Buah Impor Cantik, Tapi Tak Bergizi
Oleh *hendrawan*
Dibuat *24 Agustus 2011 13:16*
 [image: image/jpeg
icon]buah-flickr-emmajc.jpg<http://cdn.radionetherlands.nl/data/files/images/lead/article/2011/08/buah-flickr-emmajc.jpg>

*Buah lokal jauh lebih segar dan padat gizi dibandingkan buah impor. Namun,
pasar buah Indonesia dibanjiri oleh buah-buahan luar negeri. Pemerintah
perlu mengubah kebijakan untuk menggalakkan produksi dan konsumsi buah
lokal.*

"Apel Washington atau Fiji yang diimpor itu, sudah disimpan berbulan-bulan
sebelum sampai ke Indonesia. Kandungan nutrisinya sudah sangat rendah. Saya
bisa katakan ini produknya tidak lebih dari sampah," kata Khudori, pengamat
pertanian dalam wawancara dengan Radio Nederland.

Beberapa waktu terakhir, di Indonesia muncul kritik terhadap impor
buah-buahan segar ke Indonesia. Melimpahnya buah dari luar negeri
menyebabkan rendahnya konsumsi buah lokal.

*Masalah
*Dari segi potensi, menurut Khudori, tidak diragukan lagi Indonesia punya
potensi yang sangat besar. "Misalnya salak, durian, jambu air dan pisang pun
berbagai macam. Tapi, anehnya yang dikembangkan di sini bukan buah potensi
lokal," kata Khudori.

Menurut Khudori, produksi buah di Indonesia menghadapai berbagai masalah.
Yang pertama, kurangnya perhatian pemerintah terhadap pertanian buah
sehingga menyebabkan rendahnya tingkat produksi. "Buah yang dikembangkan
oleh masyarakat masih dalam taraf kecil, belum dalam tingkat industrial."

Kedua, kualitas buah-buah lokal juga kurang memadai. Ini salah satunya
disebabkan rendahnya kualitas penelitian untuk mengembangkan buah-buah
lokal.

Rendahnya tingkat produksi dan kualitas menyebabkan buah lokas tidak bisa
bersaing dengan buah-buah impor ketika perdagangan bebas diterapkan di
Indonesia. "Buah-buah impor membanjiri pasar, tidak hanya supermarket tapi
juga pasar-pasar becek," jelas Khudori.

*Konsumen*
Buah-buah impor terlihat lebih cantik dan kemasannya lebih menarik, misalnya
apel dari Jepang atau Amerika. Namun demikian, menurut Khudori, kandungan
gizi apel impor itu jauh lebih rendah dibandingkan dengan apel lokal,
misalnya Apel Malang.

"Apel malang itu memang lebih keras dan asam. Tapi, itu justru menunjukkan
mereka masih segar," jelas Khudori. Sedangkan apel-apel yang berasal dari
luar negeri biasanya sudah disimpan dulu selama beberapa bulan sebelum
akhirnya di ekspor. Ini karena di negara-negara itu apel hanya diproduksi
pada satu musim saja. "Jadi, untuk bisa dikonsumsi sepanjang tahun buah-buah
itu harus disimpan dan saat diekspor kualitasnya sudah sangat rendah."

Menurut Khudori perlu dilakukan kampanye terhadap para konsumen tentang
keuntungan memakan buah lokal yang jauh lebih sehat dibandingkan dengan buah
impor. "Tidak semua buah impor yang kelihatan cantik dan dikemas manis
secara otomatis gizinya juga bagus."
 ------------------------------
*URL sumber:*
http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/buah-impor-cantik-tapi-tak-bergizi
 *Links:*
 *Images:*
[i1]
http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/data/files/images/lead/article/2011/08/buah-flickr-emmajc.jpg
[i2] http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia

Kirim email ke