Sanes grodi tapi Grogi, ngeper jipeng tea...

Makarya Mawa Raharja


________________________________
Dari: Jalak Pakuan <[email protected]>
Kepada: "[email protected]" <[email protected]> 
Dikirim: Senin, 19 Desember 2011 0:56
Judul: Grodi deui wae ku Piramida Sukahurip 


Kulantaran aya Doktor nu sinis (sentimen???),  jadi hayang jleg we eta 
pagunungan di tatar sunda teh jaradi piramida-piramida. Jadi inget sentimen 
kana naskah wangsakerta, api-api teu apal aya candi batujaya.... 
  
JP 
 Arkeolog: Tak Masuk Akal Ada Piramida di Indonesia 
Kompas - Jodhi Yudono | Senin, 19 Desember 2011 | 00:12 WIB 
  
 
Gunung Sadahurip yang diduga terdapat bangunan Piramida di Desa Sukahurip, 
Pangatikan, Garut, Jabar. 
  
JAKARTA, KOMPAS.com--Arkeolog Dr Bambang Sulistyanto menyatakan bahwa 
kemungkinan temuan piramida di Gunung Sadahurip, Kabupaten Garut, dari aspek 
arkeologi, tidak masuk akal, karena Indonesia tidak mengenal kebudayaan 
piramida. 
Menurut Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional tersebut di 
Jakarta, Minggu, piramida itu kebudayaan Mesir dari abad sebelum Masehi, 
sedangkan kebudayaan Indonesia kuno bukanlah piramida, tetapi punden berundak 
pada masa prasejarah dan candi pada era klasik atau periode Hindu-Buddha. 
"Lebih dari seperempat abad saya belajar arkeologi, baru kali ini saya 
mendengar adanya dugaan piramida di Indonesia. Kebudayaan Indonesia kuno itu 
tidak mengenal piramida, tetapi sangat akrab dengan bangunan suci bernama  
punden berundak atau candi," katanya. 
Bambang berkomentar,  di lereng barat Gunung Lawu memang ada bangunan suci yang 
bentuknya mirip piramida yang terpancung atapnya, namanya Candi Sukuh yang 
dibangun sekitar abad ke 15 Masehi, namun Candi Sukuh sangat berbeda baik 
fungsi maupun maknanya dengan piramida di Mesir. 
Sebelumnya, Staf Khusus Presiden bidang Bencana Alam dan Bantuan Sosial Andi 
Arief mengatakan bahwa tim katastropik purba  menemukan dugaan adanya bangunan 
berbentuk piramida di  Desa Sadahurip Kabupaten Garut, Jawa Barat yang cukup 
mengagetkan. 
Andi menambahkan dari beberapa gunung yang di dalamnya diduga ada bangunan 
menyerupai piramida, setelah diteliti secara intensif dan uji "karbon dating", 
dipastikan umurnya lebih tua dari Piramida Giza. 
Ditegaskan Bambang, temuan piramida di Garut memerlukan bukti ilmiah, karena 
jika tidak, maka ia tidak bisa mempercayainya. 
"Boleh-boleh saja  orang menduga, tetapi soal kebenarannya, nanti dulu.  Tanpa 
bermaksud merendahkan pandangan, pendapat atau dugaan para ahli, adanya 
piramida di Sadahurip perlu pembuktian secara ilmiah," katanya. 
Pengujian yang diperlukan untuk membuktikan kebenaran dugaan tersebut menurut 
dia,  melalui pengujian ekskavasi (penggalian) sehingga bisa dibuktikan 
sejelas-jelasnya. 
"Tapi apa mungkin menggali Gunung? Sampai berapa meter batas kedalamannya? Dan 
berapa luas diameternya? Harus dipikirkan berapa kubik tanah galian yang harus 
digali dan dibuang kemana? Apa malah tidak merusak lingkungan?" ujarnya 
bertanya-tanya. 
Ia juga tidak bersedia berkomentar soal uji geo radar yang disebutkan sudah 
dilakukan oleh tim tersebut di gunung Sadahurip, karena merasa bukan ahlinya. 
"Saya tidak yakin ada ahli yang berpendapat begitu. Jangan-jangan itu pendapat 
atau plintiran wartawan saja," katanya. 
Menurut dia, seharusnya Indonesia bangga mempunyai Candi Borobudur dan 
Prambanan yang berasal dari abad 9 Masehi yang tak kalah tingginya dengan 
peradaban piramida. 
  


Makarya Mawa Raharja

Kirim email ke