Lamun dibaca dina basa arabna sanes syiah imamiah 12 imam tapi syiah ghulat 
nyaeta yang menuhankan Ali, atu etamah puguh wae kaluar ti islam , fatwa syiah 
oge kana kaum nu kieu atawa bahaiah menolak dan keluar dari islam.

coba tingali basa arabna :
لا ننسى أن غلاة الشيعة كانوا يستخدمون السحر والطلمسات 

jangan lupa bahwa ghulat syiah (yang menuhankan ali) ngagunakan sihir ..

syiah imamiah 12 sanes syiah ghulu anu nuhankeun ali (na'udzubillah) jeung teu 
nganggo sihir

غلوا يقولون بالهية علي بن أبي طالب والآلهية جماعة معه وأقلهم غلوا 


mereka ghulu berkata menuhankan ali ibn abi thalib dan keuluhiahannana...

Syiah Imamiah 12 sanes ghulu ....dan maranehanan anu ghulu tos teu aya ayeuna 
aya disebagian daerah suriah anu menuhankan ali, maranehanana sanes syiah 
imamiah, beda aqidahna, beda imamna, teu ngiringan imam jafar, sareng imam 
sanesna, beda budaya, beda fiqih jeung ajaranana, beda 100 persen. kumaha bisa 
disebut syiah imamiah.





________________________________
 From: Sp Saprudin <[email protected]>
To: "[email protected]" <[email protected]> 
Sent: Friday, February 17, 2012 11:40 AM
Subject: [kisunda] Kesesatan Syiah Menurut Dr. Said Aqil Siroj
 

  
Kesesatan Syiah Menurut Dr. Said Aqil Siroj
Perjalanan hidup manusia melalui berbagai fase dan juga perubahan fisik, 
mental, dan juga spiritual. Adanya perubahan ini menjadi bukti nyata bahwa 
hanya Allah Azza wa Jalla yang kekal. Dan kalau bukan karena karunia dari-Nya 
manusia tidak akan kuasa untuk teguh dalam menetapi sesuatu termasuk agamanya 
(istiqamah). Karena itu, dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  senantiasa 
memohon keteguhan hati kepada Allah, “Wahai Dzat Yang membolak-balikkan hati, 
tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.” Ini mungkin salah satu hikmah yang dapat 
kita petik dari kewajiban membaca surat Al Fatihah pada setiap rakaat shalat. 
Pada surat ini terdapat permohonan kepada Allah Azza wa Jalla agar senantiasa 
menunjuki kita jalan yang lurus, yaitu jalan kebenaran

