Wilujeng subuuuuh gud munding semangaaaaat pagi Kang Sur,

Kalo bicara wallstreet n' perdagangan dunya + ekonomi dunya pakusutlah.

Wallstreet ~ Bubble? Bebel bin keheeed teh xixixi. 

Financial Engineering ~ Pencitraan? Tepu-2 xixixi.

Kapitalism ~ Kapital= Modal? Greed ;).

Corporation Vs Corruporation ;).

Riweuuuh weh ;)).

ASEAN dijepit China + Amerika + Korea + Jepun hehehe. Nagara nu ngajepit keur 
garering... Hauuuus ;). Kita mah jadi penonton n' pagawe weh kitu? Dah biasa 
dijajah pan kita mah ;). Jadi selain produk yg bagus-2 n' mahal masuk ke kita, 
sampaaah nya juga masuk, "dumping" kamsudnyah ;)).

Tiga elemen penting weh lah yg diperlukan keur kahirupan:
1. Air
2. Pangan
3. Energi
Pan masih riweuh ketahanannya.   

Solusinya memang kembali di sisi Moral euy Kang. Bubble oge pan tetep weh 
masalahna tina moral jeung kasarakahan. Kalo Corruption Perception Indeks kita 
dah naik mah pelan-2 tapi pasti bisa beres lah. Cuman gimana mau beres eta 
Urusan Ceu Nunun wae teu beres-2 hehehe... Katanya ada kekuatan besar yg 
melindungi? Udah puguh di koran pabalatak kasus korupsi pan makin banyak yg 
bebas tea sampe-2 ceunah baca di koran pengadilan Tipikor bubarkeun weh? Hooor 
bagaimana kumaha atuh yah? 

Kita mah UMKM pasti Survive ya Kang Sur :). Kumaha euy usaha rotina masih 
survive? Mudah-2an tetep survive Kang. Terus tumbuh n' berkembang sugan ke bisa 
masuk Wallstreet hehehe.

Inget roti teh inget hadis ieu euy, "waina mana rotina wa ina mana kopina" 
hehehe. Hadis mang kabayan kalo lagi bertamu ;)).

Nuhuuuuuns,
Mang Kabayan
www.dkabayan.com
ti urang, ku urang, keur balarea

-----Original Message-----
From: "suryana" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 24 Nov 2011 22:21:17 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [kota-bogor] Wallstreet

Pusat kapitalis terbesar di dunia bisa dibilang berada di Wallstreet.
Dimana selain perputaran uang yg aduhai, juga tidak sedikit pemilik saham
terbesar dari sebuah perusahaan berpindah tangan ke segala penjuru dunia.

Semisal kelompok Sampurna yg membeli saham terbesar dari pabrik rokok Philip
Morris, yg kemudian Philip Morris membeli kembali saham dalam jumlah besar
( mayoritas ) perusahaan Sampurna.

Dalam sistim Wallstreet tidak ada istilah nasionalis apapun istilah lainnya,
yg ada jual dan beli, untung dan rugi.

Dan di Wallstret pula perusahaan besar milik Amerika berpindah tangan ke
pengusaha dari luar Amerika.
Masyarakat Amerika terutama kelompok buruh sadar akan hal tsb, dimana
setelah saham perusahaan Amerika dimiliki asing, perusahaannya pun di
pindahkan dari Amerika ke negara si pengusaha yg membeli perusahaannya (
fokus di bidang pabrik an ) sedang utk sektor finansial umumnya dibeli oleh
pengusaha dari Timur Tengah ( Citibank dlsbnya ).
Dan angka pengangguran terus meningkat, beriringan dengan pindah/bangkrut
perusahaan tempat mereka bekerja.

Bila Amerika benar benar tidak mengalami krisis dan tidak terganggu sektor
ekonomi nya, adalah mustahil kelompok buruh berdemo sekian bulan tanpa ada
tindakan berarti.
Demo buruh di pusat ekonomi Amerika bukanlah hal umum, dan boleh dibilang
menjadi sebuah peristiwa yg tidak bisa dianggap kecil, karena utk melakukan
demo membutuhkan koordinator dan biaya, bila serikat buruh Amerika ikut
campur tangan juga bukan hal yg aneh, dan menjadi aneh karena tidak jelas
siapa dibelakang pendukung serikat buruh tsb.

