Danau Cipule
Rendezvous di Pulau Cinta

   -
   -

 Jumat, 02/09/2011 - 00:09
 [image: SYAMSUL BACHRI/"PRLM"]
SYAMSUL BACHRI/"PRLM"
OBJEK wisata Danau Cipule, Karawang.*

PRLM - Perjalanan dari Kota Karawang ke objek wisata Danau Cipule lumayan
menguras keringat. Apalagi, saat itu, udara Karawang dan sekitarnya sangat
panas. Matahari begitu terik memancarkan cahayanya. Tak terasa, meskipun
jarak Karawang Danau Cipule hanya sekitar 30 kilometeran, peluh terus
mengalir membasahi tubuh. Perjalananpun terasa melelahkan.

Untuk melepas lelah, bendungan Walahar menjadi pilihan tempat istirahat.
Selepas istirahat dan puas menikmati keindahan bendungan Walahar --biasa
orang menyebutnya Bendung Parisdo-- perjalanan dilanjutkan ke Danau Cipule,
sekitar 3 km dari Walahar ke arah selatan dengan kondisi jalan lumayan
beraspal.

Hanya seperempat jam perjalanan, keindahan Danau Cipule sudah tampak di
depan mata. Indah dan tampak asri. Apalagi, cuaca sangat mendukung, langit
biru berhiaskan awan putih berarak. Panorama Danau Cipule menjadi tampak
lebih elok.

Hembusan angin danau Cipule begitu segar menerpa tubuh. Pohon-pohon yang
tumbuh di sekeliling danau, seolah mengajak untuk segera merapat ke bibir
danau.

Dari kejauhan sayup-sayup terdengar alunan musik organ tunggal. Makin dekat,
makin jelas terdengar. Sebuah lagu dangdut yang sedang populer saat ini
terdengar dinyanyikan seorang gadis. Lumayan merdu suara pelantunnya.

Pulau Cinta

Ternyata alunan musik dangdut itu berasal dari sebuah pulau kecil di tengah
Danau Cipule. Orang-orang menyebutnya Pulau Cinta. Asal usul nama Pulau
Cinta ngak jelas. Mungkin tempat orang-orang memadu kasih.

Pulau seluas 2.000 meter persegi ini menjadi daya tarik tersendiri.
Rata-rata, yang berkunjung ke Danau Cipule, pasti menyempatkan diri
menyeberang ke Pulau Cinta. Sepertinya kurang lengkap, main ke Danau Cipule
ngak berlayar ke Pulau Cinta.

Untuk menyeberang ke Pulau Cinta sangat mudah. Tinggal naik perahu sampan
kecil, ngak sampai lima menit, sudah sampai di Pulau Cinta. Tarifnya lumayan
murah, hanya Rp 2.000 per orang pulang pergi.

Perahu ini nggak perlu didayung. Sebab, fungsi perahu ini hanya sebagai alat
penyeberangan saja. Juru kemudinya cukup menarik kabel baja yang terbentang
dari daratan hingga Pulau Cinta. Jadi perahunya terikat pada kabel baja. Ya,
mirip dengan rakit penyeberangan sungai.

Meskipun hanya sekejap berlayarnya, romantisme yang disajikan Danau Cipule
begitu terasa indah. Ada sensasi lain yang sulit dirangkai dengan kata-kata.

Jika ada perahu sewaan, ingin rasanya berlayar di Danau Cipule dan
mengelilingi Pulau Cinta. Sayang, perahu sewaan untuk lalayaran belum ada.

Ketika kaki menginjak tanah Pulau Cinta, aura romantisme begitu terasa.
Pohon-pohon yang tak terlalu tinggi, anggun memagari Pulau Cinta. Cahaya
mentari menerobos diantara hijaunya dedaunan. Angin basah yang berhembus
dari danau terasa segar. Begitu teduh dan damai. Wajar, jika pengelola
menamai Pulau Cinta.

Untuk sekadar melepas lelah atau jika ingin rendezvous, 9 buah saung lesehan
bambu yang beratapkan rumbia dan menghadap ke danau siap disinggahi. Tapi,
jika berombongan, tersedia saung lesehan panjang. Permainan untuk
anak-anakpun tersedia, meskipun hanya mainan ayunan dan tempat tiduran di
pohon.

Lumayan sebagai penghibur anak-anak

Sayangnya, pengelola Pulau Cinta belum menyediakan makanan dan minuman ala
rumah makan. Yang tersedia hanya mie instan rebus dan aneka minuman ringan.
Makanya, jika berkunjung ke Pulau Cinta dan ingin merasakan botram atau buka
timbel, bawalah bekal dari rumah.

Danau Cipule ini tepatnya berada di Kampung Cipule, Desa Mulyasari,
Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang. Dari Kota Karawang sekitar 20 km ke
arah Klari. Kalau dari Klari sekitar 7 km. Sedangkan dari Bendung Walahar
sekitar 3 km. Jalannya lumayan bagus beraspal.

Potensial dikembangkan

Danau Cipule ini sangat potensial untuk dikembangkan. Keindahan alamnya
layak untuk dijual. Berbagai macam wisata air bisa dikembangkan di Danau
Cipule ini, seperti mancing, perahu layar, powerboat, becak air, dan
sebagainya. Bahkan olahraga airpun bisa.

Bukan ngak mau mengembangkan, tutur Soebroto, pengelola Pulau Cinta, sebab
status Danau Cipule ini belum jelas. Mau dibuat apa, sampai sekarang, belum
tahu persis. “Pulau Cinta ini pun, saya kelola secara iseng saja.

"Makanya, saya belum berani ekspansi gede-gedean. Kalau keinginan untuk
mengembangkan Pulau Cinta sudah ada. Tinggal menunggu kejelasan saja,”
katanya.

Sebenarnya, Danau Cipule ini lahan bekas galian pasir. Luasnya sekitar 90
hektaran. Makanya, kedalaman Danau Cipule ini ngak sama, ada yang 2 meter
hingga terdalam 20 meteran. “Kebetulan, dulu yang mengelola penggalian pasir
di sini saya sendiri. Jadi, tahu persis kondisi Danau Cipule ini,” ujar
Soebroto.

Lepas dari berbagai permasalahan, Danau Cipule potensial untuk dikembangkan,
terutama sebagai kawasan objek wisata air. Tidak menutup kemungkinan, Danau
Cipule akan menjelma menjadi objek wisata unggulan Kabupaten Karawang.
Malahan, bisa menjadi salahsatu daerah tujuan wisata di Jawa Barat. Bisa !
Mengapa tidak. (Syamsul Bachri-PDR-"Pikiran Rakyat”)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/157085

Kirim email ke