Lembaga Adat Keraton Galuh Pakuan Dideklarasikan Minggu, 18/03/2012 - 18:09
SUBANG, (PRLM).- Salah satu upaya mempertahankan nilai kearifan lokal budaya Sunda di Kabupaten Subang, Minggu (18/3), dideklarasikan Lembaga Adat Keraton Galuh Pakuan sebagai Gerakan Budaya resmi di Kabupaten Subang. Sebab saat ini budaya Sunda semakin tergerus oleh budaya asing, sekaligus memperkuat regenerasi nilai budaya Sunda kepada semua elemen masyarakat. "Saya miris dengan keadaan sekarang, budaya timur kita sendiri sudah jauh tergerus budaya asing. Mudah-mudahan dengan adanya deklarasi ini bisa meningkatkan kebanggan masyarakat Jawa Barat terhadap budaya Sunda," kata Iwan R Sulanjana selaku tokoh masyarakat Jabar yang juga Ketua DPP Partai Demokrat Jawa Barat seusai acara 'Perkuat Jati Diri dan Budaya Bangsa di Bumi Pertiwi' di wisma Karya Kabupaten Subang. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Puluhan Ormas, LSM, kaum adat dan Paguyuban di beberapa daerah Indonesia. Iwan mengatakan, apa yang telah dilakukan masyarat seni dan budaya di Kabupaten Subang diharapkan bisa menjangkau semua lapisan masyarakat Jawa Barat, tidak hanya kelompok tertentu saja. “Bangsa ini masih harus mencontoh bagaimana negara maju memperlakukan budayanya. Salah satunya perilaku bangsa Jepang, Korea dan India. Di negeri kita ini, banyak masyarakat Indonesia lebih peduli dan mencintai budaya barat. Kalo seperti ini terus, bagaimana bangsa ini bisa kenal dengan identitas aslinya?” ujarnya. Pendapat sama dikatakan pembina Lembaga adat Keraton Jabar, Rosa Rahmadjasa Mintardja. Dia berharap deklarasi tersebut bisa memperkuat regenerasi nilai budaya Sunda yang selama ini terus disosialisasi kepada semua elemen masyarakat. "Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini bukan hanya saja sebagai acara budaya rutin. Tapi bisa jadi momentum, menjaga dan mempertahankan nilai kearifan lokal Budaya Sunda," katanya. Sementara raja lembaga adat Galuh Pakuan, Evi Siviadi menyatakan, keberadaan lembaga adat Galuh Pakuan sebagai upaya mempertahankan falsafah Sunda harus mengikuti perkembangan zaman. “Banyak konsep Sunda yang selaras dengan perkembangan zaman. Namun sayangnya masyarakat Sunda kurang peduli dengan warisan leluhur," ujarnya. (A-116/A-108)*** Web: http://www.pikiran-rakyat.com/node/181162
