Numutkeun abah Dasep Arifin ti Bogor, sawah di wewengkon Bogor dimimitian
dibuka di lebah Cisarua ayeuna.

manar

2011/12/13 Dudi Herlianto <[email protected]>

> **
>
>
> punten upami repos nya gan!,
> ---
>
> http://nasional.kompas.com/read/2009/04/16/01040060/di.mana.sawah.pertama.di.tatar.sunda
> Di Mana Sawah Pertama di Tatar Sunda?
>
> Mata pencarian utama masyarakat Sunda kuno adalah berladang. Hal itu
> dikemukakann Wertheim dalam bukunya, "Indonesian Society in Transition"
> yang membagi masyarakat Indonesia dalam tiga pola mata pencarian utama,
> yakni masyarakat pantai, masyarakat sawah, dan masyarakat ladang.
>
> Naskah *Carita Parahyangan* dan *Wawacan Sulanjana* yang menceritakan
> sejarah tanah Sunda juga menunjukkan masyarakat Sunda sebagai peladang atau
> "ngahuma" dan cenderung hidup nomaden. Ciri khas masyarakat "ngahuma"
> adalah tidak memiliki tingkatan bahasa dan budaya tulis, serta cenderung ke
> arah kebudayaan lisan. Ciri khas itu hingga kini masih ditemui di
> masyarakat Baduy, Banten.
>
> Pertanian sawah baru dikenal di Tatar Sunda sekitar abad ke-17 bersamaan
> dengan masuknya pengaruh Mataram. Di Karawang, misalnya, sistem sawah
> dengan irigasi mulai dikembangkan sejak wilayah itu direbut Mataram dari
> Sumedanglarang tahun 1632.
>
> Sementara di wilayah Priangan, sawah mulai dikenal abad ke-18, yaitu
> diperkenalkan orang-orang Mataram yang didatangkan VOC. Mereka membuka
> daerah baru yang menghasilkan pangan. Melalui pertanian sawah, VOC
> mengarahkan masyarakat Sunda agar hidup menetap dalam pola perkampungan.
>
> Berdasarkan dokumen VOC, sawah pertama di Priangan dibuka di Conggeang,
> Kabupaten Sumedang. Sawah itu dikerjakan orang-orang dari Banyumas. Mereka
> membawa peralatan lengkap dari kampung, termasuk kerbau. Adapun di
> Indramayu, yang menjadi lumbung padi, sawah pertama baru dibuka awal abad
> ke-19.
>
> Perluasan sawah di Priangan mulai dilakukan tahun 1750 di kawasan Sumedang
> dan Tasikmalaya. Setengah abad kemudian, sawah mulai dibuka di Bandung dan
> Bogor.
>
> --
> d-: dudi herlianto :-q
> paciringan.wordpress.com
> kunyuk nuyun kuuk, kuuk nuyun kunyuk
>
>   
>

Kirim email ke