Berarti memang teu salah Mang Doktor Jamal wkwkwk... Mang Saprudin teh jadi Pahlawan Nasional :).
Nuhuuuuuns, Mang Kabayan www.dkabayan.com ti urang, ku urang, keur balarea -----Original Message----- From: "mang jamal" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Wed, 9 Nov 2011 23:45:23 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [Urang Sunda] Re: [Senyum-ITB] Akhirnya, Alm. Sjafruddin Prawiranegara Diangkat sebagai Pahlawan Nasional Keur jaman gupernur Bank Indonesia burhanuddin abdullah, ngaran syafruddin prawiranagara dipake salah salima gedong jangkung BI thamrin. Alesanana? Sabab SP teh gupernur BI munggaran. Tapi jauh samemehna, dephankam geus lila make ngaran SP pikeun salah sapuluh gedong jangkungna. Alesanana? Sabab SP teh menteri peperangan munggaran. Ayeuna mah menhankam. Carita di luhur nunjukkeun hiji hal: yen dina masa revolusi atawa NKRI karek lahir, dina mangsa masih kiruh, loba US nu muncul jaradi pelopor atawa pionir. Kaideunakeun ngurangan... Powered by du'a indung bapa -----Original Message----- From: "Mang Kabayan" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Wed, 9 Nov 2011 23:28:03 To: Senyum-ITB<[email protected]>; [email protected]<[email protected]>; Kisunda<[email protected]>; UrangSunda<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [Urang Sunda] Re: [Senyum-ITB] Akhirnya, Alm. Sjafruddin Prawiranegara Diangkat sebagai Pahlawan Nasional [2 Attachments] Mang Erik, Bu Nina, n' Sadayana, Magnifiiiikooo oge Manstaaaaaaaaft :). Alhamdulillah, semoga semangat para pahlawan dalam berjuang selalu menyertai kita :). Selamat hari Pahlawan :). Salam dari Kabuyutan Situ Balong Dalem kaki Gunung Ciremai, terlampir foto Tugu Pahlawan di dekat kuburan para pahlawan TNI AL yg berjuang sampai titik darah penghabisan :). Nuhuuuuuns, Mang Kabayan www.dkabayan.com ti urang, ku urang, keur balarea -----Original Message----- From: "B. Antariksa (Erik), 99Bali International, www.99Bali.com" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Wed, 9 Nov 2011 05:25:27 To: Senyum-ITB<[email protected]>; IA-ITB_Bali<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [Senyum-ITB] Akhirnya, Alm. Sjafruddin Prawiranegara Diangkat sebagai Pahlawan Nasional Rekan-rekan Ysh. Tulisan dari Teh Prof. Nina PL75 ITB yang jadi Prof Sejarah di Unpad. Terima kasih Teh Nina. Salam kompax, Erik ___________________________ Akhirnya, Alm. Sjafruddin Prawiranegara Diangkat sebagai Pahlawan Nasional Alhamdulillah, akhirnya Alm. Mr. Sjafruddin Prawiranegara dianugerahi gelar “Pahlawan Nasional” di istana negara, 8 Nopember kemarin, bersama 6 pahlawan lainnya. Penulis merasa lega karena pengusulan Mr. Sjafruddin ini tidak mudah, melalui jalan panjang berliku, namun tetap dalam koridor Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah. Almarhum menjadi pahlawan nasional ke-13 yang diusulkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Para pahlawan nasional sebelumnya, yang diusulkan Jawa Barat yaitu : Prof.Dr. Mr. Kusumah Atmaja, Ir. H. Juanda, Laks R.E. Martadinata, R. Oto Iskandar di Nata, Rd. Dewi Sartika, KH Zaenal Mustofa, R. Iwa Kusuma Sumantri, R. Gatot Mangkupraja, R. Maskun Sumadireja, KH Noer Ali, R.M. Tirto Adi Soerjo, dan KH Abdul Halim. Dilihat dari jumlah pahlawan nasional yang dimiliki Indonesia saat ini (158) orang, jumlah 13 (tiga belas ) orang itu relatif sedikit. Proses Pengusulan Mr. Sjafruddin Prawiranegara Sejak tahun 2007, penulis selaku anggota Badan Pembina pahlawan Daerah (BPPD) Provinsi Jawa Barat, ditugasi Gubernur untuk memproses pengusulan Mr. Sjafruddin Prawiranegara sebagai pahlawan nasional, di samping beberapa nama lain. Namun usulan Mr Sjafruddin ini ditolak oleh Pemerintah Pusat. Selanjutnya tahun 2009, usulan kembali dilayangkan ke Jakarta. Setelah lolos dari Badan Pembina Pahlawan Pusat, oleh Menteri Sosial diajukan ke Dewan Gelar. Namun pada titik akhir, ditolak lagi. Dalam surat yang ditandatangani Dirjen Pemberdayaan Sosial, disebutkan bahwa Mr. Sjafruddin tidak dapat diberikan gelar pahlawan nasional , cukup mendapat Bintang Republik saja dan karena 19 Desember 1948 (Hari berdirinya Pemerintah Darurat Republik Indonesia/PDRI, yg diketuai Mr. Sjafruddin sudah dijadikan Hari Bela Negara). Penulis menduga bahwa penolakan ini ada hubungannya dengan stigma yang melekat dalam benak