Lamun ceuk desas-desus mah,
RIM males invest di Indonesia teh, sabab embung diPALAK!
Desas-desus ieu lebih dari 75% bener.
^_^
On 10/07/2011 08:50 AM, Ki Hasan wrote:
RIM Batal Investasi di Indonesia Gara-gara Salah Info
KAMIS, 06 OKTOBER 2011 | 19:27 WIB
l
foto<http://image.tempointeraktif.com/?id=80050&width=490>
Research in Motion (RIM)
*TEMPO /Interaktif/*, *Jakarta*- Research in Motion (RIM), produsen
pembuat Blackberry menyatakan tidak jadi berinvestasi di Indonesia
karena khawatir akan dikenakan pajak ganda. Perusahaan Kanada itu
mendapat informasi dari konsultan kalau investasi harus bayar pajak di
Indonesia dan Kanada.
Padahal, kata Edy, itu adalah informasi yang salah. Sebab, Indonesia
dan Kanada punya kerjasama sehingga perusahaan tidak harus dua kali
membayar pajak. "Maka, saya katakan kepada RIM, Kenapa Anda tidak
tanya ke pemerintah? Itu kesalahan fatal Anda," kata Deputi Menteri
Koordinator Perekonomian Bidang Industri dan Perdagangan, Edy Putra
Irawady, Kamis, 6 Oktober 2011.
Penjelasan tersebut didapat Edy saat mengunjungi Kanada beberapa waktu
lalu. Kunjungan itu merupakan program rutin Kementerian Koordinator
Perekonomian. Kanada dipilih karena cukup banyak perusahaan dari
negara itu berinvestasi di Indonesia dan punya banyak keunggulan.
Secara umum, Edy juga menanyakan apa syarat agar satu wilayah di mana
RIM tertarik untuk mengikat kontrak kerjasama pembuatan BlackBerry.
RIM menyebutkan antara lain infrastruktur, pembiayaan, fasilitas,
pelayanan publik dan perusahaan yang bisa mendukung produksi.
Ke depan, kata Edy, promosi investasi memang harus dibantu dengan
tenaga konsultan. Sehingga tidak ada kesalahan informasi tentang
Indonesia.
RIM juga menilai pengusaha Indonesia tidak mampu memproduksi
BlackBerry. Oleh karena itu RIM sudah menawarkan kerjasama pembuatan
BlackBerry. Sayangnya, investor di dalam negeri itu tidak bisa
memodali pembuatan ponsel pintar itu.
Sementara itu, pada saat yang bersamaan, ada tiga orang Malaysia yang
menyatakan bisa investasi BlackBerry dengan modal sendiri. "Jadi, RIM
tinggal order kepada mereka," kata Edy.
Dia lalu menjelaskan, sebetulnya, RIM tidak benar-benar membangun
pabrik di Malaysia. Sistem produksi BlackBerry adalah dengan cara
kontrak kerjasama dengan perusahaan atau pihak lain yang mampu membuat
ponsel pintar tersebut. "Jadi, bukan investasi fisik," ujarnya.
Maka sekarang konsumen mengenal ada BB Turki, BB Mexico dan
sebagainya. Ada juga BB yang dibuat khusus untuk pasar Amerika Utara
dimana produknya sebagian besar diproduksi dengan cara manual, bukan
mesin. "Alasannya, ini hanya untuk konsumen mahal," kata dia.
Lebih jauh Edy menyebutkan RIM sebenarnya adalah perusahaan berbasis
penelitian dan pengembangan (research and development). Mereka
biasanya membangun perusahaan dekat universitas. Maka, dari situ
mereka bisa menghasilkan teknologi pintar seperti ponsel dan komputer
mini.
"Modal mereka human capital. Saya datang kesana untuk belajar
bagaimana mereka mentransform sumber daya manusia jadi human capital,"
kata dia.
Selain itu, Edy juga mencari kemungkinan produsen Indonesia untuk
mensuplai kebutuhan konten atau suku cadang produk RIM. "Sebab, dalam
lima tahun terakhir Indonesia telah membuat pelengkap seperti casing.
Orang Indonesia juga pandai membuat software," kata dia.
EKA UTAMI APRILIA
http://www.tempointeraktif.com/hg/bisnis/2011/10/06/brk,20111006-360267,id.html