Upama Bupati Majalengka satuju kana gagasan provinsi Cirebon, atuh anggaran 
pangwangunan Bandara di Kertajati moal dikucurkeun alias moal jadi aya bandara 
di Majalengka. 

Padahal bandara teh ngahirupkeun perekonomian pikeun majalengka. Pangalaman 
pangwangunan waduk Jati gede, mani seuseut pisan geuning anggaran teh turunna.

Mrachmatrawyani 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Ki Hasan <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 11 Jan 2012 15:25:41 
To: Ki Sunda<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Cc: Baraya Sunda<[email protected]>; Urang 
Sunda<[email protected]>
Subject: [kisunda] Re: Provinsi Cirebon?

Bupati Majalengka Tolak Pembentukan Provinsi Cirebon

Selasa, 10/01/2012 - 19:27

MAJALENGKA, (PRLM).- Bupati Majalengka kembali melakukan penolakan secara
tegas terhadap pembentukan Provinsi Cirebon karena dianggap akan lebih
menyengsarakan rakyat. Bahkan pemerintahpun dimungkinkan akan semakin
kolaps.

Hal tersebut disampaikan Bupati Majalengka H.Sutrisno pada acara Ulang
Tahun PDIP di Aula PDIP Jl.Pemuda Majalengka, Selasa (10/1) menyikapi
kembali ramainya pembicaraan pembentukan Provinsi Cirebon di wiayah III
Cirebon. “Bagi kita harga mati menolak pembentukan Provinsi Cirebon.”
ungkap Bupati.

Soal adanya klaim dari Panitia Pembentukan Provinsi Cirebon yang
menyebutkan kalau Kabupaten Majalengka sudah ikut mendukung, menurut Bupati
Majalengka biarkan, tidak perlu disikapi dengan serius. Yang pasti
Pemerintah Kabupaten Majalengka tidak akan ikut mendukungnya.

Ada banyak pertimbangannya tentang penolakan tersebut, di antaranya saja
menurut Bupati adalah, pendapatan yang minim sementara banyak infrastuktur
yang harus dibangun yang dananya tidak akan mencukupi untuk seluruh
kebutuhan walapun mengerahkan seluruh potensi yang ada. Belum lagi
persoalan personel yang demikian banyak dan butuh kesejahteraan, serta
kondisi masyarakat yang tingkat kemiskinannya cukup banyak dan butuh
oerhatian khusus.

“Bayangkan dengan APBD di wilayah tiga Cirebon yang hanya Rp 8 triliun,
mana bisa membangun infrastuktur yang demikian banyak dan rusak.
Ciayumajakuning itu infrastukturnya banyak yang rusak, jadi tidak mungkin
bisa didanai dengan angka sebesar itu karena dana senilai Rp 8 triliun
tesrebut termasuk untuk belanja tidak langsung. Makanya kalau kita berpisah
dari Provinsi Jawa Barat akan semakin kolaps,” kata Bupati.

Hal yang sama juga diungkapkan salah seorang tokoh masyarakat Majalengka
yang juga Ketua PD II PGRI Majalengka H.Aman Nurkamal. Menurutnya, tidak
ada alasan yang kuat sehingga Majalengka harus memisahkan diri dengan Jawa
Barat, terkecuali jika ingin menambah kesengsaraan dan beban bagi rakyat
Majalengka. Karena tidak ada yang bisa diandalkan dari wilayah III Cirebon
untuk mampu menghidupi dan memberikan kesejahteraan apalagi 5 hingga 10
tahun pertama pemerintahan dibentuk. (C-28/das)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/172537

Kirim email ke