Ngaak mau ah Kang... Masiiiiiiih banyaaaaak renewable energi yang aman n' 
barokah buat semesta alam. Setuju sama hasil Survey GlobeScan :). 

Nuhuuuuuns,
Mang Kabayan
www.dkabayan.com
ti urang, ku urang, keur balarea

-----Original Message-----
From: Rahman <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 25 Nov 2011 04:56:46 
To: [email protected]<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [Baraya_Sunda] baradeee... PLTN?

http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2011/11/111125_nuclearsupport.shtml

Minat umum untuk tenaga nuklir 'kecil'
Terbaru  25 November 2011 - 18:57 WIB 
        * Facebook 
        * Twitter 
        * Kirim kepada teman 
        * Print page 
Publik mendukung sumber energi berkelanjutan dan energi yang lebih efisien.
Jajak pendapat yang diadakan 
untuk BBC menunjukkan bahwa keinginan masyarakat di dunia pada 
kelanjutan tenaga nuklir hanya kecil.
Survei GlobeScan yang dilakukan terhadap lebih 
dari 20.000 responden di 23 negara menunjukkan bahwa lebih dari dua 
pertiga responden menentang pembangunan reaktor nuklir baru.
Berita terkait
        * PLTN Fukushima dibuka untuk media
        * IAEA: Iran kaji pembuatan senjata nuklir
        * Ahmadinejad mengatakan Iran tidak perlu bom atom
Link terkait
Topik terkait
        * Iptek
Hanya 22% responden setuju bahwa 
"tenaga nuklir relatif aman dan merupakan sumber listrik yang penting, 
dan kita harus membangun lebih banyak pembangkit tenaga nuklir".
Sebaliknya, 71% berpendapat negara mereka "dapat seluruhnya mengganti batu bara 
dan tenaga nuklir dalam waktu 20 tahun 
dengan menggunakan energi yang efisien dan memusatkan perhatian pada 
tenaga surya dan angin".
Secara keseluruhan 39% responden ingin tetap 
menggunakan reaktor yang ada tanpa membangun pembangkit baru, sementara 
30% responden menginginkan semua pembangkit listrik tenaga nuklir 
ditutup sekarang juga.
Penentangan bertambah

Jajak pendapat GlobeScan untuk BBC diadakan 
mulai Juli hingga September tahun ini, beberapa bulan setelah bencana 
gempa bumi dan tsunami di Jepang yang menghanculkan PLTN Fukushima 
Daiichi.
Jumlah orang yang menentang pembangunan baru 
pembangkit listrik tenaga nuklir tampak bertambah di Prancis, Jerman, 
Meksiko, Rusia dan Jepang.
Pada 2005 lalu GlobeScan melakukan jajak 
pendapat di delapan negara yang mempunyai program nuklir. Jumlah 
responden yang menentang pembangunan reaktor baru di sebagian besar 
negara-negara tersebut meningkat.
Di Jerman jumlah mereka meningkat dari 73% pada 
2005 menjadi 90% sekarang ini dan perkembangan tersebut mencerminkan 
keputusan pemerintah Jerman baru-baru ini untuk menutup program 
nuklirnya.
Di negara pronuklir, Prancis, jumlah penentang 
meningkat dari 66% menjadi 83% pada periode yang sama. Namun di Jepang 
kenaikan jumlah penentang tidak terlalu besar, dari 76% menjadi 84%.
Link terkait

Kirim email ke