Cing taroong, kumaha ngukurna nya, SDM unggul teh? ===== Untuk Meningkatkan Daya Saing Pemprov Jabar Konsentrasi untuk Menciptakan SDM Unggul Rabu, 17/08/2011 - 18:18
BANDUNG, (PRLM).- Keunggulan Provinsi Jawa Barat bukanlah dalam sumber daya alam (SDA) tapi sumber daya manusia (SDM). Karena itu, menciptakan SDM yang unggul menjadi konsentrasi Pemprov. Jabar untuk meningkatkan daya saing Jabar di Indonesia. Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menjelaskan hal itu usai menjadi pembina upacara dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-66 di Lap. Gasibu, Kota Bandung, Rabu (17/8). "Kami menginginkan Jabar menjadi provinsi termaju di Indonesia. Dan HUT RI ini menjadi momentum itu. Jadi nanti warga-warga Jabar yang unggul itu akan turut berperan serta dalam pembangunan di provinsi-provinsi lain di Indonesia. Ini sesuai dengan konsep kita yaitu Jabar mengembara, Jabar ngumbara, Jabar jarambah," katanya. Sejalan dengan dengan kualitas SDM itu, Heryawan pun melihat ke dalam, khususnya kualitas para pegawai negeri sipil di Pemprov. Jabar. Untuk menstimulasi kinerja pnsnya, Pemprov. Jabar telah menerapkan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) yang sangat besar. "Nilainya paling tinggi dibandi pemda-pemda lain se-Indonesia. Artinya, tidak ada alasan bagi pns untuk malas-malasan bekerja. Karena itu, reward and punishment mesti sejalan seiring. Bagi yang malas-malasan, ya TPP-nya dipotong. Bagi yang tidak bekerja selama 30 hari tanpa alasan yang jelas, ya dipecat," ujarnya. Kepala Badan Kepegawaian Daerah Prov. Jabar Solihin membeberkan, reward dan punishment itu sudah berjalan sejak lama. Hingga Agustus ini, Pemprov. Jabar telah memecat 10 pns lingkup Pemprov. Jabar yang melakukan tindak indisipliner. "Mereka secara akumulatif telah bolos bekerja selama 30 hari. Maka otomatis dipecat," ucapnya dalam kesempatan yang sama. Perhitungan kumulatif tersebut didasari UU No. 53/2010 tentang Disiplin PNS. "Kalau dulu kan 30 hari berturut-turut. Sekarang dikumulatifkan. Jika sudah bolos 30 hari, ya sudah dipecat," kata Solihin. Solihin menambahkan, selain pemecatan 10 pns, Pemprov. Jabar juga mencopot 2 orang pejabat struktural eselon 4 dari jabatannya. "Ya, karena melakukan pelanggaran disiplin juga. Selain itu, bagi yang belang-betong kerjanya, TPP-nya dinolkan," ujar Solihin. Kinerja pns juga sebenarnya membutuhkan keberanian dari kepala OPD-nya masing-masing. Kalau kepala OPD tidak berani melaporkan tindak-tanduk bawahannya, akan percuma. "Tinggal keberanian kepala OPD memberi penilaian. Kalau hanya ngomong saja tanpa ada data, ya kami tidak bisa menindaklanjuti. Nah, kalau kepala OPD tidak berani mengambil keputusan, ya TPP-nya juga bisa dikurangi," ucapnya. (A-128/das)*** http://www.pikiran-rakyat.com/node/155515