Fenomena ini terus melintas dalam pikiran saya, gara-gara saya membaca 
pernyataan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj di 
berbagai media. Said Aqil Siroj mengatakan bahwa ajaran Syiah tidak sesat dan 
termasuk Islam seperti halnya Sunni.
Untuk menguatkan klaimnya ini, Said Aqil merujuk pada kurikulum pendidikan pada 
almamaternya Universitas Ummu Al Quro di Arab Saudi. Menurutnya,  ”Wahabi yang 
keras saja menggolongkan Syiah bukan sesat.”
Pernyataan Said Aqil ini menyelisihi fakta dan menyesatkan. Sebagai buktinya, 
pada Mukaddimah disertasi S3 yang ia tulis semasa ia kuliah di Universitas Ummu 
Al Quro, Hal. tha’ (ط) Said Aqil menyatakan, “Telah diketahui bersama bahwa 
umat Islam di Indonesia secara politik, ekonomi, sosial, dan ideologi 
menghadapi berbagai permasalahan besar. Pada saat yang sama mereka menghadapi 
musuh yang senantiasa mengancam mereka. Dimulai dari gerakan kristenisasi, 
paham sekuler, kebatinan, dan berbagai sekte sesat, semisal Syiah, Qadiyaniyah 
(Ahmadiyyah), Bahaiyah,dan selanjutnya Tasawuf.”
Pernyataan Said Aqil pada awal disertasi S3-nya ini cukup menggambarkan 
bagaimana pemahaman yang diajarkan oleh Universitas Ummu Al Qura.
Bukan hanya Syiah yang sesat, bahkan lebih jauh Said Aqil dari hasil studinya 
menyimpulkan bahwa paham tasawuf juga menyimpang dari ajaran Islam. Karena itu 
pada akhir disertasinya, Said Aqil menyatakan, “Sejatinya ajaran tasawuf dalam 
hal “al hulul” (menyatunya Tuhan dengan manusia) berasalkan dari orang-orang 
Syiah aliran keras (ekstrim). Aliran ekstrim Syiah meyakini bahwa Tuhan atau 
bagian dari-Nya telah menyatu dengan para imam mereka, atau yang mewakili 
mereka. Dan ideologi para pengikut sekte Syiah ini berawal dari pengaruh ajaran 
agama Nasrani.” (Silatullah Bil Kaun Fit Tassawuf Al Falsafy oleh Said Aqil 
Siroj, 2:605-606)
Karena menyadari kesesatan  dan mengetahui  gencarnya  penyebaran Syiah di 
Indonesia, maka Said menabuh genderang peringatan. Itulah yang ia tegaskan pada 
awal disertasinya, sebagai andilnya dalam upaya melindungi Umat Islam dari 
paham yang sesat dan menyesatkan.
Namun, alangkah mengherankan bila kini Said Aqil menelan kembali ludah dan 
keringat yang telah ia keluarkan. Hasil penelitiannya selama bertahun-tahun, 
kini ia ingkari sendiri dan dengan lantang Said Aqil berada di garda terdepan 
pembela Syiah. Mungkinkah kini Said Aqil telah menjadi korban ancaman besar 
yang dulu ia kawatirkan mengancam umat Islam di negeri tercinta ini?
Oleh karena itu, Said heran dengan pernyataan Menteri Agama yang menilai Syiah 
adalah ajaran sesat. Dalam kurikulum Al Firqoh Al Islamiyah ajaran Khawarij, 
Jabbariyah, Muktazilah, dan Syiah masih dinilai sebagai Islam. “Ulama Sunni 
seperti Ibnu Khazm menilai Syiah itu Islam,” katanya.
Meski Syiah dan Sunni (Ahlussunnah) berbeda, lanjut Said, umat Islam tidak 
perlu mempertajam perbedaan. “Dalam Sunni saja banyak perbedaan yang tajam, 
misalnya penganut Imam Syafi’i dan Hanafi, itu saja berbeda tajam, apalagi 
Syiah,” katanya. Fatwa NU mengenai Syiah, Said menambahkan, pernah dikeluarkan 
pada 2006 yang menyebutkan Syiah bukan aliran yang sesat. “NU tidak pernah 
keras,” ujarnya.
Menanggapi pernyataan Suryadarma yang juga kader Nahdlatul Ulama, Said menilai 
hal itu tidak pantas disampaikan. “Yang dikedepankan harusnya ukhuwah dan 
toleransi,” katanya. Said berharap Suryadarma Ali meminta maaf atas 
pernyataannya itu. “Saya setuju dengan permintaan maaf itu,” katanya. Said 
menilai permintaan maaf Suryadarma Ali bertujuan untuk menguatkan persatuan 
bangsa. (IRIBIndonesia/Tempo/PH)
Berikut ini kami lampirkan disertasi Dr. Said Aqil Siroj:
قال أبو محمد وما نعلم أهل قرية أشد سعيا في إفساد الاسلام وكيده من الرافضة 4/24
ومن المعروف أن المسلمين في إندونيسيا يواجهون مشاكل ضخمة، سياسيا واقتصاديا 
واجتماعيا وعقديا، وأمامهم أعداء متربصون بهم، من حركة التنصير والعلمانية 
والباطنية والفرق الضالة – الشيعة والقاديانية والبهائية – ثم الصوفية.
صفحة ط من مقدمة رسالته الماجستير
وأما قولهم في دعوى الروافض تبديل القراءات فإن الروافض ليسوا من المسلمين إنما هي 
فرق حدث أولها بعد موت النبي صلى الله عليه و سلم بخمس وعشرين سنة وكان مبدؤها 
إجابة من خذله الله تعالى لدعوة من كاد الإسلام وهي طائفة تجري مجرى اليهود 
والنصارى في الكذب والكفر وهي طوائف أشدهم غلوا يقولون بالهية علي بن أبي طالب 
والآلهية جماعة معه وأقلهم غلوا يقولون أن الشمس ردت على علي بن أبي طالب مرتين 
فقوم هذا أقل مراتبهم في الكذب أيستشنع منهم كذب يأتون به وكل من يزجره عن الكذب 
ديانة أو نزاهة نفس أمكنه أن يكذب ما شاء وكل دعوى بلا برهان فليس يستدل بها
 عاقل سواء كانت له أو عليه ونحن أن شاء الله تعالى نأتي بالبرهان الواضح الفاضح 
لكذب الروافض فيما افتعلوه من ذلك 2/65
ولا ننسى أن غلاة الشيعة كانوا يستخدمون السحر والطلمسات ويظهرون للعوام الزهد 
والتقشف ولبس الصوف ويدعون الكرامات. 1/47
إن التصوف أمر طارئ محدث غريب دخيل على المجتمع الإسلامي، ظهر في القرن الثاني 
الهجري. وأول ما ظهر في مدينة الكوفة، مدينة التقت فيها الأديان الوثنية والثقافات 
الأجنبية، كما أنها مركز غلاة الشيعة وكانوا يتظاهرون بالتزهد والتقشف ويمارسون 
السحر والشعوذة والكيمياء والسيمياء والتنجيم وغيرها من العلوم المعروفة عند 
العجم. 2/603.
Ditulis oleh Dr. Arifin Baderi (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)
Artikel www.KonsultasiSyariah.com
 

Kirim email ke