penguasa bahwa diproklamasikannya Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) yang diketuai oleh Mr Sjafruddin adalah pemberontakan. Selanjutnya pada bulan April 2011, penulis selaku Ketua Yayasan Masyarakat Sejarawan Indonesia (YMSI) Cabang Jabar mengadakan penelitian tentang PRRI. Penulis mendapatkan dokumen PRRI yang asli dari pihak keluarga Alm. Mr. Sjafruddin. Hasil penelitian membuktikan bahwa PRRI yang diproklamasikan 15 Februari 1958 itu, bukanlah pemberontakan. Pada awal tahun 2011, penulis selaku Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD), yaitu lembaga pengganti BPPD, yang dibentuk sesuai Undang-Undang no 20 tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan dan Peraturan Pemerintah no 35 tahun 2010 merencanakan untuk mengusulkan kembali Mr. Sjafruddin sebagai pahlawan nasional. Sesuai prosedur, harus dilakukan seminar nasional. Seminar pun diselenggarakan bekerjasama dengan Panitia Seabad Sjafruddin Prawiranegara yang diketuai A.M Fatwa. Perlu diketahui bahwa panitia ini mengadakan seminar di berbagai kota (Bandung, Jakarta, Bukittinggi, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Palembang, Banda Aceh, Pekanbaru, Palembang, Serang, dan Menado), tentang peran besar Mr. Sjafruddin Prawiranegara dalam menyelamatkan republik melalui Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang diproklamasikan Mr. Sjafruddin pada tanggal 19 Desember 1948. Hasil seminar yang dibuka oleh Menteri Pertahanan RI pada tanggal 25 April 2011dan dihadiri pula oleh Gubernur Jawa Barat ini, diberkas bersama dengan hasil penelitian YMSI yang telah disebutkan untuk selanjutnya dikirimkan ke Kementrian Sosial pada awal Juni 2011. Seminar-seminar yang dilakukan Panitia Seabad Mr. Sjafruddin Prawiranegara, di mana penulis ikut menjadi pembicara (di DPD-RI, di Bukitttinggi, dan di Universitas Paramadina Jakarta) ini disadari ataupun tidak, menjadi semacam “political pressure” untuk membukakan mata hati pemerintah agar mengangkat Alm. Mr. Sjafruddin sebagai pahlawan nasional. Alhamdulillah, setelah melalui perdebatan yang alot di Dewan Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan yang diketuai oleh Menkopolhukam, Alm. Mr. Sjafruddin pun lolos bersama enam kandidat pahlawan lainnya. Perlu diketahui bahwa untuk tahun 2011 ini, ada 22 calon pahlawan nasional yang diusulkan dari berbagai propinsi. Akhirnya pada tanggal 8 Nopember , Alm.Mr Sjafruddin Prawiranegara pun dikukuhkan sebagai pahlawan nasional yang diusulkan Provinsi Jabar dengan dukungan dari Provinsi Sumatra Barat, Aceh, dan Banten. Siapakah Mr. Sjafruddin Prawiranegara dan Apa Jasa-jasanya Bagi Bangsa dan Negara? Sjafruddin Prawiranegara adalah Warga Negara Indonesia,yang dilahirkan di Anyar Kidul, Serang, Banten, pada tanggal 28 Feb 1911, dan meninggal dunia di Jakarta, tanggal 15 Februari 1989. Ayahnya adalah R. Arsyad Prawiraatmadja, seorang jaksa dan kakeknya menjadi patih di Serang. Mengenai riwayat hidup dan perjuangan Mr. Sjafruddin Prawiranegara selengkapnya dapat dibaca dalam karya Ajip Rosidi yang ditulis secara cermat, dengan judul Mr Sjafruddin Prawiranegara, Lebih Takut Kepada Allah SWT; Sebuah Biografi (1986). Adapun jasa Mr. Sjafruddin bagi bangsa dan negara, sangatlah besar. Mr.Sjafruddin telah menduduki posisi penting pada saat-saat kritis awal kemerdekaan RI. Pertama ia menjadi menteri dalam kabinet Syahrir, kedua, menjadi Menteri Kemakmuran dalam Kabinet presidensial Hatta dan kemudian menjadi Wakil Perdana Menteri yang berkedudukan di Kutaraja, menjelang Konferensi KMB. Setelah itu menjadi Menteri Keuangan RIS dan Menteri Keuangan Kabinet RI yang pertama di bawah PM Natsir. Pada tahun 1952, ketika Javasche Bank dinasionalisasi, Sjafruddin diangkat sebagai Presiden Direktur Javasche Bank menggantikan orang Belanda, dan menjadi Gubernur BI pertama, bulan Juli 1953. Nasionalisasi itu dengan pembelian saham dari pasar saham di Negeri Belanda. Sjafruddin dalam kehidupan kenegaraan adalah seorang yang berpikir jauh ke depan. Ketika RUU Bank Indonesia sedang dirumuskan dia memperjuangkan agar Bank Indonesia sebagai Bank Sentral tetap merupakan lembaga independen tidak di bawah dominasi pemerintah sebab kalau kekuasaan politik mencakup kekuasaan masalah keuangan bisa membahayakan sirkulasi keuangan. Baru pada tahun 1999, gagasan Sjafruddin