Rada bingung oge naon ari hartina /Bakhil/, cenah mah hartina KORET alias
MEDIT. Umpama kitu, lamun maca caping GM dihandap nieu, urang Eropa keur
"demam" koret, embung babagi jeung etnik deungeun, sieun etnik deungeun jadi
dominan di Eropa?
Nyanggakeun Capingna:
Kebakhilan
Catatan Pinggir Tempo, Senin, 01 Agustus 2011
Ia tak gila. Atau ia bagian dari patologi yang tak tersendiri. Anders Behring
Breivik, memakai seragam polisi, membidik dengan tepat anak-anak muda yang
sedang berkemah di Pulau Utoeya. Sebanyak 68 orang terbunuh di pulau di Danau
Tyrifjorden, 38 kilometer dari Oslo, itu pekan lalu. Delapan lain mati karena
ledakan bom. Breivik ditangkap. Pengacaranya membelanya dengan mengatakan: orang
ini sakit jiwa.
Pada kesan pertama, orang Norwegia itu memang ganjil. Kekerasan dengan darah
dingin di sebuah negeri tempat pemberian Hadiah Nobel Perdamaian? Gerakan sayap
Kanan? Begitu kuatkah gerakan itu di bagian dunia yang pernah dianggap tauladan
sosialis-demokrat ini?
Tapi zaman berubah. Sosialisme, dan bersama paham ini semangat yang lebih
toleran, tengah surut di Skandinavia. Juga di seluruh Eropa. Tembakan Breivik
yang membunuh para kader Partai Buruh itu berbareng dengan keruwetan jiwa yang
setengah tersembunyi di masyarakatnya. Sinting atau tidak, apa yang dilakukannya
sebuah isyarat: kita tengah memasuki zaman kebakhilan. Eropalah yang memulainya.
Breivik tak sendirian, meskipun tak semua orang yang sepaham akan mau membunuhi
sejumlah pemuda yang kesalahannya hanya karena mereka pendukung Partai Buruh.
Bagi Breivik, Partai Buruh harus dihabisi; partai inilah yang dengan mudah
membiarkan kaum imigran, terutama yang muslim, masuk ke Norwegia.
Breivik dulu anggota Partai Kemajuan Norwegia, Fremskrittspartiet. Partai ini
tak jauh pandangannya dari sang pembantai, meskipun pemimpinnya, Siv Jensen,
menyatakan merasa sedih bahwa bekas anggotanya bertindak demikian. Yang
menegaskan bahwa Breivik tak sendirian: Partai Kemajuan kini berada dalam posisi
yang naik.
Di bagian Eropa lain, seorang tokoh politik sayap Kanan Italia, Francesco
Speroniyang pernah duduk dalam kabinet Berlusconi yang berkuasamenyebut
gagasan Breivik bertujuan "membela peradaban Barat". Eropa sedang terancam oleh
Islam, kata mereka, Eropa sedang berubah jadi "Eurabia"
.
Kecemasan itu adalah ekspresi kebakhilanyang membuat pandangan Kanan kembali
jadi antitesis gerakan Kiri. Inti pandangan ala Breivik dan Speroni adalah
eksklusivisme. Bagi mereka, pelbagai hal di dalam hiduplapangan kerja, bantuan
sosial, peradaban Baratadalah milik eksklusif.
Eksklusivisme atau kebakhilan menampik orang lain ikut dalam ruang dan waktu, di
sebuah wilayah yang batasnya mereka tentukan dan tutup sepihak.
Batas itu mereka beri dasar agama; mereka menyebutnya "Kristen". Seperti halnya
di sementara kalangan Islam, mereka anggap kebenaran dan Tuhan milik eksklusif
mereka. Batas itu mereka beri wilayah: "Eropa". Dan waktu mereka adalah waktu
yang "dulu"artinya terbatas, bukan waktu yang berlanjut dan membawa perubahan.
Itu sebabnya mereka konservatif. Konservatisme juga eksklusivisme. Bila
pemikiran Breivik hendak mengembalikan perempuan ke status yang lebih rendah
ketimbang yang telah berlaku sejak akhir abad ke-20, itu juga menunjukkan bahwa
konservatisme itu bergabung dengan kebakhilan: bagi mereka, hak-hak tertentu
hanya hak kaum lelaki. Orang harus kembali seperti dulu, kata mereka. Yang tak
mereka sebut, "dulu" itu adalah "dulu" dalam ingatan yang eksklusif. Ingatan
pihak lain, misalnya ingatan kaum perempuan, tak boleh ikut.
Dibandingkan dengan itu semua, kaum Kiri punya tradisi anti-kebakhilan. Tradisi
itu bisa ditarik ke gagasan komunisme awal. Dalam The Idea of Communism (editor:
Slavoj Zizek dan Costas Douzinas), Jean-Luc Nancy menyebut "the Diggers" di
Inggris abad ke-16, yang menganggap tanah sebagai "common treasure" atau harta
bersama. Dari sini pula kata "commonwealth" lahir dan dibawa oleh Republik
pertama.
Dalam semangat commonwealth, kekayaan bukanlah semata-mata milik eksklusif.
Sosialisme menegaskan sah dan adilnya redistribusi sumber-sumber material dan
intelektual. Dan untuk beberapa dasawarsa, sosialisme didengar.
Tapi sejarah sosial dan ekonomi Eropa tak membiarkan itu berlanjut. Kini
sosialisme yang ingin adil pada gilirannya dituduh tak berlaku adil. Agenda
partai-partai sosialis adalah membagikan dana yang ditakik, dalam bentuk pajak,
dari hasil jerih payah orang. Hasil itu dibagikan kepada orang miskin, yang
umumnya tak punya kerja dan sebab itu dianggap tak berjerih payah. Para penerima
subsidisebagian besar orang yang datang sebagai imigrandengan mudah dianggap
parasit. Para pembayar pajak marah. Mereka mulai menentang agenda sosialis. Tak
mengherankan bila partai-partai Kanan merebut posisi. Kebakhilan bergema.
Yang paling mencolok di Belgia. Partai Kepentingan Vlaams dan Partai Aliansi
Vlaams Baru berteriak bukan saja untuk membatasi masuknya imigran dari Dunia
Ketiga. Mereka juga berjuang agar orang berbahasa Vlaams, sebagai "suku"
tersendiri, memisahkan diri dari Kerajaan Belgia. Tapi bukan soal bahasa yang
memicunya. Pada dasarnya yang diutarakan adalah sikap menolak membiayai. Mereka
tak mau membiarkan uang pajak mereka dipakai untuk subsidi bagi orang-orang yang
berbahasa Prancis di Belgia Selatan yang lebih miskin. Dengan kata lain,
persoalan yang dihadapi Belgia bukanlah taal, "bahasa", melainkan betaal,
"bayar".
Kebakhilan macam itu kini mudah mendapatkan legitimasi. Pada mulanya adalah
milikyang jadi bagian kerja kelas borjuis yang mengubah sejarah. Tak semua
menyenangkan. "Kaum borjuis itu seperti babi," kata sebaris lagu Jacques Brel,
penyanyi Belgia termasyhur itu. Tak terlalu tepat: babi tak ditandai oleh sikap
eksklusif. Dari babi tak akan muncul kebakhilan yang agresifkebakhilan kaum
Kanan baru.
Goenawan Mohamad
------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/kisunda/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/