Inna lillahi wainna ilaihi rojiun. Allohummaghfirlaha warhamha waafiha wa'fuanha.
Makarya Mawa Raharja Dari: Ki Hasan <[email protected]> Kepada: [email protected] Cc: Baraya Sunda <[email protected]>; Urang Sunda <[email protected]> Dikirim: Rabu, 10 Agustus 2011 17:12 Judul: "Ibu Hjh. Euis Komariah ngantunkeun" ==> Re: [kisunda] Selingan - Rusuh Di London, Budaya atawa Lain? Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un Mugia almarhumah dihapunten sagala dosana, sareng ditampi sagala amalkasaeanana ku Anjeunna. Amin 2011/8/11 <[email protected]> >Ngiring ngalangkung bewara bela sungkawa sarehing Ibu Hjh. Euis Komariah >ngantunkeun tadi wengi. Mugia almarhumah dihapunten dosana ditampi iman >Islamna. Sakantenan urang pada ngemutan kmh upami diusulkeun janten Maestro >Tembang Sunda...naon gelarna anu loyog nya? Nyanghakeun ka kisunda. Cag. >Powered by Telkomsel BlackBerry® >From: Ki Hasan <[email protected]> >Sender: [email protected] >Date: Wed, 10 Aug 2011 22:25:19 +0800 >To: Ki Sunda<[email protected]> >ReplyTo: [email protected] >Cc: Baraya Sunda<[email protected]> >Subject: [kisunda] Selingan - Rusuh Di London, Budaya atawa Lain? > > >Ari geus rusuh mah geuning teu dimana-mana, sarua we boh di lembur > >urang, kitu deui di Eropa nu cenah nagri modern. >Usumna rusuh mah sarua gelona geuning. > >==== >London Mirip Mogadishu > >Rabu, 10 Agustus 2011 | 09:17 WIB > >TEMPO Interaktif, London - Kerusuhan yang meletup di Ibu Kota London, >Inggris, telah mengejutkan dunia. Berita penjarahan, pembakaran, dan >perusakan itu menjadi berita utama pelbagai media di berbagai negara. > >Majalah mingguan asal Jerman Der Spiegel bahkan menyamakan situasi di >London saat ini dengan Ibu Kota Mogadishu, Somalia. “Sulit >membayangkan itu bisa terjadi. Gambar-gambar (kerusuhan) itu bukan >dari Somalia, tapi di London, tepat di jantung Eropa. Dan kami tidak >akan pernah melupakan itu,” tulis Der Spiegel. > >Kerusuhan itu meletup pertama kali di kawasan Tottenham Sabtu malam >pekan lalu. Peristiwa itu dipicu beredarnya selentingan terbunuhnya >seorang lelaki setempat oleh polisi. Keonaran ini berlanjut hingga >kini dan meluas ke sejumlah kota, seperti Liverpool, Birmingham, >Manchester, Bristol, dan Nottingham. > >Hingga saat ini Kepolisian London telah menahan lebih dari 450 orang . >Angka ini bakal terus bertambah dalam beberapa hari ke depan. Di >Birmingham, polisi sudah menangkap sekitar 100 tersangka. Untuk >menghentikan kerusuhan ini Inggris menerjunkan 16 ribu polisi dengan >peluru plastik. > >Surat kabar the New York Times menyebut ini merupakan kerusuhan >terparah dalam seperempat abad terakhir Negeri Tiga Singa itu. London >sekarang mendapat julukan kota tanpa hukum. > >Sejumlah negara, seperti Swedia, Jerman, Latvia, Denmark, dan >Finlandia telah menyerukan warga mereka untuk menghindari lokasi >kerusuhan. > >DAILY MAIL | FAISAL ASSEGAF > >http://www.tempointeraktif.com/hg/eropa/2011/08/10/brk,20110810-350960,id.html >
