Beuuu Kang mani kacida nya euy :((. Ciiik orang utan mah ngadahar oge paling 
sasebeuhna / sampai kenyang perut. Moal mungkin maling beak sa treuk mah :P. 

Nyakitu manusa geus alah batan/ leuwih ti hewan euy :((. Telenges kacida!!

Hahaha kumaha lamun teori darwin bener wkwkwk... Bearti manusa maehan karuhunna 
hahaha. Aaah lalieuuur euy... Ngurustunjung ceuk si Abah mah wkwkwk.

Nuhuuuuuns,
Mang Kabayan
www.dkabayan.com
ti urang, ku urang, keur balarea

-----Original Message-----
From: "Remi" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 06 Dec 2011 13:47:04 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [Baraya_Sunda] jahat na manusa!

Aktivis desak pembunuhan orangutan diusut

Sigit Purnomo

BBC Indonesia

Terbaru  6 Desember 2011 - 19:35 WIB

    Facebook
    Twitter
    Kirim kepada teman
    Print page

Demo menentang pembunuhan orangutan

Penemuan kerangka orangutan di Kalimantan Tengah telah dilaporkan ke 
Kementerian kehutanan.

Center for Orangutan Protection (CPO) atau Pusat Perlindungan Orangutan 
mendesak kepolisian dan Kementerian Kehutanan untuk segera menindaklanjuti 
kasus pembantaian orangutan di kawasan konsesi di Kalimantan Tengah.

Dalam pernyataan pers siang tadi (6/12) di Jakarta, COP menyatakan Agustus lalu 
ditemukan empat kerangka orangutan di dalam kawasan konsesi PT. Sarana Titian 
Permata, anak perusahaan Wilmar Group di Kalimantan Tengah.
Berita terkait

    Polisi tetapkan dua tersangka baru kasus orang utan
    Kepolisian akan mencari dalang pembunuhan orang utan
    Indonesia bunuh 750 orang utan setahun

Link terkait
Topik terkait

    Lingkungan,
    Hukum

COP menyebut salah satu orangutan masih tersangkut di atas pohon dan diduga 
mati karena ditembak.

Temuan ini menurut COP sudah dilaporkan ke Kementerian Kehutanan tanggal 6 
September 2011, tapi hingga saat ini belum ada tindak lanjut penyelidikan.

Drektur COP, Hardi Baktiantoro, mengatakan motif pembunuhan orangutan di 
Kalimantan Tengah sama dengan kasus serupa di Kalimantan Timur.

''Penemuan tengkorak-tengkorak, kerangka orang utan ini di perkebunan Wilmar. 
Itu perusahaan Singapura yang ada di Kalimantan Tengah.''

''Tiga ditemukan di atas tanah, dan satu di atas pohon karena ditembaki. Mereka 
ditembak karena dianggap hama di kebun kelapa sawit'', kata Hardi.
Perlindungan orangutan

    "Tiga ditemukan di atas tanah, dan satu di atas pohon karena ditembaki. 
Mereka ditembak karena dianggap hama di kebun kelapa sawi."

Hardi Baktiantoro

Temuan ini, menurut Hardi, adalah sebagai puncak gunung es kasus pembantaian di 
Kalimantan Tengah, karena di perkebunan yang sama saja setidaknya dalam setahun 
sudah ada 75 orangutan yang dievakuasi.

''Dari kawasan Wilmar sendiri, setahun sebelumnya kami pernah mengevakuasi satu 
bayi orangutan. Dan kalau dilihat dari database Kementerian Kehutanan, 
setidaknya ada 75 orang utan yang pernah dievakuasi dari kawasan tersebut. Itu 
yang berhasil diselamatkan, yang tewas karena digebukin atau yang jarinya 
dipotong tidak masuk dalam database,'' tambah Hardi.

Kasus di Kalimantan Tengah, menurut Hardi, menjadi bukti bahwa kegagalan atas 
perlindungan terhadap orangutan terjadi akibat kejahatan yang terorganisir.

"Pembantaian orangutan yang terus menerus terjadi tanpa adanya penegakan hukum 
merupakan kejahatan terorganisir yang melibatkan perusahaan dan pegawai 
pemerintah yang seharusnya melindungi orangutan dan habitat mereka."
Bantahan polisi

Tetapi laporan pembantaian orang utan di Kalimantan Tengah dibantah Kapolda 
Kalimantan Tengah Brigadir Jenderal Damianus Jackie.

    "Kalau ada LSM yang melaporkan itu, atas dasar yang mana, fakta yang di 
mana? Saya yang mengikuti terus kegiatan mereka berani mengatakan tidak betul."

Damianus Jackie

Saat dihubungi BBC, Damianus Jackie mengatakan penyelidikan aparat intelejen 
polda Kalimantan Tengah tidak menemukan adanya pembantaian tersebut.

''Saya mengerahkan Intel untuk monitor apakah ada di kita seperti itu. 
Pembantaian orangutan jangan sampai terjadi, karena sepengetahuan saya dari 
laporan dari badan yang namanya BOS (Borneo Orangutan Survival) itu adalah 
bagus perawatan, pengawasan dan sebagainya itu.''

''Saya berani mengatakan fakta yang melaporkan tidak ada yang seperti itu 
(pembantaian orangutan). Kalau ada LSM yang melaporkan itu, atas dasar yang 
mana, fakta yang di mana? Saya yang mengikuti terus kegiatan mereka berani 
mengatakan tidak betul,'' kata Damianus Jackie.

Pembunuhan orang utan di Kalimantan Tengah merupakan kasus terbaru dalam 
perkembangan pembantaian satwa dengan nama latin Pongo Pygmeus tersebut.

Kasus pembantaian orang utan di Kalimantan mengemuka setelah sebuah media lokal 
memuat berita tentang pembantaian orang utan di Desa Puan Cepak, Kutai 
Kartanegara, yang berlangsung sekitar 2009-2010 silam.

Empat orang telah dijadikan tersangka dalam kasus tersebut.

Kementerian Kehutanan mengatakan kelambanan penyelidikan kasus pembantaian 
orangutan karena kesulitan mencari saksi.



Kirim email ke