Bammus Miliki Strategi Mewujudkan Sunda Bisa "Ngolah Nagara"

   -
   -

 Kamis, 22/12/2011 - 21:29

BANDUNG, (PRLM).- Badan Musyawarah Masyarakat Sunda (Bammus) memiliki
strategi besar yaitu ngawujudkeun Sunda punjul dina ngolah nagara. Mesti
ada kalimat "ngolah nagara", bukan berarti Bammus akan mengelola negara.
"Namun mendorong agar para pemangku kebijakan atau politikus bisa
menciptakan politik yang bagus, dan memberi teladan kepada masyarakat,"
kata Ketua Steering Committee (SC) Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Bammus
Avi Taufik Hidayat, di Hotel Horison, Bandung, Kamis (22/12) siang.

Avi menambahkan, untuk menciptakan iklim tersebut, Bammus memiliki sejumlah
program, di antaranya memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang
berpolitik yang baik dan benar. "Sehingga nantinya bisa menciptakan kader
terbaik dari kalangan orang Sunda. Dan yang terpenting ialah penguatan
mental. Selama ini di Sunda dikenal dengan peribahasa someah hade ka semah.
Tapi kenyataannya semah-nya yang justru jadi tuan rumah,” katanya.

Istilah lain yang kental dengan masyarakat Sunda adalah "mangga ti payun”.
Akibatnya, banyak orang non-Sunda yang lebih eksis di tatar Sunda.
"Paradigma-paradima inilah yang harus dibangun masyarakat Sunda. Orang
Sunda memang harus hade ka semah, tapi tidak boleh sampai menjadi tuan
rumah. Istilah “Mangga tipayun” harus sudah diubah. Justru orang Sunda yang
harus tampil," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Sekjen Bammus Pusat Ernawan S. Koesoemaatmadja,
rencananya, Bammus akan menggelar Rakernas I di Hotel Horison pada Sabtu
(24/12) nanti. Rakerna itu mengangkat tema "Sunda Jaya Makalangan. "Ada
lima hal yang dibahas yaitu ngawujudkeun Sunda punjul dina ngolah nagara,
dina widang ekonomi rakyat, dina widang uger-uger budaya, dina ngakolakeun
lingkungan hiruip, dan ngawujudkeun Sunda luhung dina widang atikan,"
ucapnya.

Lima hal tersebut mesti diwujudkan dalam rencana strategis kepengurusan
Bammus periode 2011-2012. Itu guna mewujudkan budaya Sunda yang bisa
menjiwai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, tatanan kemasyarakatan,
sosial, ekonomi rakyat, budaya, dan politik,” ujar Ernawan.

Untuk rencana aksi yang bakal dilakukan ke depan ialah konsolidasi
kelembagaan Bammus Sunda di provinsi, kabupaten/kota, khususnya di Jabar,
Banten, dan DKI Jakarta. Hal lain yang dilakukan ialah pemberdayaan potensi
Sunda di bidang ekonomi, pendidikan, kesenian daerah, dan kearifan lokal.

"Oge ngawangun ajen-inajen Kasundaan di bidang sosial, ekonomi, politik,
dan pengembangann dengan membentuk badan pengembangan ekonomi, badan
penelitian dan pengembangan budaya sunda, dewan kesenian sunda, kerjasama
antar lembaga, dan kautamaan istri," ucap Ernawan. (A-128/das)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/170470

Kirim email ke