"Bahkan mobil pemadam kebakaran, kesulitan menuju lokasi titik api karena sulitnya akses jalan untuk dilewati mobil,"
Lain kamari teh Jabar boga sesa anggaran. Tah hade mun dibeulikeun keur helikopter keur pasukan pemadam kebakaran. Kacida anehna mun jaman kiwari masih mikir rek mareuman gunung kahuruan ukur make mobil pemadam kebakana. Pan boga IPTN, pabrik manuk beusi tea, tinimbang rek dibangkrutkeurn, mending sina nyieun kapal keur pertanian, keur pemadam kebakaran, sina dibareuli ku tiap propinsi. ====== Terbakar Saat Warga Tarawih Minggu, 31 Juli 2011 | 23:16 WIB *GARUT, TRIBUN - *Kepala Desa Rancabango, Gunardi, mengatakan peristiwa kebakaran di Gunung Guntur tersebut terjadi ketika warga setempat sedang menunaikan salat tarawih. "Kejadiannya tadi waktu warga tarawehan. Ketika pulang tarawehan, warga pada ribut Gunung Guntur terbakar," katanya saat ditemui di kawasan Rancabango, Minggu (31/7) malam. Karena besarnya hembusan angin, kata dia, kobaran api di kawasan tanaman ilalang tersebut, terlihat terus merembet dan diperkirakan telah meludeskan lahan tanaman sekitar lima hektare secara memanjang. Peristiwa kebakaran tersebut, menurut Gunardi tidak mengancam rumah penduduk, karena jaraknya cukup jauh sekitar satu kilometer dari lokasi kebakaran, serta apinya tidak merembet ke bawah melainkan ke bagian atas Gunung Guntur. "Jarak rumah penduduk dengan lokasi kebakaran cukup jauh. Jadi masih aman. Tidak mengancam rumah penduduk," ujarnya. Dikatakannya, peristiwa kebakaran tersebut belum diketahui secara pasti penyebabnya. Namun kata Gunardi, dugaan sementara, kebakaran di kawasan Gunung Guntur yang banyak ditumbuhi tanaman ilalang itu disebabkan akibat percikan api yang timbul dari batu yang jatuh. "Ini merupakan kebakaran kedua selama bulan ini. Sebelumnya, pertengahan bulan ini juga sempat terjadi kebakaran. Namun lokasinya berbeda," kata Gunardi. Menurutnya, warga mengalami kesulitan untuk memadamkan kobaran api yang cukup besar tersebut, karena jarak tempuh titik api cukup jauh dan sulit dijangkau serta dinilai membahayakan. "Bahkan mobil pemadam kebakaran, kesulitan menuju lokasi titik api karena sulitnya akses jalan untuk dilewati mobil," ujar dia. Pantauan Tribun, peristiwa kebakaran di Gunung Guntur tersebut dapat dilihat dari perkampungan yang berada di bawah Gunung Guntur. Bahkan kebakaran kawasan ilalang tersebut cukup terlihat jelas dari kawasan Garut kota maupun warga yang tinggal di perbukitan Kecamatan Samarang yang jaraknya cukup jauh. (zam) *Dapatkan artikel ini di URL:* http://jabar.tribunnews.com/58955/Terbakar Saat Warga Tarawih
