Kang Tirta, namina anu leres Yayasan Muthahhari, sanes Muntahari. Beda
pisan hartina antara "muthahhari" jeung "muntahari".

manar

2012/1/27 <[email protected]>

> **
>
>
> ** Husssh ulah ngadu gontor jeung muntahari atuh kang.
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ------------------------------
> *From: * Ahsa <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Fri, 27 Jan 2012 15:25:50 +0800 (SGT)
> *To: *[email protected]<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *Bls: Bls: [kisunda] Sebut Syiah Sesat
>
>
>
> Kang Eka, katinggal pisan Menag mah. Maenya, fatwa heubeul masih keneh
> dipake jeung daek wae ngalakonan kahayang ti urnga Majelis Mujahidin.
> Kuduna mah ngulem Ustadz Jalaluddin Rakhmat sareng ormas Syiah sapertos ABI
> dan IJABI kanggo sawala. Antos bae hasil kajian MUI nu sasih februari 2012
> saurna bade kaluar sareng dipublikasikan.
>
> Menag karunya, teu apaleun Islam teh beraneka ragam mazhab. Baheula da
> ngaliweutna di Pasantren Gontor, Jawa. Mun nyantri di Muthahhari mah bakal
> cager tur waras tah pikiranna. Karunya nya :-)
>
> => http://albanduni.wordpress.com
>   *Dari:* "[email protected]" <[email protected]>
> *Kepada:* [email protected]
> *Dikirim:* Jumat, 27 Januari 2012 12:32
> *Judul:* Re: Bls: [kisunda] Sebut Syiah Sesat: Ikatan Jamaah Ahlul Bait
> Sesalkan Komentar Menteri Agama
>
>
> Iya, salut atas kebodohannya. Naudzubillahi min zalik.
> Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
>  *From: *deni solehudin <[email protected]>
> *Sender: *[email protected]
> *Date: *Fri, 27 Jan 2012 12:09:37 +0800 (SGT)
> *To: *[email protected]<[email protected]>
> *ReplyTo: *[email protected]
> *Subject: *Bls: [kisunda] Sebut Syiah Sesat: Ikatan Jamaah Ahlul Bait
> Sesalkan Komentar Menteri Agama
>
>
>  Salam,
> Salut ka Mentri Agama...
>
>   *Dari:* Ahsa <[email protected]>
> *Kepada:* null <[email protected]>; "[email protected]" <
> [email protected]>; "[email protected]" <
> [email protected]>; "[email protected]" <
> [email protected]>
> *Cc:* "[email protected]" <[email protected]>
> *Dikirim:* Jumat, 27 Januari 2012 11:05
> *Judul:* [kisunda] Sebut Syiah Sesat: Ikatan Jamaah Ahlul Bait Sesalkan
> Komentar Menteri Agama
>
>
>  Sebut Syiah Sesat, Ikatan Jamaah Ahlul Bait Sesalkan Komentar Menteri
> Agama
> Jumat, 27 Januari 2012 08:24 WIB
>  REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA --  Ikatan Jamaah Ahlul Bait (IJAB) Indonesia
> menyesalkan pernyataan Menteri Agama Suryadharma Ali yang menyebut penganut
> Syiah itu sesat,  pada Rabu (25/1).
> Ketua Dewan Syura IJAB Indonesia, KH Jalaluddin Rakhmat, mengatakan,
> pernyataan tersebut dikeluarkan ketika Negara Kesatuan Republik
> Indonesia?(NKRI) terancam karena ulah sekelompok orang yang mengatasnamakan
> perbedaan paham dalam agama untuk menyalakan permusuhan di antara kelompok
> umat beragama.
>
> Pejabat yang seharusnya melindungi semua kelompok agama, imbuh Kiai
> Jalaluddin, telah menaburkan bensin di atas bara yang mulai menyala.
> Menurutnya, Menteri Agama merujuk kepada Surat Edaran Menteri Agama Nomor
> D/BA.014865/1983 pada zaman Orde Baru, padahal surat Edaran itu telah batal
> demi hukum, karena bertentangan dengan Konstitusi RI , UUD 1945, Bab XI,
> Pasal 29.
>
> Untuk itu, papar dia, aturan tersebut dapat digugat secara hukum melalui
> mekanisme peraturan yang berlaku. Acuan Menteri Agama terhadap rekomendasi
> Rapat Kerja Nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 7 Maret 1984, juga
> tidak menyatakan Syiah sesat atau bukan Islam. "Rujukan ini hanya
> menganjurkan umat Islam Indonesia untuk waspada," kata Djalaluddin dalam
> siaran pers kepada Republika.?
>
> Pada 1 Januari 2012, lanjutnya, Ketua MUI, KH Umar Shihab, menyatakan MUI
> berprinsip bahwa Syiah tidak sesat. Kiai Umar mengimbau umat Islam agar
> tidak terpecah belah dan menjaga ukhuwah Islamiah serta tidak melakukan
> tindak kekerasan terhadap golongan berbeda. Karena itu, pihaknya
> menyesalkan Menteri Agama yang mengacu kepada rekomendasi rakernas yang
> sudah kedaluwarsa dan mengabaikan pernyataan MUI yang mutakhir.
>
> Pada saat yang sama, kata Kiai Djalaluddin, Menteri Agama juga mengabaikan
> pernyataan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Sirodj, pada 4 Januari 2012, yang
> menegaskan Syiah masih bagian dari ajaran Islam, bagian dari Al Firaq Al
> Islamiyyah. Sehingga, tutur dia,  NU saja tidak gampang memberikan stigma
> sesat pada suatu aliran yang juga mengacu pada dasar pendirian NU oleh KH
> Hasyim Asyari, yaitu ukhuwahIslamiyah, Wathaniyyah dan Insaniyyah.
>
> "(Penilaian) Ini juga sesuai dengan sikap NU yang setia mengawal UUD 1945,
> tepatnya pasal dua puluh sembilan," terangnya.
>
> Menurut Djalaluddin, pada 3-4 April 2007, Presiden, Pemerintah dan Rakyat
> Republik Indonesia, PBNU, dan PP Muhammadiyah menyelenggarakan Konferensi
> Internasional Pemimpin Islam untuk Rekonsiliasi Irak dan melahirkan
> Deklarasi Bogor. Walaupun konferensi itu dimaksudkan secara khusus sebagai
> kontribusi rakyat Indonesia bagi rekonsiliasi Sunnah-Syiah di Irak,
> paparnya, deklarasi Bogor juga menyampaikan secara umum pesan-pesan
> perdamaian bagi Sunni-Syiah di seluruh dunia.
>
> Salah satunya upaya untuk meningkatkan saling menghormati keyakinan dan
> kepercayaan satu sama lain,  menjadi arti penting penyelesaian konflik
> secara damai, dialog intra dan antariman, peran pemimpin agama dalam
> membangun perdamaian.
>
> Karena itu, pihaknya meminta dengan hormat kepada Menteri Agama untuk
> memfasilitasi dialog di antara Sunni dan Syiah untuk membangun suasana
> saling memahami, bukan saling menghakimi, saling menghormati bukan saling
> memaki. Dengan demikian, Menag akan meninggalkan kenangan indah (lisaana
> shidqin) bagi kaum Muslim khususnya dan umat beragama pada umumnya. n c13
> *Redaktur:* Heri Ruslan
> *Reporter:* Erik Purnama Putra
>
>
> http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/12/01/27/lyfnwj-sebut-syiah-sesat-ikatan-jamaah-ahlul-bait-sesalkan-komentar-menteri-agama
>
> => http://albanduni.wordpress.com
>
>
>
>
>   
>

Kirim email ke