Dari Konferensi PertamaDitulis oleh: *Atep Kurnia* pada 08/12/2011 jam 20:58

Pada hari Rabu, 22 Agustus 2001 pada saat pembukaan KIBS, sejumlah agenda
acara dihelat. Ada registrasi peserta. Laporan Ketua Panitia A. Chaedar
Alwasilah. Sambutan-sambutan oleh Ketua Yayasan Kebudayaan Rancage Ajip
Rosidi, Managing Director The Toyota Foundation, Sesepuh Tokoh Sunda
Achdiat K. Mihardja, dan Gubernur Jawa Barat R. Nuriana. Selain itu ada
penyerahan Hadiah Sastera Rancage 2001, penyerahan Buku Puisi Sunda Modern
Bilingual, dan peresmian Konferensi secara simbolis.

Para penerima Hadiah Sastera Rancage 2001 kepada Dyah Padmini dan Mohamad
E. Hasim (Sunda), Suparto Brata dan Esmiet (Jawa), dan Agung Wyat S. Ardhi
dan I Ketut Suwidja (Bali). Buku puisi Sunda modern bilingual itu
diterbitkan oleh Pustaka Jaya, khusus untuk menyambut KIBS 1. Kumpulan
puisi itu berjumlah tiga buah: Sunda-Indonesia yang diterjemahkan Ajip
Rosidi, Sunda-Inggris oleh Wendy Mukherjee, dan Sunda-Perancis oleh Henri
Chambert-Loir.

Karena tema KIBS adalah pewarisan budaya Sunda, maka yang dipilih untuk
membuka secara resmi KIBS 1 bersifat simbolik. Mang Endang, pemain kecapi,
secara simbolis menurunkan kepandaiannya memetik kecapi kepada Gangan
Gumilar, murid SMP di Sumedang.

Setelah itu, disusul keynote speech dari Mochtar Kusumaatmadja yang
dimoderatori oleh Ramadhan K.H. Setelah pagelaran kesenian dan istirahat,
acara kemudian dilanjutkan dengan penyajian tiga pleno: Ajip Rosidi
mengangkat topik “Mengapa KIBS?”, Ali Sastramidjaja mengenai “Kala Sunda”,
dan Ully Sigar Rusady membicarakan “Konversi Alam di Tatar Sunda.”

Pada hari Kamis, 23 Agustus A. Teeuw menyampaikan ceramahnya mengenai
“Puisi Sunda Kuno” pada sidang pleno jam 08-09.15 di Ruang Utama. Disusul
kemudian dengan penyajian makalah-makah yang bersifat paralel, yang
disampaikan oleh Christine Campbell, Mikihiro Moriyama, HR. Baskara, Tatang
Sumarsono, Yayat Sudaryat, Suhudi Edi Sutrisno, Wendy Mukherjee, Edi S.
Ekadjati, RP. Koesoemadinata, I Made Suastika, Titiek Pudjiastuti, Saikin
Suriawidadjaja, Dadang Kahmad, Agus Aris Munandar, Tommy Christomy, Husen
Hasan Basri, Iwan Suryolaksono & Alfathri Adlin, Mason C. Hoadley, Mubiar
Purwasasmita, Arata Mariko, Yugo Sariyun, Duduh Durahman, Henry Spiller,
Shota Fukuoka, Enoch Atmadibrata, Dieter Mack, Deni Hermawan, Ernst Heins,
RE. Soeriatmadja, Kusnaka Adimihardja, Roza R. Mintaredja, Suwarno D., dan
Juniarso Ridwan.

Pada hari Jum’at, 24 Agustus Irawati Durban menyampaikan ceramahnya
mengenai sepak terjang Raden Tjetje Somantri pada sidang pleno jam 08-09.15
di Ruang Utama. Disusul kemudian penyajian makalah-makah yang bersifat
paralel, yang disampaikan oleh E. Aminuddin Aziz, Wahya, Hawe Setiawan,
Memen Durachman, Tony Djubiantono, Tubagus Nadjib, Richdiana K., Nina H.
Lubis, Elis Suryani NS., Moh. Ali Fadillah, Judistira K. Garna, Libra Hari
Inagurasi, Kalsum, Eep Saefullah Fatah, Saini K.M., Herman Suwardi, Setia
Permana, Maman Suryaman, Wim van Zanten, Andrew Weintraub, Arthur S. Nalan,
Gending Raspuzi, Adil Fadila Kusuma, Sri Rahayu B.U.K., Setiawan Sabana,
dan Endang Caturwati.

Pada hari Sabtu, 25 Agustus Unus Suriawiria menyampaikan ceramahnya
mengenai makanan Sunda pada sidang pleno jam 08-09.15 di Ruang Utama.
Disusul kemudian penyajian makalah-makah yang bersifat paralel, yang
disampaikan oleh Abdullah Mustappa, Taufik Ampera, Reiza D. Dienaputra,
Moh. Iskandar, Robert Wessing, Ayatrohaedi, Komaruddin S., Jakob Sumardjo,
Madoka Fukuoka, Apung S. Wiratmadja, R.M.S. Koesoemadinata, dan Tedi
Permadi.

http://kibs.rancage.org/Kalawarta/Dari_Konferensi_Pertama

Kirim email ke