Wow! Situs Gunung Padang Berusia 109 Abad SM
*Nograhany Widhi K* - detikNews
 Senin, 05/03/2012 10:57 WIB
Browser anda tidak mendukung iFrame
        *Jakarta * Tim Bencana Katastropik Purba yang dibentuk Kantor Staf
Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, akhirnya melakukan
pengeboran situs megalitikum Gunung Padang yang terletak di Kabupaten
Cianjur, Jawa 
Barat<http://us.news.detik.com/read/2012/02/07/125158/1836159/10/gunung-padang-misteri-2500-sm>.
Hasilnya, usia situs Gunung Padang itu sekitar 109 abad alias 10.900 tahun
Sebelum Masehi (SM). Wow!

Hasil itu ditemukan setelah Tim Katastropik Purba melakukan pengeboran di
sekitar situs. Rencana pengeboran tersebut sebelumnya dipaparkan di depan
ratusan pecinta kepurbakalaan di Jakarta, 7 Februari 2012 lalu di depan
ilmuwan dari 5 benua serta puluhan anggota Ikatan Ahli Geologi Indonesia
(IAGI), demikian disampaikan Tim Katastropik Purba dari Stafsus Presiden
Bidang Bantuan Sosial dan Bencana dalam rilisnya.

Ada 2 titik pengeboran dalam situs itu. Bor 1 terletak di ujung selatan
Teras 2, bor 2 di samping selatan Teras 5 (lihat gambar, red).

Hasilnya, pada lubang bor 1, dari permukaan sampai kedalaman kira-kira 3
meter terdapat perlapisan susunan kolom andesit 10-40 cm (yang dibaringkan)
diselingi lapisan tanah. Sewaktu menembus 3 m Tim Katastropik Purba
mendapat *surprise* karena tiba-tiba *drilling loss circulation* dan bor
terjepit.

Yang dijumpai adalah lapisan pasir-kerakal Sungai (epiklastik) yang
berbutir *very well* rounded setebal sekitar 1 meter. Rupanya bidang tegas
yang terlihat pada Ground Penetrating Radar (GPR) itu di kedalaman 3-5
meter di semua Teras adalah batas dengan permukaan hamparan pasir ini.
Menurut salah satu anggota Tim Katastropik Purba, Dr Pon Purajatnika yang
ahli arsitek, boleh jadi hamparan pasir ini dimaksudkan sebagai peredam
guncangan gempa.

Bagian di bawah kedalaman 4 meter yang ditembus bor ditemukan berupa selang
seling antara lapisan kolom andesit yang ditata dan lapisan tanah-lanau.
Lapisan kolom andesit yang ditata itu sebagian ditata horizontal dan
sebagian lagi miring. Hal tersebut sesuai dengan survei GPR yang
memperlihatkan bahwa perlapisan ada yang horizontal dan ada yang miring.

Baru pada kedalaman sekitar 19 meter bor menembus tubuh andesit yang
kelihatannya massif tapi penuh dengan *fractures* sampai kedalaman sekitar
25 meter, sesuai dengan penampang geolistrik bahwa kelihatannya bor sudah
menembus lapisan merah yang terpancung itu.

"Banyak ditemukan serpihan karbon, di antaranya ditemukan di kedalaman
sekitar 18 meter yang lebih menguatkan bahwa lapisan batuan dan tanah yang
ditembus bukan endapan gunung api alamiah tapi struktur bangunan," ujar
anggota Tim Katastropik Purba Dr Boediarto Ontowirjo yang juga periset di
Badan Penelitian dan Penerapan Teknologi (BPPT) ini.

Hasil bor 2, yang dilakukan persis di sebelah selatan Teras 5 menembus
tanah, yang seperti tanah urukan sampai kedalaman sekitar 7 meter. Kemudian
ketemu batuan andesit keras. Di kedalaman 8 meter terjadi hal mengejutkan.

*Total loss*, 40% air di drum langsung tersedot habis. Hal ini berlangsung
sampai kedalaman 10 meter. Kelihatannya bor menembus rongga yang diisi
pasir (kering) yang luarbiasa keseragamannya seperti hasil ayakan manusia.

Di bawahnya ketemu lagi dua rongga yang juga terisi pasir 'ayakan' itu
diselingi oleh 'tembok' andesit yang sepertinya lapuk. Pemboran berhenti di
kedalaman 15 meter.

Kemudian Tim Katastropik Purba mengambil sampel tanah dari 2 titik
pengeboran, masing-masing titik diambil 16 sampel. Sampel ini kemudian
diuji menggunakan radioisotop carbon C14 untuk mengetahui usianya (carbon
dating).

Tim Katastropik untuk menguji umur sisa arang,tumbuhan organik paleosoil
dengan carbon dating dengan alat Liquid Scintillation Counting (LSC).

Hasilnya sebagai berikut:
1. Sampel pertama diambil dari Teras 2 (titik bor 1) dengan kedalaman -3.5
meter dari permukaan tanah, hasilnya: 5.500 tahun plus minus 130 Before
Present (Sebelum Masehi/SM, red) (pMC= 51,40 +/-0,54)

2. Adapun HASIL TERBARU sampel kedua diambil dari Teras 5 (titik bor 2)
dengan kedalaman -8,1 meter sampai -10,1 meter dari permukaan tanah,
hasilnya: 11.060 tahun plus minus 140 tahun Before Present (Sebelum
Masehi/SM, red) (pMC= 26,24 +/- 0,40)

"Kalau dikonversikan ke umur kalender setara dengan 10 ribu SM," tutur
Boediarto.

*Catatan:*

pMC = percentage Measured Carbon
Persentasi unsur carbon C yang tersisa dari proses peluruhan tanah purba
paleo soil. Unsur carbon akan mulai meluruh begitu tumbuhan, hewan mati
tertimbun tanah/batu.
Untuk meluruh setengahnya, pMC = 50% diperlukan waktu 5.730 tahun.


* (nwk/nrl)
http://us.news.detik.com/read/2012/03/05/105715/1857803/10/wow-situs-gunung-padang-berusia-109-abad-sm
*

Kirim email ke