cocok

Dari: Mang Kabayan <[email protected]>
Kepada: [email protected]; Senyum-ITB <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; Kisunda 
<[email protected]>; UrangSunda <[email protected]>
Dikirim: Selasa, 8 November 2011 8:22
Judul: [kisunda] Re: [IndoEnergy] Indonesia tidak Butuh Tenaga Nuklir


  
Manstaaaaap Pak Wid,
Majuuuu teruuuuus renewable n' sustainable energi Indonesia :). Paradigma 
berfikir harus dibalik, renewable energi dibilang alternatif energi padahal 
seharusnya terbalik, yg non renewable itu lah yg seharusnya menjadi alternatif.

Nuhuuuuuns,
Mang Kabayan
www.dkabayan.com
ti urang, ku urang, keur balarea
From: "IndoExplo" <[email protected]> 
Sender: [email protected] 
Date: Tue, 08 Nov 2011 01:19:52 -0000
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected] 
Subject: [IndoEnergy] Indonesia tidak Butuh Tenaga Nuklir
  
Indonesia tidak Butuh Tenaga Nuklir 
Senin, 07 November 2011 11:47 WIB     
 PEKANBARU--MICOM: Indonesia belum membutuhkan energi nuklir. Kondisi dan letak 
geografis, efisiensi, keamanan, serta alasan politis menjadi faktor 
pertimbangan kesiapan Indonesia membangun instalasi tenaga nuklir. 

 "Kata siapa nuklir itu aman?" kata Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya 
Mineral (Wamen ESDM) Widjajono Purwowidagdo, di Pekanbaru, Sabtu (5/11). 

"Indonesia itu ring of fire, rawan bencana yang berbahaya bagi reaktor dan 
instalasi," katanya. 

Widjajono meminta masyarakat berkaca pada kecelakaan yang terjadi pada rekator 
nuklir di negara lain, seperti Rusia dan Jepang, agar mempertimbangkan kembali 
niat membangun instalasi nuklir. 

"Kita tahu bagaimana majunya Jepang, dan lihat bagaimana kejadian Fukushima," 
katanya. 

Widjajono menegaskan pemanfaatan energi nuklir adalah pilihan terakhir untuk 
Indonesia setelah tidak ada lagi sumber energi lain. Sumber daya alam tersedia 
cukup melimpah di Indonesia. 

Wamen lebih sepakat Indonesia mengembangkan pemanfaatan gas, batubara, panas 
bumi sebagai alternatif. 

"Jerman saja ingin menutup energi nuklirnya, padahal kita tahu secara 
penguasaan teknologi dan disiplin mereka lebih dari kita," katanya. 


Kirim email ke