ini dijadikan landasan UU Bank Indonesia yang baru pada masa Kepresidenan B.J. Habibie. Jasa utama Alm. Sjafruddin Prawiranegara, adalah menyelamatkan eksistensi Republik Indonesia. Ketika Presiden Soekarno dan Wakilnya Moh Hatta serta setengah dari kabinet ditangkap Belanda pada tanggal 19 Desember 1948, pemerintah sempat membuat perintah agar Sjafruddin Prawiranegara yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kemakmuran RI, mendirikan Pemerintah Darurat di Bukittinggi. Namun telegram itu tidak pernah sampai karena Gedung PTT di Yogyakarta keburu diduduki NICA. Namun atas insiatif lokal, Sjafruddin bersama pemerintahan di Sumatera Tengah (nantinya disebut Sumatra Barat) telah mendirikan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi. PDRI kemudian diresmikan di Halaban pada tanggal 22 Desember 1948. Pemerintahan yang didukung oleh Panglima Besar Jenderal Sudirman ini berjalan secara darurat dan berpindah-pindah mulai dari Halaban ke Riau, Teluk Kuantan, Kiliranjao, Sungai Dareh, Muara Bungo, Abai Sangir, kemudian bermarkas di Bidar Alam selama tiga setengah bulan.. Ketika Jenderal Spoor mengatakan bahwa Republik Indonesia sudah tidak ada lagi, ternyata Sjafruddin berhasil mengumandangkan ke dunia luar bahwa Republik masih ada, dengan didirikannya Pemerintah Darurat Republik Indonesia. Hal ini menyebabkan PBB mendorong Belanda untuk kembali ke meja perundingan. Proses perundingan Roem-Royen dilakukan tanpa sepengetahuan PDRI. Tentu saja Mr. Sjafruddin marah dengan kebijakan tersebut. Untuk mengantisipasi hasil Perundingan Roem Royen, diadakan Musyawarah Besar di Sumpur Kudus, Sawah Lunto. Pernyataan Roem Royen pun kemudian dirundingkan dengan Hasil Mubes Sumpur Kudus di Desa Padang Jopang, Kabupaten 50 Kota. Itulah Perundingan yang terjadi antara 6-8 Juli 1949 antara Sjafruddin dengan sahabatnya M. Natsir, dkk. Demi persatuan kesatuan, Presiden Sjafruddin menerima keputusan dengan legowo. Hal ini terefleksikan dari ucapan Sjafruddin ketika menyerahkan mandat (yang tidak pernah secara resmi diterimanya) dalam sidang kabinet yang digelar secara resmi pada tanggal 13 Juli 1949: “PDRI tidak punya pendapat mengenai pernyataan Roem van Royen, tetapi semua akibat ditanggung bersama”. Dengan cara ini Sjafruddin telah memperlihatkan makna etika kekuasaan.(ethics of power) dalam kehidupan politik yang nyata. Selanjutnya di portal Senyum-ITB : http://senyum-itb.blogspot.com/2011/11/akhirnya-alm-sjafruddin-prawiranegara.html ------------------------------------ *** Ayo, ajak masyarakat dan teman ikut Senyum-ITB. Klik http://bit.ly/p8cD25 Mudah kok! Manajemen email di milis Senyum-ITB ada di bawah. Dicoba deh :) Anggota: 7.378 Diperbarui: 1 November 2011 ============================================================ *** Senyum-ITB *** - Kerjasama merajut Prestasi Dunia - Interaksi akrab Masyarakat dan Alumni ITB Persahabatan, Ide, Iptek, Desain, Seni, Bisnis, & Kerjasama Milis: http://groups.yahoo.com/group/Senyum-ITB Portal: http://Senyum-ITB.blogspot.com Managed by: Senyum-ITB & 99Venus International ( http://yhoo.it/fYDB7B ) http://Facebook.com/pages/Senyum-ITB/100802856927 http://Twitter.com/Senyum_ITB ============================================================ Mengatur mode terima email dengan ganti-ganti 3 cara terima berikut : 1. [email protected] = email terima normal (individual emails) 2. [email protected] = email terima ringkasan (daily digest) 3. [email protected] = cuti sementara / baca di web Senyum-ITB Ganti email / Cara berlangganan : 1. [email protected] = email berlangganan milis Senyum-ITB Untuk ganti email, silahkan kirim dari alamat email baru Anda 2. [email protected] = email berhenti dari milis Senyum-ITB Untuk ganti email, silahkan kirim dari alamat email lama Anda Manajemen email di milis Senyum-ITB yang lengkap di http://bit.ly/och0xkt Data : Isi & lihat 1.276 profil di http://groups.yahoo.com/group/Senyum-ITB/database Yahoo! Groups Links ------------------------------------ Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id Yahoo! Groups Links ------------------------------------ Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id Yahoo! Groups Links ------------------------------------ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kisunda/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
