SOREANG, (PRLM).- Candi Bojongmenje, di Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek 
akan kembali dipugar, setelah sembilan tahun tidak tersentuh oleh pihak 
manapun. Saat ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Barat, Dinas 
Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kab. Bandung bersama Balai Pelestarian 
Peninggalan Purbakala (BP3) Serang tengah melakukan rekontruksi bangunan candi 
sebagai tahap awal pemugaran.
 
Kepala Seksi Pelestarian dan Pemanfaatan BP3 Serang Zakaria Kasimin mengatakan, 
pihaknya mencoba menyusun kembali Candi Bojongmenje dengan batu-batu yang ada 
saat pertama kali ditemukan. Namun, kendala dari rekonstruksi tersebut yakni 
ada sejumlah batu yang kondisinya telah retak dan rapuk.
 
"Hingga Kamis (22/3/12) kita akan melakukan rekonstruksi sebagai kegiatan studi 
teknis yang nantinya sampai ke tahap pemugaran. Rekonstruksi kali ini untuk 
mempermudah mengembalikan bangunan seperti sedia kala," ucapnya saat ditemui 
"PRLM", Rabu (21/3/12).
 
Menurut Zakaria, bentuk bangunan Candi Bojongmenje yang ada saat ini hanya 30 
persen dari total keseluruhan yang ada. Bisa dibilang hanya bagian kaki candi 
yang bisa disusun kembali.
 
"Saat ditemukan Candi Bojongmenje tinggal bagian bawah. Sekarang untuk bagian 
bawah tersebut sudah mencapai 70 persen di bagian timur kaki Candi," tuturnya.
 
Menurut dia, untuk sampai ke tahap pemugaran memerlukan berbagai kajian teknis. 
Salah satunya, kajian untuk berapa dana yang akan disiapkan dalam pembebasan 
tanah. Karena saat ini wilayah Candi Bojongmenje di sekitar tanah milik warga 
dan pabrik. (A-194/A-88)***http://www.pikiran-rakyat.com/


www.albanduni.wordpress.com  www.ahmadsahidin.wordpress.com

Kirim email ke