Tidak Ada Anti-Islam di Belanda
  Radio 
Nederland<http://www1.kompas.com/printnews/xml/2011/09/20/03400056/Tidak.Ada.AntiIslam.di.Belanda#>
Ustad Mudawi Maarif, pengasuh Pesantren Ummar bin Khattab, Surabaya, ketika
menjadi tamu Masjid Al Ikhlas, milik Persatuan Pemuda Muslim se-Eropa
(PPME).
 Selasa, 20 September 2011 | 03:40 WIB

*AMSTERDAM, KOMPAS.com -* Masyarakat Indonesia itu amburadul. Perbedaan
antara masyarakat Indonesia dan Belanda bukan seperti jarak langit dan bumi,
tapi malah, "...antara langit dan sumur".  Iman dan Islam Muslim Indonesia
itu hanya sebatas di mulut saja.

Hal tersebut dikatakan Ustad Mudawi Ma'arif, pengasuh Pesantren Ummar bin
Khattab, Surabaya, kepada *Radio Nederland* yang dijumpai di Amsterdam,
Belanda. Radio itu akhir pekan lalu melaporkan, Ustad Mudawi menjadi tamu
Masjid Al Ikhlas, milik Persatuan Pemuda Muslim se-Eropa (PPME), Amsterdam
selama bulan Ramadan sampai beberapa hari seusai Idulfitri 1432 H yang lalu.

Mudawi melihat Belanda adalah negara yang makmur, karena negeri kincir angin
ini hampir memiliki semuanya. "Serba ada," katanya. Menurut dia, sebenarnya
orang yang bertakwa patut menikmati kemakmuran. Karena itu adalah janji
Allah, tambahnya.

Makanya ia merasa aneh mengapa Muslim di Indonesia sebagai orang yang
bertakwa tidak dilimpahi kemakmuran seperti masyarakat Belanda. "Ini berarti
ada masalah terhadap Islam dan keimanan mereka (umat Islam Indonesia)."

Mudawi berharap agar kebaikan-kebaijan di Belanda bisa ditiru oleh
Indonesia. Tapi begitu juga sebaliknya, tambahnya. Waktu di Indonesia Ustad
Mudawi membayangkan Belanda itu negaranya kering kerontang. "Terus
masyarakatnya .... seperti itulah," katanya tanpa mengatakan lebih jelas apa
yang dimaksudkannya.

"Ternyata apa yang saya bayangkan sebelumnya tidak benar. Masyarakat Belanda
sangat antusias menerima kebaikan."

Mudawi mengatakan, orang-orang non-muslim di Belanda sebenarnya terbuka
untuk menerima kebenaran. Masalahnya sekarang, tambah ustad yang hafal Al
Quran ini, kebenaran itu belum sampai ke mereka, karena belum ada yang
menyampaikannya kepada mereka.

"Adalah Pekerjaan Rumah (PR) bagi kita semua (ummat Islam,)," tambah
Mudawi,  untuk menjelaskan Islam berbentuk anjuran dan dengan cara yang
baik. Dengan mengatakan hal ini, Mudawi ingin menunjukkan bahwa Islam tidak
mengenal paksaan dalam menyebarkan ajarannya.

Belakangan warga Belanda makin banyak mendukung partai PVV, partainya Geert
Wilders yang dikenal anti-Islam. Namun ustad dari Jawa Timur itu mengatakan,
ia tidak mengalami suasana anti-Islam di Belanda selama ia berada di negeri
mantan penjajah ini.

"Buktinya kami lihat banyak masjid bahkan sekolah-sekolahan yang dijadikan
fasilitas dari pemerintah untuk digunakan sholat."

Walhasil, ia menyimpulkan, perasaan anti-Islam di Belanda itu hanyalah
berdasarkan kebencian sekelompok orang. "Itu kebencian seseorang yang tidak
sampai mempengaruhi sistem pemerintah."

*Dapatkan artikel ini di URL:*
http://www.kompas.com/read/xml/2011/09/20/03400056/Tidak.Ada.AntiIslam.di.Belanda

http://internasional.kompas.com/read/2011/09/20/03400056/Tidak.Ada.AntiIslam.di.Belanda

Kirim email ke