".. saiki kula jarang mancing, wedi cokot iwak Buntal ..."

Tah nu ieu mah rada gampang nebakna.

Meureun kieu tarjamahna: "Ayeuna aing jarang nguseup, sieun manuk aing
dilegleg lauk buntal"

Hehehe

2011/9/29 Sp Saprudin <[email protected]>

> **
>
>
> resep keneh kana ngusep mah Kang Gun, komo mun ngusep konde mah
> he..he..saiki kula jarang mancing, wedi cokot iwak Buntal
>
>  *Dari:* Gunawan Yusuf <[email protected]>
> *Kepada:* [email protected]
> *Dikirim:* Kamis, 29 September 2011 8:50
> *Judul:* Re: [kisunda] KEZALIMAN YANG BESAR
>
>
> kang, masih resep nguseup ?, kuring neangan batur keur nguseup di tengah
> laut, naek kapal-na di karang hantu, atanapi nguseup sing muara domas,
> pontang, jarene sing lagi akeh iwak kakap putih
>
> 2011/9/29 Sp Saprudin <[email protected]>
>
> **
>
>   *Mumuluk heula dak samemeh digarawe...............*
> **
> *--------------------------*
> **
> *IMAN YANG DISERTAI KESYIRIKAN*
>   ditulis oleh Isep Saprudin *)
>
> Membuka lembaran-lembaran hidup masa lalu yang tersimpan di memori otak
> saya, ada kasus yang menjadi bahan tulisan saya di bawah ini. Pada masa
> remaja saya seringkali menyaksikan seuatu perbuatan yang disandarkan kepada
> agama, padahal agama tidak mensyariatkannya. Salah satu kasus adalah ketika
> saya di ajak jiarah oleh salah satu tokoh agama di kampung saya. Cara-cara
> atau praktek jiarahnya sangat kontra diktif dengan yang disyariatkan agama.
> Dapat saya ilustrasikan, ketika jiarah kubur bersama sang tokoh agama, di
> depan kubur beliau duduk dekat batu nisan dan tangannya mengetuk-ngetuk batu
> nisan sambil berucap "Mama hadir, mama hadir, mama hadir". Waktu itu
> saya belum memahami tata cara jiarah kubur menurut syariat agama,
> sayapun mengikuti saja praktek jiarah kubur yang dilakukan sang tokoh agama
> tersebut.  Sang tokoh agama memanjatkan do'a tawasul yang ditujukan kepada
> Para Nabi dan Rasul, para Aulia hingga kepada deretan nama-nama yang saya
> tidak tahu, dan terakhir beliau mengatakan kepada saya : "Sebutkan hajat
> kamu dan mintalah bantuan kepada ahli kubur yang telah Kai undang untuk
> hadir di sini".
> Kemudian kasus lain, ketika saya mancing di pinggiran pantai masih di
> kampung saya. Pada waktu itu yang mancing ada lima orang, salah satu dari
> lima orang tersebut ada yang melakukan ritual dengan membakar kemenyan,
> entah dari kampung mana orang tersebut datang. Sebelum mancing orang
> tersebut membakar kemenyan sambil mulut komat-kamit entah apa yang dia
> ucapkan. Setelah selasai melakukan ritual, saya hampiri orang tersebut dan
> menanyakan apa yang dia lakukan. Jawaban orang tersebut adalah katanya
> memohon izin kepada penguasa laut dan Insya Allah ikan akan banyak. Terus
> saya tanyakan siapa penguasa laut itu, dia menjawab bahwa penguasa laut
> pantai selatan adalah KANGJENG RATU RORO KIDUL.
>
> Merujuk pengalaman hidup tersebut di atas kaitannya dengan
> masalah permintaan (hajat), kalau kita sandarkan kepada pemahaman agama
> bahwa segala bentuk permintaan/hajat cukup hanya ditujukan kepada Allah Swt.
> semata, tidak kepada selain-Nya.
>
> Mari kita simak ayat al Qur'an di bawah ini :
> *Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka : ‘Siapakah yang
> menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?’. Tentu
> mereka menjawab : ‘Allah’, maka bagaimanakah mereka (dapat) dipalingkan
> (dari jalan yang benar)?”* (Al-Ankabut:61).
>
> Orang yang mengingkari dan mengakui adanya Allah secara bulat-bulat maka
