Kasim Ghozali, Pencipta Angklung Digital Seharga Rp 80 Juta
Sabtu, 6 Agustus 2011 | 18:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Penggabungan teknologi digital modern dengan
alat kesenian tradisional angklung ternyata bisa menghasilkan alat
musik inovatif. Angklung Tra-Digi, ini, misalnya. Tidak hanya inovatif
dan berseni, alat ini pun bisa membuat masyarakat yang ingin
memilikinya harus merogoh kocek dalam-dalam.

Orang tentu akan menggelengkan kepala begitu mendengar harga jual
angklung ini. Bukan apa-apa. Angklung Tra-Digi ini dijual Rp 88 juta.

Namun, harga tersebut tentu sebanding dengan nilai budaya yang
terkandung di dalamnya. Menurut pembuatnya, Kasim Ghozali, kepada
Kompas.com di sela pelaksanaan Kridaya 2011 di Jakarta Convention
Center, Sabtu (6/8/2011), ide menciptakan Angklung Tra-Digi ini muncul
ketika ia melihat piano yang bisa memainkan musik tanpa bantuan tangan
manusia.

"Selain itu, kita kan juga buka toko di Shanghai, namanya Made in
Indonesia. (Kemudian) kita berpikir bahwa harus ada sesuatu yang bisa
mengisi," tutur Kasim.

Ia mengatakan, toko dan alat musik angklung ini diciptakannya dengan
maksud melestarikan budaya Indonesia. Menurut dia, sebagai orang
Indonesia, masyarakat harus terus mengembangkan angklung.

Untuk itulah, lanjutnya, alat musik Angklung Tra-Digi ini telah
dipajang di tokonya yang didirikan sejak tahun 2008. Tidak hanya di
tempat itu, alat musik ini juga telah terpajang di Konsulat Jenderal
Republik Indonesia di Guangzhou dan KBRI Beijing, China.

"Ada juga di Amerika Serikat, (tepatnya) di Musical Instrument Museum
di Phoenix," kata Kasim.

Era digital

Kasim menuturkan, Angklung Tra-Digi telah dibuatnya hingga berjumlah
10 buah. Salah satunya kini telah berada di rumah Menteri Kebudayaan
dan Pariwisata Jero Wacik.

"Sekarang ini kan era digital, maka tradisional enggak bisa jalan
sendiri. Nah, kalau digabungkan pangsa pasarnya akan luas," ujar
Kasim.

Pembuatan Angklung Tra-Digi ini pun tidak begitu rumit. Kasim
merancang desain dan konsepnya di Jakarta dan Cikarang. Bahan bambunya
ia dapatkan dari padepokan angklung Mang Udjo, Bandung, sementara kayu
jati dibuat di Jepara dan perakitannya dilakukan di Yogyakarta.

"Jadi, semuanya secara umum made in Indonesia," kata Kasim.

Dalam proses perakitannya, lanjut Kasim, dirinya hanya membutuhkan 5-6
orang pekerja. Sekalipun sudah membuat sepuluh buah, Kasim mengaku
belum menjual angklung-angklung ini.

Rencananya, setelah pameran di Kridaya 2011, angklung-angklung
tersebut akan dipasarkan. Bahkan, ia menyebutkan sudah ada hotel
ataupun instansi berencana memesan.

Angklung Tra-Digi ini dijualnya satu set dengan speaker dan instrumen
iPod. Harganya pun dapat semakin turun seiring dengan banyaknya
permintaan. Bahkan, lanjut Kasim, ukurannya kemungkinan akan
diperkecil. Maklum saja, saat ini angklung berukuran 2 x 0,7 meter
tersebut ditujukan untuk dipajang di kantor atau hotel.

Kasim menuturkan, "angklung digital" ini pun ternyata tidak hanya bisa
dimainkan dengan perangkat digital keluaran Apple. Ia menuturkan,
dengan Windows pun bisa.

Ke depannya, kata Kasim, ia akan terus berkreasi dengan alat musik
tradisional lainnya, seperti gamelan dan kecapi. Ia juga akan kembali
menggabungkan teknologi dengan alat-alat musik tradisional tersebut.
Nantinya, ia juga akan mengembangkan supaya angklung bisa dengan
wireless.

"Karena sekarang kan masih pakai kabel. Harapan kita, supaya angklung
lebih terjangkau oleh masyarakat luas. Ini penting agar kita semua
bisa mengajak atau memacu industri kita di Indonesia, seperti UKM,
untuk lebih berinovasi," ujar Kasim, yang berharap angklung bisa
dipadukannya dengan piano.

"Karena inovasi penting untuk diterapkan dalam sebuah industri," tandasnya.

Ester Meryana

Dapatkan artikel ini di URL:
http://www.kompas.com/read/xml/2011/08/06/1814574/Kasim.Ghozali.Pencipta.Angklung.Digital.Seharga.Rp.80.Juta


------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke