Muhammadiyah Tetapkan Idul Adha 6 November
Rabu, 19 Oktober 2011 | 14:08 WIB

<http://www.tempointeraktif.com/hg/wartahaji_berita_mutakhir/2011/10/19/brk,20111019-362201,id.html#>
 *TEMPO Interaktif*, *Surabaya - *Perayaan Idul Adha atau Hari Raya Kurban
10 Dzulhijjah 1432 Hijriyah kali ini kemungkinan tidak akan bersamaan. Ini
setelah Muhammadiyah menetapkan 1 Dzulhijjah akan jatuh pada hari Jumat, 28
Oktober 2011.


"Artinya 10 Dzulhijjah jatuh pada 10 hari berikutnya atau pada hari Ahad, 6
November 2011," kata Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur,
Nadjib Hamid, Rabu siang, 19 Oktober 2011.

Menurut Nadjib, berdasarkan perhitungan sistem *hisab haqiqi* PW
Muhammadiyah Jawa Timur yang digelar di markasnya di Tanjung Kodok,
Lamongan, ijtima akhir bulan Dzulqa'dah 1432 Hijriyah terjadi pada hari
Kamis, 27 Oktober, bertepatan dengan tanggal 29 Dzulqa'dah antara pukul
02.56 sampai pukul 02.57.

Ini bisa diartikan pada hari itu matahari diprediksi akan terbenam tepat
pukul 17.24'38 WIB dan hilal sudah berwujud di ketinggian 06 derajat 45
menit sampai dengan 06 derajat 55 menit. Sehingga keesokan harinya sudah
memasuki bulan Dzulhijjah. "*Insya Allah*, kalau semuanya menggunakan sistem
ini, Idul Adha akan berbarengan," imbuh Nadjib.

Secara terpisah, Katib Syuriah Pengurus Wilayah NU Jawa Timur, Kiai
Abdurrahman Nafis mengatakan, hingga kini PWNU belum bisa memutuskan hari
pelaksanaan Idul Kurban.

"Kita tidak bisa sekarang. Harus melakukan *rukyatul hilal* (melihat
hilal/bulan) dulu," kata Nafis. Melihat hilal, setidaknya akan digelar PWNU
pada hari Kamis, 27 Oktober nanti.

Sama seperti biasanya, *rukyatul hilal* akan digelar di 13 lokasi di Jawa
Timur, semisal di Tanjung Kodok, Menara Masjid Al-Akbar Surabaya, Pantai
Kenjeran Surabaya, Bukit Condro Dipo Gresik, serta beberapa lokasi lainnya.

Nafis menambahkan, melihat perbedaan penetapan Idul Fitri lalu, penetapan
Idul Adha kemungkinan besar tidak akan bersamaan. Apalagi, menurut
perhitungan *hisab haqiqi* yang dilakukan PWNU, dalam tiga tahun ini
pelaksanaan, baik Idul Fitri maupun Idul Adha tidak akan sama. Ini lantaran
penampakan hilal dalam tiga tahun terakhir sangat tipis sehingga susah untuk
diintip.

*FATKHURROHMAN TAUFIQ*

*
http://www.tempointeraktif.com/hg/wartahaji_berita_mutakhir/2011/10/19/brk,20111019-362201,id.html
 *

Kirim email ke