Ari kieu mah mana daek atuh majalengka miluan provinsi cirebon, malah mun 
ekstrim mah provinsi majalengka heu heu
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Ki Hasan <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 26 Jan 2012 07:48:59 
To: Ki Sunda<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Cc: Baraya Sunda<[email protected]>
Subject: [kisunda] Bandara Kembar Majalengka jeung Karawang?

Jabar Bakal Miliki Bandara Kembar di Majalengka dan Karawang

Rabu, 25/01/2012 - 19:08

DEPOK, (PRLM).- Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono menegaskan
bahwa pemerintah pusat berencana untuk membangun dua bandara di Jawa Barat
yang lokasinya berada di Karawang dan Majalengka. Pemerintah Provinsi Jawa
Barat diharapkan sudah melakukan penjajakan pasar untuk bandara Kertajati,
Majalengka, kepada investor mulai bulan ini.

“Akan dibangun kedua-duanya, sekaligus juga jalur kereta api yang mendukung
sarana transoprtasi ke bandara,” ujar Bambang seusai membuka Seminar
Nasional Perkeretaapian dengan tema “Membangun Kereta Api Indonesia Masa
Depan” di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok, Rabu (25/1/12).

Dia mengantakan, bandara di Kertajari, Majalengka, akan dibangun untuk
menambah fungsi Bandara Husein Sastranegara di Bandung. Bandara ini akan
beroperasi untuk melayani penumpang di daerah Cirebon serta daerah Jawa
Barat lainnya. Sementara bandara yang dibangun di Karawang diperuntukkan
untuk menambah fungsi bandara Cengkareng.

“Dengan jumlah penumpang antara 800.000 sampai satu juta orang per tahun,
Bandara Husein Sastranegara sudah sangat padat. Ditambah lagi bandara
tersebut juga digunakan oleh (TNI) Angkatan Udara dan (PT) Dirgantara
Indonesia,” ujarnya.

Bambang berkata, pembangunan bandara Kertajati saat ini sudah selangkah
lebih maju. Hal itu karena Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah menyanggupi
untuk menjajaki pasar mulai bulan ini sampai bulan depan. Penjajakan pasar
ini diperlukan karena pembangunan Bandara Kertajati dilakukan melalui kerja
sama antara pemerintah dan investor swasta.

Dalam jajak pasar tersebut Pemerintah akan menawarkan rencana pembangunan
banndara pada investor. Selanjutnya akan ditentukan berapa proporsi
sumbangan dana yang disepakati antara pemerintah dan investor.

Sementara itu pengamat Transportasi dari ITB, Harun Al-Rasyid Lubis,
mempertanyakan rencana pembangunan Bandara Karawang. Hal itu karena rencana
pembangunan bandara tersebut sebelumnya tidak ada dalam master plan
transportasi baik di pusat, wilayah Jabodetabek, atau Jawa Barat.

“Sepanjang namanya perencanaan harus ada blue print dan master plan. Master
plan Karawang itu di mana munculnya? Sepanjang ini tidak ada,” ujarnya.

“Harusnya pengembangan sudah merata jangan semua menumpuk di sini (daerah
sekitar Jakarta) dong. Kalau Bandara Karawang kan istilahnya bandara
kembar,” ujarnya. (A-185/A-88)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/174331

Kirim email ke