Sebagian Muslim Di Kota Wuzhong Rayakan Idul Fitri
   2011-08-30 13:16:12  CRI
Kota Wuzhong adalah salah satu pusat komunitas umat Muslim di Daerah Otonom
Ningxia Hui. Penduduk Muslim setempat kebanyakan termasuk kelompok Sunni
mazhab Hanafi aliran Qadim. Hari ini pukul 8:00, seiring dengan panggilan
adzan, penduduk kota Wuzhong beriringan bergerak menuju Masjid Wunan, untuk
bersama merayakan Idul Fitri.

Di Tiongkok ada sejumlah daerah yang berlebaran hari ini, dan juga ada
sejumlah daerah yang berlebaran besok. Mengapa Idul Fitri tahun ini jatuh
pada hari ini, 30 Agustus, atau 29 hari puasa di bulan Ramadan? Kepala
Kantor Urusan Masjid Wunan Ma Yuehui menjelaskan, ini berdasarkan keadaan
masing-masing daerah dan peraturan dalam agama Islam sendiri.

Jauh pada sebulan lalu, Masjid Wunan telah mulai mendiskusikan soal
penetapan hari Idul Fitri. Setelah menerima pendapat dari semua keluarga
Muslim, akhirnya mereka sepakat, Idul Fitri jatuh pada 30 Agustus. Mereka
telah menerima informasi dari Arab Saudi bahwa kemarin malam telah terlihat
hilal di langit, sehingga Masjid Wuzhong akhirnya memutuskan hari ini
sebagai hari Idul Fitri.

Pagi hari ini, umat Muslim kota Wuzhong mulai bersiap merayakan Idul Fitri.
Pertama-tama mereka melakukan mandi besar di rumah, lalu membagikan makanan
kepada tetangga sekitar. Setelah itu para lelaki mendirikan salat Ied di
Masjid Seusai salat, mereka menziarahi makam leluhur. Kaum perempuan
biasanya menyiapkan makanan untuk perayaan Idul Fitri di rumah. Setelah para
lelaki pulang, mereka sekeluarga makan bersama dan merayakan hari kemenangan
ini.

Makanan Lebaran umat muslim kota Wuzhong sangat istimewa. Kebanyakan adalah
gorengan, seperti martabak goreng, gulungan mantou goreng, irisan martabak
goreng, dan ditambah buah-buahan yang manis produksi lokal, seperti anggur
dan semangka. Tidak lupa pula menu daging kambing dan sapi yang menjadi
favorit penduduk setempat, misalnya menu daging kambing rebus shouzhua
yangrou. Lebaran di Wuzhong dirayakan dengan limpahan makanan lezat,
segarnya teh Babao, manisnya teh Ningxia, dan luapan kebahagiaan yang tidak
terhingga.
http://indonesian.cri.cn/201/2011/08/30/1s121000.htm

Kirim email ke