Aktivitas Wisatawan dan Peneliti Dikhawatirkan Merusak Situs Gunung Padang

Kamis, 02/02/2012 - 03:34

BANDUNG, (PRLM).- Pengoperasian kereta wisata Argo Peuyeum jurusan Ciroyom
(Bandung)- Lampegan (Cianjur) dikhawatirkan akan semakin meningkatkan
jumlah kunjungan wisatawan ke Situs Megalitikum Gunung Padang, Campaka,
Kab. Cianjur. Kegiatan penelitian sejumlah peneliti asing juga
dikhawatirkan akan membawa dampak terhadap perubahan kondisi kawasan situs
megalitikum terbesar di dunia.

“Kami benar-benar sangat menghawatirkan kondisi situs Gunung Padang
kedepan. Karenanya dalam pertemuan rutin dengan Presiden RI Susilo Bambang
Yudhoyono, Selasa (8/2) mendatang diharapkan akan ada tindakan nyata
penyelamatan,” ujar Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jawa Barat Pon S.
Purajatnika, dalam diskusi Gunung Padang Cianjur Selatan, yang dihadiri
sejumlah anggota IAI Jabar dan media, bertempat di Toko Yu, Jalan Hasanudin
Bandung, Rabu (2/2) kemarin..

Dikatakan Pon, berdasarkan hasil ekpedisi ketiga akhir pekan lalu, pihaknya
mendapat sejumlah bukti baru tentang keberadaan situs megalitikum seluas
hamper 175 hektar di Kec. Campaka, Kab. Cianjur. Hasil temuan ekspedisi
tersebut diantaranya, keberadaan situs yang diperkirakan dibangun pada 2500
SM atau lebih tua dari piramid Machu Picchu (Peru), adalah aktivitas
wisatawan dan peneliti yang bukan hanya menginjak tanah dan bebatuan tetapi
juga mengambil.

Aktivitas peneliti luar negeri dikhawatirkan hanya akan menghasilkan
publikasi untuk kepentingan pribadi maupun lembaga negaranya, bukan untuk
kepentingan Indonesia. “Memang sangat memprihatinkan, sejumlah peneliti
luar banyak yang meneliti situs (Gunung Padang) dari berbagai disiplin
ilmu, sementara peneliti kita baru sebatas arkeolog maupun geologi, padahal
di kawasan situs dapat dipelajari mengenai perbintangan, bentuk bangunan,
sistim pengairan dan pertanian serta lainnya,” ujar Pon. (A-87/das)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/175310

Kirim email ke