Puluhan ribu perusahaan Amerika yg masuk bursa di Wallstreet saat ini bisa
dibilang sudah lebih dari sepuluh ribu  dimiliki saham mayoritasnya oleh
pengusaha asing dalam hal ini RRC, RRC memiliki kemampuan membeli saham
saham perusahaan dibursa Wallstreet, baik melalui pengusaha perantau maupun
pengusaha asal RRC.
Juga RRC pula lah yg paling rajin membeli paten dari Amerika, karena utk
bidang penelitian Amerika sampai saat ini masih termasuk kampiun.

Bila demo tak kunjung usai dan tidak menghasilkan sesuatu, maka pemerintahan
Amerika akan melakukan segala cara utk minimal memperbaiki sektor
ekonominya, dan solusi tercepat adalah membuat perang, karena dengan perang
Amerika minimal masih bisa bernafas dengan masuknya uang karena pemakaian
peralatan perangnya, sedang uang dibayar oleh negara yg diperanginya, bisa
juga melalui Nato ( Perang Libya yg keluar biaya konon Nato, sedang yg
dibayar Amerika ).

Libya sudah usai dan Amerika membutuhkan lagi negara yg harus dibikin
perang, dalam hal ini sangat tergantung dengan pemilihan Presiden Amerika,
bilamana pemenangnya dari partai Republik, otomatis kebijakan luar negerinya
lebih galak, dan targetnya bisa diduga negara Iran.
Dan bila memang Iran yg di perang i dengan alasan alasan dibuat buat,
perangnya akan menjadi perang sungguhan, karena utk beberapa negara, RRC
sudah memberikan komitment mengirim tentara utk membantu negara sahabatnya
( Iran, Korut dan beberapa negara di Amerika Latin ).

Konsekwensi awal sudah terlihat ketika pasukan armada ke VII yg bekerja sama
dengan Australia dan menjadikan Australia sebagai basis terpaksa ( terpaksa
karena selain Australia tidak ada lagi tempat utk menjadi pangkalan armada
ke VII nya ).
Dalam hal ini Indonesia minimal bisa tenang karena sudah ada perjanjian
antara SBY dengan Obama bahwa NKRI posisinya seperti saat ini, dengan
istilah lain Irian tidak kena otak atik gathuk, palingan perjanjian kontrak
bagi hasil yg 1 persen tidak berubah menjadi 3 persen, dengan salah satu
alasan demo sudah merugikan sekian sekian dollar, hanya kelompok LSM lah yg
mencari 'sesuatu' agar suasana Irian selalu terlihat panas.
Adalah hal aneh bila sengketa Filipina dengan RRC membutuhkan armada perang,
karena masih ada abritasi internasional, hal pentingnya adalah Korea Utara
( Terima kasih kepada Mbak Mega yg sudah menjadi duta perdamaian kedua Korea
beberapa waktu lalu ).

Indonesia dalam hal ini memegang peranan penting utk dunia, biarpun angkatan
bersenjatanya kedodoran, dilain sisi geopolitik NKRI sangat strategis dan
nama Indonesia sebagai penggagas gerakan Nonblok masih dihargai dari Afrika
sampai ke Amerika Latin.

Bila saja NKRI terus bergerak dengan posisi nonblok dan terus menggalang
persatuan kelompok nonblok, maka persaingan Amerika dan RRC hanya akan
terjadi
di sektor ekonomi saja, dan Amerika akan mengalami depresi akut yg sulit utk
kembali menjadi polisi dunia.
Utk gagasan nonblok sampai saat ini masih terus berlangsung dan Indonesia
tetap
menjadi motor penggerak ( sayangnya berita mengenai hal ini tidak di expose
media ).

Bila mana Obama terpilih lagi, maka partai Republik akan terus menekan Obama
utk melakukan tindakan keras, dan bila partai Republik yg menang ( Romney ),
gaya
cowboy akan segera bertindak minimal WTO, NAFTA dan sejenisnya akan kena dor
terlebih dahulu.

2012 adalah tahun setengah anteng, Obama sampai menjelang Pilpres akan terus
bergerak
mencari pembeli dalam hal ini contoh kecilnya pesawat Boeing yg dipesan oleh
Lyon Air utk
ke perusahaan swasta yg sebenarnya sindikasi bank pendukung justru berada di
Amerika.
Sedang peralatan perang, bila F16 saja di ' hibah ' kan dan upgrade
dikenakan biaya minimal yg termasuk aduhai bila ditambah senjata n
amunisinya.
pabrikan pembuat mesin pesawat terbang bisa bekerja kembali.
Belum termasuk penjualan yg tidak terekpose oleh media massa.

Entah di tahun 2013................

sur.
ps.
Yg aneh di Bursa Efek Jakarta pernah pula ada demo, entah tujuannya utk apa.



Kirim email ke