Ke ke ieu teh nu pahareup2 jeung kanayakan sanes? Baheula mah hareupeunana 
lapangan ayeuna mah pangling  jadi wangunan agreng. Waas baheula mah sok milu 
kuliah shubuh.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Ki Hasan <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 25 Aug 2011 04:16:34 
To: Ki Sunda<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Cc: Baraya Sunda<[email protected]>; Urang 
Sunda<[email protected]>
Subject: [kisunda] Atikan - Pasantren Al Falah, Dago Bandung

Tah Kang Odir, aya oge geuningan liputan ti Tribun Jabar, ngeunaan Pasantren
Al-Falah Dago teh.

===
Pondok Pesantren Al Falah, Cisitu Baru, Dago
Santri Pun Ikut Pelatihan Motivasi dan Diskusi Interaktif
Rabu, 24 Agustus 2011 | 10:28 WIB

*MINGGU *(21/8) sore itu, dari sebuah ruang kelas di Pesantren Al Falah Dago
terdengar lantunan suara orang sedang mengaji. Di dalam kelas itu ada
beberapa santri dan seorang guru yang sedang mengkaji kitab kuning. Ini
merupakan kegitan rutin pesantren selama bulan Ramadan.

Khusus untuk bulan Ramadan ada dua kelas yang dibuka, yaitu kelas pemula
(kelas A) dan kelas lanjutan (kelas B). Adapun materi yang dipelajari adalah
tajwid, *hidayatul mustafidz, tijan, akhlakul lilbanini, safinatunnajah,
jumuriyah, matan bina*, bahasa Arab, *sanusiyah, fathul qorib, ta'lim
muta'alim, kafrowi, tafsir Jalalein, sofwatuttafasir, kifayatulakhyar,
ulumul hadits, ulumul Quran, waroqot, tanbih, maqsud, riyadhussholihin,
imrithy, syamsiyah*, dan *alfiyah*.

Selain mengkaji kitab kuning pada bakda Asar hingga pukul 16.30, setelah
melaksanakan salat Tarawih sebanyak 23 rakaat, para santri pun melaksanakan
tadarus dan setelahnya kembali mengkaji kitab kuning.

Semua kelas yang diadakan menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa
pengantarnya. Santri yang berasal dari luar Jawa Barat kadang meminta
bantuan teman-teman yang mengerti untuk menerjemahkan.

"Teman yang tidak mengerti biasanya minta diterjemahkan, lalu mereka akan
mencatat dengan bahasa mereka sendiri," ujar Iis Farida, seorang santriwati.

Kajian kitab kuning merupakan ciri khas dari sistem salafi. Beberapa
pesantren memang hanya menggunakan sistem salafi atau hanya menggunakan
sistem modern (sekolah formal/madrasah). Pesantren yang berlokasi di Jalan
Cisitu Baru No 52 ini menggabungkan kedua sistem itu.

Selain mengkaji kitab kuning, pesantren ini pun mengadakan sekolah formal.
Pesantren yang didirikan oleh KH Saefuddin Ahmad ini sudah mempunyai sekolah
formal sendiri. Ada TKA/TPA, SD, SMP, SMA, dan SMK yang hanya berjarak
sekitar 30 meter dari pesantren. Untuk pendidikan agama di sekolah formal,
muatannya lebih banyak dibandingkan dengan muatan pendidikan agama di
sekolah lain.

"Di sekolah kami, muatan pendidian agamanya ditambahkan menjadi sepuluh jam
per minggunya," kata KH A Suganda, pemimpin Pesantren Al Falah.

Saat ini pesantren yang didirikan pada tahun 1950-an ini dihuni oleh sekitar
90 santri putra dan putri. Berbeda dengan beberapa pesantren lain yang
santrinya hanya sampai usia SMA, di pesantren ini sekitar 70 persen dari
seluruh jumlah santrinya adalah mahasiswa yang kebanyakan kuliah di ITB.

Pondok pesantren yang memang berdekatan dengan beberapa perguruan tinggi
negeri dan swasta ini juga berperan sebagai institusi yang berbasis
keagamaan untuk menunjang keberhasilan pengembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi.

Di bulan Ramadan, para santri juga diikutsertakan dalam program khusus,
seperti training motivasi, diskusi interaktif, bazar, dan santunan untuk
duafa.

Banyak orang yang tidak mengetahui keberadaan pesantren ini. Padahal,
lokasinya ada di tengah kota. Menurut KH A Suganda, pesantren di tengah kota
seperti ini memang langka.

"Ini merupakan aset Kota Bandung. Di tengah kota masih ada pesantren seperti
ini. Masih langka. Yang membuat pesantren ini masih bisa bertahan sampai
sekarang ini mungkin karena santrinya tidak terlalu dibebani," ujar KH A
Suganda. (*)

Penulis : Andra Nur Oktaviani

Editor : Darajat Arianto
http://jabar.tribunnews.com/read/artikel/63501/Santri-Pun-Ikut-Pelatihan-Motivasi-dan-Diskusi-Interaktif

Kirim email ke