Perempuan Sunda Dobrak Dunia Rias Belanda
Oleh Juliani Wahjana
Dibuat 11 Agustus 2011 10:28

Di dunia kecantikan artis dan fotografi mode di Belanda, nama Lily
Suhendra layak diperhitungkan. Perempuan muda asal Bandung yang sudah
sebelas tahun bermukim di Belanda ini telah banyak merias model-model
terkenal serta melakukan berbagai sesi foto dari para perancang
internasional, bintang televisi, maupun perusahaan di Belanda.

Nama-nama seperti Winston Post (bintang televisi dan pembawa acara
televisi Belanda), Euvgenia Parakina (penari balet), perancang Hans
Ubbink, perancang Cina Sheguang Hu, serta para model di Amsterdam
International Fashion Week, sudah merasakan jepretan kameranya. Saat
ini, Lie, demikian dia menyebut diri sendiri, menjadi fotografer di
acara-acara pesta yang diadakan oleh perusahaan minuman berenergi di
Belanda, ‘She’.

Kariernya patut dibanggakan, padahal dunia fotografi baru digelutinya
setahun belakangan. Tak pelak, ini menunjukkan bakat besar perempuan
ini.

Dari make-up artist ke fotografi
Awalnya Lie menggeluti bidang make-up artist dan hairstylist dengan
mengikuti sekolah di Belanda. Sejumlah penghargaan diraihnya seperti
visagist (perias wajah) terbaik Belanda 2010, penghaargaan Make-Up
Awards Belanda 2010, dan lain-lain.

Dari satu hobi ke hobi lainnya, dari satu profesi ke profesi lain,
dari make-up artist ke fotografi, dunia yang masih terkait satu dengan
lain. Di samping itu, Lie masih bekerja di sebuah butik terkenal di
Amsterdam. Walau menyita waktu, semua kegiatan dilakukan dengan senang
karena “di sanalah hatinya,” kata ibu yang masih harus meluangkan
waktu untuk kedua putrinya, Elena dan Keira.

Sebagai pendatang baru dalam dunia make up artist dan hairstylist,
baik dalam arti sebenarnya maupun dari sisi latar belakangnya, Lie
harus bekerja ekstra keras untuk bisa memasuki dunia ini. “Awalnya
susah banget. Mereka lihat bahwa kita orang Asia. Mereka pikir ‘Bisa
apa nih anak.’ Tapi setelah Lie pegang dan mereka lihat hasilnya. Muka
mereka langsung berubah dan memberi senyum termanis,” kata Lie
mengenang pengalamannya dulu.

Percaya diri
Tidak jauh berbeda dari fotografi yang juga digelutinya. Untuk masuk
dan bersaing dengan para fotografer Belanda sendiri, cukup susah
awalnya. “Karena walau bagaimanapun mereka akan mengutamakan orang
Belanda lebih dulu. Tapi Lie tidak keder atau takut karena Lie tahu
potensi yang Lie miliki,’’ kata Lie dengan percaya diri.

Lie melanjutkan walaupun dia pendatang, tapi dia tidak mau kalah dari
orang-orang asli Belanda. Menurutnya tiap orang memiliki potensi
masing-masing.

Sesudah Lie menunjukkan kebolehan, justru perusahaan minuman berenergi
-‘She’- yang mempromosikannya ke salah satu perusahaan pakaian dalam.
Mereka merekomendasikan jasa Lie karena merasa puas dengan hasil
jepretannya.

Strategi promosi
Untuk menarik pelanggan, Lie tak segan-segan memberi diskon atau
bahkan menawarkan jasanya secara gratis untuk perkenalan. “Ini trik
untuk masuk saja. Yang penting masuk dan networking dulu. Sesudah
dikenal, kita bisa pasang harga.” Demikian kata perempuan yang bermoto
“pantang menyerah dalam hidup dan jangan tergantung pada orang lain
tapi percaya akan kemampuan sendiri.”

Dengan moto hidup seperti itu, serta karater yang tak segan bekerja
keras, Lie yakin kunci sukses telah berada di tangannya.

URL sumber: 
http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/perempuan-sunda-dobrak-dunia-rias-belanda


------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke