Tetela lebaran teh geuning lain ngan ukur 2 poe, malah 3 poe.
Lamun lebaran MUI poe H,
Lebaran Muhamadiyah mah H-1
Aya deui lebaran Aboge, H+1

===
Islam Aboge Salat Id Hari Ini
Kamis, 1 September 2011 | 09:28 WIB
   A A A

*TRIBUN *- Hari ini, Kamis (1/9/2011), penganut Islam Aboge baru merayakan Hari
Raya Idul Fitri 1432
H<http://ramadhan.kompas.com/read/2011/09/01/08403261/Hari.Ini.Penganut.Islam.Aboge.Laksanakan.Salat.Id>.
Ratusan orang menggelar Salat Id di sejumlah masjid di Kabupaten Banyumas,
Jawa Tengah.Di Kabupaten Banyumas terdapat ratusan penganut Islam Aboge yang
tersebar di sejumlah desa, antara lain Desa Cibangkong (Kecamatan Pekuncen),
Desa Kracak (Ajibarang), Desa Cikakak (Wangon), dan Desa Tambaknegara
(Rawalo). Selain itu, di Desa Onje, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga,
juga terdapat ratusan penganut Islam Aboge.

Penganut Islam Aboge atau Alif-Rebo-Wage (A-bo-ge) merupakan penganut aliran
yang diajarkan Raden Rasid Sayid Kuning. Perhitungan yang dipakai aliran
Aboge telah digunakan para wali sejak abad ke-14 dan disebarluaskan oleh
ulama Raden Rasid Sayid Kuning dari Pajang.

Para penganut Islam Aboge meyakini, dalam kurun waktu delapan tahun atau
satu windu terdiri dari tahun Alif, Ha, Jim Awal, Za, Dal, Ba/Be, Wawu, dan
Jim Akhir serta dalam satu tahun terdiri 12 bulan dan satu bulan terdiri
atas 29-30 hari dengan hari pasaran berdasarkan perhitungan Jawa, yakni Pon,
Wage, Kliwon, Manis (Legi), dan Pahing.

Dalam hal ini, hari dan pasaran pertama pada tahun Alif jatuh pada Rabu Wage
(Aboge), tahun Ha pada Ahad/Minggu Pon (Hakadpon), tahun Jim Awal pada Jumat
Pon (Jimatpon), tahun Za pada Selasa Pahing (Zasahing), tahun Dal pada Sabtu
Legi (Daltugi), tahun Ba/Be pada Kamis Legi (Bemisgi), tahun Wawu pada Senin
Kliwon (Waninwon), dan tahun Jim Akhir pada Jumat Wage (Jimatge).

Terkait penetapan 1 Syawal 1432 H, tokoh masyarakat Islam Aboge, Sulam,
Kamis (1/9/2011), mengatakan, hal itu berdasarkan cara perhitungan yang
telah diyakini sejak ratusan tahun silam.

Menurutnya, penganut aliran Aboge meyakini jika tahun 1432 H merupakan tahun
Ba/Be dengan tanggal 1 Muharam jatuh pada hari Kamis pasaran Legi sehingga
muncul hitungan Bemisgi (tahun Be-Kemis/Kamis-Legi).

Menurut dia, hitungan Bemisgi tersebut selanjutnya menjadi patokan
perhitungan untuk menentukan hari-hari penting lainnya di tahun Be ini.
"Kamis merupakan hari pertama di tahun Be. Demikian pula Legi merupakan
pasaran pertama di tahun Be," katanya.

Untuk menetapkan 1 Syawal, kata dia, penganut Aboge menggunakan rumusan
Waljiro (Syawal-Siji-Loro) yang berarti 1 Syawal pada hari pertama dengan
hari pasaran kedua yang diturunkan dari hitungan Bemisgi. Dengan demikian,
kata dia, 1 Syawal 1432 H bagi penganut Islam Aboge jatuh pada hari  Kamis
Legi, 1 September 2011.

Dari hitungan tersebut, penganut Islam Aboge juga sudah menetapkan, 1 Syawal
1433 H bagi penganut Islam Aboge akan jatuh pada hari Senin Legi, 20 Agustus
2012.

Hari ini Sulam baru pertama kali menjadi imam dalam Salat Id di Masjid Saka
Tunggal menggantikan ayahnya yang telah lanjut usia, yakni Kiai Sopani.
"Kami, para penganut Islam Aboge saat ini hanya berusaha meneruskan ajaran
dari leluhur," katanya.

Ia menuturkan, hanya sebagian generasi muda Islam Aboge yang masih
mempertahankan tradisi leluhur. Kata dia, para generasi muda komunitas Islam
Aboge sedang berada dalam persimpangan jalan, yakni meneruskan ajaran
leluhur atau mengikuti ajaran Islam yang berkembang di masyarakat secara
umum.

Penulis : kompas.com Editor : Kisdiantoro
http://jabar.tribunnews.com/read/artikel/68772/Islam-Aboge-Salat-Id-Hari-Ini

Kirim email ke