> dia tidak disebut orang musrik. Karena dasarnya dia tidak mengakui
> eksistensi Tuhan yang ia sekutukan dengan yang lain dalam ibadah, (orang
> macam ini termasuk kafir).
>
> Adapun orang yang mengakui/mengimani adanya Allah, sedang dia mempercayai
> pula disamping Allah dia juga mempercayai kekuatan-kekuatan ghaib lain
> bersama-sama dengan-Nya dalam mengendalikan kerjaan-Nya, atau memberikan
> manfaat dan pertolongan dan bantuan atau syafaat disisi-Nya tanpa izin-Nya,
> maka orang macam ini disebut orang musyrik. Sebab dia percaya dan beriman
> kepada Allah dan menjadikan yang lain sebagai sekutu dalam beberapa sifat
> Ilahiyah (Ketuhanan).
>
> Di tengah kehidupman masyarakat mulsim, orang-orang macam ini sangat jelas
> kontras terlihat. Salah satu contoh kasus tersebut diatas, mereka percaya
> kepada Allah Swt, dan mereka menyembah Allah Swt. Kepada-Nya mereka
> menyandarkan penciptaan, harapan, rezeki, penghidupan, kematian dan mengurus
> segala urusan, sebab mereka mengaku penganut agama Islam. Saya katakan
> mereka telah melakukan kemusyrikan, karena disamping mereka menyembah Allah
> Swt. mereka juga meyakini adanya kekuatan-kekuatan ghaib yang mereka
> percayai, yakni keyakinan mereka bahwa ada kekuatan ghaib seperti Para Roh
> atau penguasa Pantai Selatan Pulau Jawa (Nyi Roro Kidul).  Semua itu
> mereka lakukan karena mereka yakin Makhluq Gaib (Roh) atau Nyi Roro Kidul akan
> melindungi dan dapat mengabulkan permintaan/hajat mereka.
>
> Oleh karena itu, Allah menjadikan syi’ar dan simbol Islam adalah 
> *“Lailahaillallah”
> (tiada Tuhan selain Allah).”* Maksudnya Allah yang engkau imani itu, yang
> engkau akui wujudnya, yang engkau sandarkan kepadanya segala penciptaan dan
> perintah, hanya Dia satu-satunya yang berhak disebut Tuhan dan disembah, dan
> tidak ada Tuhan lain yang berhak untuk itu.
> Ketika Al Qur’an menyeru kepada mereka untuk meng-Esakan dan mentauhidkan
> Allah. Al Qur’an menjadikan kepercayaan dan keimanan mereka sebagai hujjah
> dan argumentasi atas mereka.
> Firman Allah Swt. :
> *“Katakanlah : “Sesungguhnya yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan
> bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penghlihatan,
> dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan
> yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka
> mereka akan menjawab : “Allah” Maka katakanlah : “Mengapa kamu tidak
> bertaqwa (kepada-Nya)?”.*
> *Maka (Dzat yang demikian) itulah Allah Tuhan kamu yang sebenarnya; maka
> tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka bagaimanakah kamu
> dipalingkan (dari kebenaran)?”.* (Yunus : 31-32).
>
> Mereka mengaku adanya Allah, menyandarkan kepada-Nya segala penciptaan dan
> perintah, maka Al Qur’an menjadikan aqidah (kepercayaan) ini sebagai hujjah
> atas mereka yang menegaskan Allah lah yang memiliki segala sesuatu. Dialah
> Tuhan mereka yang benar, adapun selain-Nya maka semuanya adalah batil dan
> sesat.
> Allah Swt berfirman :
> *“Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka : “Siapakah yang
> menjadikan langit dan bumi dan menundukkan mata hari dan bulan?” Tentu
> mereka akan menjawab “Allah”, maka bagaimana mereka (dapat) dipalingkan
> (dari jalan yang benar)?”.* (Al Ankabut : 61).
>
> Sesungguhnya mereka mempercayai dengan kepercayaan yang teguh, yang tidak
> ada keraguan didalamnya dan mengakui Allahlah yang menciptakan langit dan
> bumi dan menundukkan matahari dan bulan, serta mereka tidak menyandarkan
