Pa amien Rais mah ari geus repormasi hasil teu wani jadi presiden, tapi satuluyna hayang… jadi kasempatanana lewat.
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Ahsa Sent: Tuesday, February 21, 2012 2:19 PM To: [email protected]; null; [email protected] Subject: [kisunda] Amien Rais rayakan maulid H. Amien Rais Beri Tausiah di Majelis Habib Alwi Assegaff Indonesia Gagal Jalankan Roda Pemerintahan KEMBAR,(GM)- Mantan Ketua MPR RI, H. Amien Rais bersama Pimpinan Majelis Habib Alwi Assegafff, Kamis (16/2) malam, memberikan tausiah pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Majelis Habib Alwi Assegaff, Jln. Kembar Bandung, Kamis (16/2) malam. Kegiatan tersebut dihadiri ribuan jemaah dari berbagai kota di Jawa Barat. Dalam memperingati hari kelahiran Nabi, Amin mengajak jemaah untuk menaladani Nabi. "Sebagai hamba Allah mari kita meneladani Nabi. Ada empat karakter atau sifat yang dimiliki Nabi yang harus kita contoh. Yakni sidik (jujur), amanah (dapat dipercaya), tablig (komunikatif), dan fatonah (cerdas)," ungkap Amien. Menurutnya, Alquran menjadi bukti peninggalan Nabi yang masih ada hingga saat ini. Padahal, Nabi sudah wafat sejak 15 abad silam. Dalam meneladani Nabi ia juga mengajak jemaah untuk selalu berada di bawah panji-panji Alquran. Di antaranya harus sering membaca dan mempelajari Alquran dengan sepenuh hati. Sebab Alquran merupakan kunci kemenangan dan kebahagiaan. "Selain itu, Nabi juga mengamanatkan kita untuk terus menjunjung keadilan dan kebenaran. Namun dua hal ini yang saat ini masih terabaikan oleh rezim yang sedang berkuasa. Barang siapa yang tidak menjungjung kedua nilai tersebut, maka negaranya akan mudah goyah," katanya. Ia mengatakan, saat ini Indonesia masih gagal dalam menjalankan roda pemerintahanya. Selain itu, rakyat Indonesia dari dulu hingga sekarang masih belum merdeka. Sebab, lidahnya masih kelu, belum berani mengkritik negara-negara yang superpower. "Kita tidak berani melawan Amerika. Berarti kita masih di bawah bayang-bayang mereka. Ini tanda kita belum merdeka. Kebenaran dan keadilan juga belum benar-benar dilaksanakan. Kita kaya akan potensi negeri, seperti minyak bumi dan batu bara. Tapi sekitar 80 persen diambil dan dibawa orang luar. Sedangkan kita hanya mengelola sisanya," tegas Amien. Padahal, katanya, masyarakat Indonesia yang harus menanggung kehancuran ekologinya. Di samping itu, kebohongan masih merajalela. Setiap hari masyarakat disuguhi kebohongan-kebohongan yang sudah menjadi kebiasaan dan hobi. "Padahal Nabi memberi dua jalan, yakni tegakkan keadilan dan kebajikan," jelasnya. http://www.klik-galamedia.com/index.php?id=201202171053545 => http://albanduni.wordpress.com
<<image001.jpg>>
<<image002.jpg>>
