Nasib Pantai Ujung Genteng tak Seindah Alamnya Senin, 19/09/2011 - 00:54 [image: SYAMSUL BACHRI/"PRLM"] SYAMSUL BACHRI/"PRLM" BERJALAN di Pantai Ujung Genteng, Sukabumi dengan hamparan pasir putihnya seraya menikmati hembusan angin dan deburan ombak. Sayangnya sanitasi kegiatan pelabuhan dekat pantai kurang diperhatikan,...
PRLM - MATAHARI masih malu-malu menyinari kawasan Pantai Ujung Genteng. Padahal, jarum jam sudah menunjukan di angka sepuluh. Cahayanya belum begitu terasa menyengat kulit. Masih terasa hangat di tubuh. Burung-burung lautpun seperti sedang menikmati belaian hangatnya sang mentari pagi. Melayang-layang ke sana ke mari di langit nan biru. Sebuah harmoni alam yang indah. Ombak laut yang saling berkejaran pun tampak anggun memecah keheningan pagi di Pantai Ujung Genteng. Pasir putih yang terhampar bak permadani di sepanjang pantaipun, tetap setia digempur gulungan ombak. Begitu eksotis. Deretan pohon kelapa dan ketapang pun dengan gagahnya memagari pantai. Begitu tampak kokoh dan kekar. Hembusan angin laut hanya mampu menggoyang-goyang daun dan rantingnya saja. Lukisan alam yang begitu sempurna. Surga yang terlupakan Tak berlebihan, jika Pantai Ujung Genteng dikatagorikan sebagai objek wisata alam yang sangat potensial. Malahan, jika dikelola secara profesional, bukan hal yang mustahil akan menjelma menjadi objek wisata favorit. Atau menjadi daerah tujuan wisata (DTW) para wisatawan. Betapa tidak, kawasan Ujung Genteng memiliki segalanya. Alamnya, sangat layak jual. Apalagi pantainya, selain bening airnya, pemandangan pantainyapun sangat indah. Dan, masih tampak hijau dan rimbun. Selain itu, jika kita berwisata ke Pantai Ujung Genteng, beberapa spot wisata bisa kita singgahi. Tinggal pilih, mau ke penangkaran penyu hanya 6 kilometer dari Ujung Genteng. Atau mau ke Pantai Cibuaya, hanya sekitar 5 kilometer saja. Jika masih ada waktu, singgahlah di Bumi Tanah Lot ala Ujung Genteng. Lokasinya, sekitar 12 kilometer sebelum sampai di Pantai Ujung Genteng. Nah, bagi yang senang berpetualang dengan sepeda motor, cobalah jajal Pantai Ombak Tujuh. Jarak tempuhnya lumayan jauh, sekitar 50 kilometer dari Pantai Ujung Genteng. Medannya sangat menantang adrenalin. Dan, ada tiga sungai tanpa jembatan yang harus diseberangi. Karena medan perjalanannya melewati hutan dan sungai tanpa jembatan, disarankan memakai jasa pemandu/guide. Biar aman dan tak tersesat di perjalanan. Tarifnya lumayan mahal, sekitar Rp 200.000 sekali antar. Bagi yang ngak punya nyali pake sepeda motor, bisa menggunakan jasa sewaan perahu nelayan. Cuma tarifnya lumayan bisa menguras kocek. Sekitar Rp 750.000 pulang pergi untuk trayek Pantai Ujung Genteng – Pantai Ombak Tujuh. Oh ya, Pantai Ombak Tujuh ini terkenal karena ombaknya. Menurut Asep Permana, guide Pantai Ujung Genteng, Pantai Ombak Tujuh ini surganya para peselancar, baik yang datang dari mancanegara maupun domestik. Pantai Ujung Genteng ini tepatnya berada di Kampung Kalapa Condong, Desa Ujung Genteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi. Sekitar 234 kilometer dari Bandung. Dan, sekitar 140 kilometer dari Kota Sukabumi. Tak Terurus Keindahan dan keelokan Pantai Ujung Genteng sepertinya tidak terlihat jelas oleh pemda setempat. Maka tak heran, jika Pantai Ujung Genteng dibiarkan apa adanya. Seperti ngak pernah terjamah sentuhan-sentuhan profesional. Tengok saja jalan di sekitar kawasan pantai, tidak lebih baik dari kubangan kerbau. Setiap kendaraan yang mau menuju pantai dan bermalam di pondokan atau vila, mau tak mau, harus rela masuk ke jalan kubangan kerbau. Tarif pondokan pun relatif mahal, jika di konversikan dengan fasilitas yang bisa dinikmati. Apalagi, jika dibandingkan dengan tarif hotel atau pondokan yang ada di kawasan wisata pantai lainnya, misalnya Pantai Pangandaran atau Palabuhan Ratu. Tarif di Pantai Ujung Genteng relatif lebih mahal. Makanan dan minuman pun bisa menjadi masalah bagi para wisatawan. Sebab, tidak banyak rumah makan yang representatif dan ramah di dompet. Harga makanannya relatif lebih mahal, dengan menu yang biasa dan standar. Begitu juga dengan kebersihan pantai, masih ada kesan jorok. Sampah dan kotoran lainnya bercecer di sepanjang pantai. Apalagi, Pantai Ujung Genteng ini hampir bersatu dengan tempat berlabuhnya perahu-perahu nelayan, yang membongkar ikan hasil tangkapan. Maka, jika jalan-jalan menyusuri pantai, sering tercium bau amis. Mungkin bau dari bangkai ikan atau kotoran ikan yang dibuang sembarangan tempat. Jika segala kekurangan ini dibiarkan, bukan tidak mungkin, pengunjung atau wisatawan akan terus berkurang dari waktu ke waktu. Atau, Pantai Ujung Genteng hanya tinggal sejarah. Mudah-mudahan saja tidak sampai terjadi. Apakah Pantai Ujung Genteng akan dibiarkan tanpa pembenahan? Semoga tidak. Pasti masih ada yang arif dan mau melakukan perubahan. (Syamsul Bachri- PDR/”PRLM”)*** http://www.pikiran-rakyat.com/node/158955