> kepada selain-Nya sesuatupun dari sifat-sifat Rububiyah (pengaturan),
> semuanya hanya mereka sandarkan kepada Allah semata.
> Islam datang dengan ayat-ayat yg jelas, serta dengan hujjah-hujahnya yang
> tegas dan lugas. Maka semua kesesatan dan kebatilan tersebut ditumpas !
> Firman Allah Swt. :
> “*Katakanlah : “Panggillah mereka yang kamu anggap (tuhan) selain Allah
> maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya
> daripadamu dan tidak pula memindahkannya”* (Al Isra : 56).
> Dalam ayat lain Allah Swt. berfirman :
> “*Katakanlah : “Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain
> Allah, mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat biji zarrah pun di langit
> dan di bumi, dan mereka tidak mempunyai suatu saham pun dalam (penciptaan)
> langit dan bumi dan sekali-kali tidak ada diantara mereka yang menjadi
> pembantu bagi Nya” Dan tidaklah berguna syafa’at disisi Allah melainkan bagi
> orang yang telah diizinkan-Nya memperoleh syafa’at itu”* (Saba : 22-23).
>
> Dari ulsan singkat ini, pembaca akan memahami judul tersebut diatas dan
> secara tegas mengetahui Iman yang disertai kesirikan, dan tidaklah sebagian
> besar mereka beriman kecuali mereka berlaku syirik kepada Allah. Racun-racun
> kesyirikan sampai sekarang terus menyebar menimpa segenap Ummat Islam,
> kecuali orang-orang yang dijaga oleh Allah dan sungguh sedikit jumlah
> mereka. Sesungguhnya iman yang bercampur dengan syirik sama sekali tidak
> berguna bagi pemiliknya. Kemusyrikan itu akan menghapus imannya,
> menghilangkan buahnya, dan karena itu orang musyrik serta merta adalah orang
> kafir. Yang demikian itu karena dia mengingkari dan tidak mengakui salah
> satu sifat Allah yang paling essensi dan penting yakni : “Wahdaniyyah” (Maha
> Esa, Maha Tunggal). Maha Esa dan kerajaan-Nya atas segenap makhluq.
> Mengingkari sifat-sifat Allah merupakan “kufrun bawah” (kekufuran yg nyata),
> dan menjadikan diantaranya golongan orang-orang yg binasa.
> Diantara hujjah dan argumentasi yang diberikan oleh Allah kepada Nabi
> Ibrahim As atas kaumnya adalah:
> “Bagaimana aku takut kepada sembahan-sembahan yg kamu persekutukan (dengan
> Allah), padahal kamu tidak takut mempersekutukan Allah dengan
> sesembahan-sesembahan yang Allah sendiri tidak menurunkan hujjah kepadamu
> untuk mempersekutukan-Nya. Maka manakah diantara dua golongan itu yg lebih
> berhak mendapat keamanan (dari malapetaka), jika kamu mengetahui?.
>
> *Orang-orang yg beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan
> kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yg mendapatkan keamanan dan
> mereka itu adalah orang-orang yg mendapat petunjuk”* (Al An’am : 81-82).
>
> Kezaliman diatas dipertegaslagi oleh Allah dalam Surat Luqman ayat 13 yang
> artinya :
>  *“Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang
> besar”* (Luqman : 13).
>
> Dalam ayat lain Allah berfirman :
> *“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang
> sebelummu: “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah
> amalanmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yg merugi. Karena itu maka
> hendaklah Allah saja yang kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk
> orang-orang yang bersyukur”* (Az Zumar : 65-66).
>
> Semoga shalawat dan salam tercurah kepada Baginda Nabi Muhammad
> Saw.,keluarganya dan segenap sahabatnya, Amiin.
>
> *) Urang Banten, kuli di kantor BPMIGAS
>
>
>
>
>
>
>  
>

Kirim email ke