Mere kesan boga tujuan nu jelas, manajemen nu tartib. Numbu jeung naon2 nu aya 
di kongres samemehna. Saena kisunda aya utusan/wakil nu diondang..... US kedah 
diajar ka UJ. 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Ki Hasan <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 23 Aug 2011 01:47:38 
To: Ki Sunda<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Cc: Baraya Sunda<[email protected]>; Urang 
Sunda<[email protected]>
Subject: [kisunda] Basa - Cara Kongres Urang Jawa?

Peserta Kongres Bahasa Jawa Dilarang Pakai Bahasa Lain

Senin, 22 Agustus 2011 | 12:54 WIB

*TEMPO Interaktif*, *Surabaya* - Panitia Kongres Bahasa Jawa V mewajibkan
seluruh pembicara dan peserta berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa saat
kongres berlangsung. Kongres Bahasa Jawa V akan digelar di Hotel JW Marriot
Surabaya pada 27-30 November 2011.

Ketua Pelaksana Kongres Bahasa Jawa V, Hizbul Wathon, mengatakan dalam
kongres-kongres sebelumnya panitia tidak mengatur masalah bahasa komunikasi
ini. Jadi, baik pejabat yang memberikan sambutan, pemakalah, maupun peserta
kongres hampir seluruhnya memakai bahasa Indonesia dalam berkomunikasi.

“Ini kan ironis. Kongresnya membahas upaya pelestarian bahasa Jawa, tapi
pesertanya berbicara dengan bahasa lain,” kata Hizbul, Senin 22 Agustus
2011.

Dalam Kongres Bahasa Jawa IV di Semarang 2006 lalu, kata Hizbul, persoalan
bahasa ini sempat diprotes oleh delegasi asal Suriname. Sebab, mereka justru
tidak paham dengan bahasa pengantar kongres yang kebanyakan menggunakan
bahasa Indonesia.

“Mereka kecewa karena jauh-jauh datang ke Indonesia tapi tidak mengerti
dengan bahasa di arena kongres,” ujar Hizbul yang juga Kepala Bagian
Kebudayaan dan Pariwisata Biro Administrasi Kemasyarakatan Pemerintah
Provinsi Jawa Timur ini.

Di kongres kelima yang menelan biaya sekitar Rp 4 miliar ini panitia
mengundang 600 peserta. Mereka dibagi atas peserta dari Jawa Timur, Jawa
Tengah, Yogyakarta, dan perwakilan seluruh Indonesia.

Untuk menghindari membeludaknya pengikut kongres, Hizbul akan menyeleksi
peserta berdasarkan kompetensi yang dimiliki, khususnya di bidang
pelestarian bahasa Jawa.

Misalnya dari kalangan pendidik bahasa Jawa, pengamat, sastrawan serta
tokoh-tokoh yang mempunyai kepedulian terhadap pelestarian bahasa Jawa.
“Peserta dari Suriname tetap kami undang,” kata dia.

Panitia bagian hubungan masyarakat, Aryo Tumoro, menambahkan selain
menyeleksi jumlah peserta, panitia juga menyeleksi makalah-makalah yang akan
ditampilkan di forum. Karena itu sejak saat ini panitia mulai menerima
makalah dari peserta. “Nanti kami seleksi berdasarkan topik yang dibahas,”
ujar Ario.

* KUKUH S. WIBOWO*

*
http://www.tempointeraktif.com/hg/sastra_dan_budaya/2011/08/22/brk,20110822-352927,id.html
*

Kirim email ke