Seorang buruh pabrik tekstil yang telah menganggur setahun terakhir melemparkan
sepatu kepada Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, sebagai protes karena
tidak menerima tunjangan.
Namun lemparan sepatunya meleset, hanya
mengenai banner disamping presiden. Sebuah situs Internet lokal, Ghased
News melaporkan kejadian tersebut.
Laman beritasatu.com menulis peristiwa itu terjadi di utara kota Sari, saat
memperingati setahun meninggalnya menteri perminyakan Iran.
Hadirin menangkap dan memukuli si pelempar sepatu hingga kemudian dilerai oleh
petugas keamanan.
Lelaki buruh pabrik itu sudah dipecat setahun lalu dan sama sekali tidak
menerima tunjangan.
Ghased News menyebutkan lelaki itu bernama Rashid S, yang beberapa waktu lalu
dipenjara karena melemparkan telur dan tomat kepada mantan Presiden
Mohammad Khatami.
Hadirin di pertemuan tersebut meminta maaf kepada Ahmadinejad dan terus
meneriakan dukungan.
Situs Internet Ahmadinejad www.president.ir memuat foto presiden di pertemuan
Sari namun sama sekali tidak menyebutkan soal insiden pelemparan
sepatu.
Di dunia Arab, aksi lempar sepatu adalah simbol hinaan.
Pada Desember 2008 seorang wartawan Irak melemparkan sepatu kepada
Presiden George Bush saat melakukan konferensi pers di Bagdad.
Bush dapat mengelak dan si wartawan meneriakan selamat jalan kepada anjing yang
menginvasi Irak tahun 2003.
Wartawan itu bernama Muntadhar al-Zaidi dilepaskan setelah sembilan bulan dibui.
Meskipun Bush tidak populer di Irak namun aksi pelemparan sepatu menimbulkan
pendapat yang beragam. Sebagian memandang al-Zaidi sebagai pahlawan dan
menuntut pembebasannya, sebagian mengatakan merusak tradisi Arab yang
selalu menghormati tamu.
Penulis: Entin Supriati Sumber:CNN