu, dia pun mematikan sistem alarm. Hasilnya, terjadi 
kerusakan yang signifikan di instalasi nuklir tersebut.

Penulis kemudian memaparkan beberapa kisah seputar hacking yang membawa 
akibat yang signifikan, salah satunya yang terjadi di Korea Selatan. 
Menganalisa kejadian-kejadian tersebut penulis kemudian membawa kita 
untuk sampai pada kesimpulan bahwa perang digital sekarang dan masa 
depan  lebih dari sekedar penyusupan dan pencurian data saja. Cyber 
Warfare atau perang digital bisa menjadi sarana pengrusakan sistem 
fisik. Entah itu dengan merusak sistem air minum, jaringan listrik, dsb.

Are you ready ???

I.R.


------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke