Di lembur? Emang nuju di panyabaan di mana deui Mang? Hehehe..

Tapi emang bisa nya perlawakan diteliti secara ilmiah? Mun enya, cigana jadi 
hiji2na Indonesia di alam dunya nyieun sakola perlawakan, ato di luar nagreg 
geus aya? 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Ki Hasan <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sun, 18 Sep 2011 21:18:25 
To: Ki Sunda<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Cc: Baraya Sunda<[email protected]>; Urang 
Sunda<[email protected]>
Subject: [kisunda] "Dr. HC" Tukul Arwana?

Keur usum Dr. HC jigana di lembur teh nya.

=====
Tukul Arwana Ditawari Gelar Doktor Honoris Causa
Minggu, 18 September 2011 09:45 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG - Pelawak sekaligus presenter kawakan, Tukul Arwana,
pernah ditawari gelar kehormatan atau doktor honoris causa dari sebuah
universitas swasta di Jakarta.

"Tawarannya datang sekitar tiga tahun lalu. Saya sempat mengobrol dengan
seorang pakar dari universitas tersebut, lalu beliau tertarik," kata Tukul
ketika menghadiri sidang promosi doktoral Letnan Jenderal TNI Hotmangaradja
Pandjaitan, di Gedung Pascasarjana Unpad, Bandung.

Dari pertemuan dan obrolan itu, Tukul ditawari untuk membuat penelitian
tentang dunia perlawakan. Bahwa, kemampuan lawak itu bukanlah bakat ataupun
faktor turunan, melainkan sesuatu yang bisa dilatih.

"Saya juga ditawari untuk membuat analisis karakter dalam perlawakan,
tentang proses komunikasi dan penyampaian pesan apa yang disampaikan lewat
karakter," ujar presenter *'Bukan Empat Mata' *itu.

Menurut Tukul, dunia perlawakan bisa dipelajari dan dijabarkan secara
ilmiah. Lawak itu suatu bidang yang bisa diterima secara akademis dan
universal.

"Karakter tokoh pelawak itu bisa dianalisis pesannya. Misalnya, joker,
kenapa identik dengan menghibur. Padahal, joker tidak selamanya juga harus
seperti itu,'' kata Tukul. ''Berarti ada unsur komunikasinya kan.''

Tukul mengatakan, dirinya sanggup menjabarkan tentang sejarah perlawakan.
Bahkan, dia sempat menjuluki dirinya sebagai "Doktor Lawak Tukul Arwana".

"Kalau bisa, saya buat saja Fakultas Perlawakan yang mempelajari tentang
bagaimana hubungan antara manusia dengan manusia lainnya agar bisa saling
menghibur dan menyenangkan satu sama lain. Itu kan sekarang yang dibutuhkan.
Dari pada saling mengecewakan, tertutuplah rejeki," tuturnya.

Ketika ditanyai keinginan untuk meneruskan kuliah, dia mengatakan ingin bisa
meneruskan kuliah. Namun, karena kesibukan dan padatnya jadwal *show*, Tukul
terpaksa mengurungkan niat

"*Wah* ingin, ingin sekali bisa kuliah, tapi saya berat juga harus mengatur
jadwal yang padat," tuturnya.

Jika kesempatan itu datang kembali, dia mengaku ingin melanjutkan kuliahnya
di universitas dalam negeri ketimbang luar negeri. "Universitas di dalam
negeri *dong*, universitas kita kan bagus-bagus seperti Unpad misalnya,"
katanya.
*Redaktur:* Didi Purwadi
*Sumber:* Antara
http://www.republika.co.id/berita/senggang/sosok/11/09/18/lrp6ce-tukul-arwana-ditawari-gelar-doktor-honoris-causa

Kirim email ke