Penempatan Marinir AS di Darwin Ancam Kedaulatan RI

Rabu, 11/04/2012 - 20:10

JAKARTA, (PRLM).-Direktur Sabang Merauke Circle (SMC) Syahganda
Nainggolan menilai, penempatan 2500 pasukan Marinir Amerika Serikat di
Darwin, Australia berpotensi mengancam kedaulatan Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI), dengan lepasnya Papua. Oleh karena itu, dia
berharap pemerintah Indonesia bisa lebih berani dan tegas dalam
menyikapi hal itu.

"Indonesia dalam menjalankan politik bebas aktif, harus lebih berani
dan tegas, karena ini menjadi panutan dalam menjalankan politik
Internasionalnya seperti dilakukan Presiden Soekarno. Karena, politik
bebas aktif juga harus memiliki sikap untuk mengamankan kedaulatan
Indonesia," kata Syahganda saat diskusi tentang “Pangkalan Marinir AS
di Darwin, Ancaman Bagi Kedaulatan Indonesia?”, di Jakarta, Rabu
(11/4).

Menurut dia, dengan keberadaan pasukan marinir itu, AS bisa saja
mendukung kemerdekaan Papua agar bisa mengontrol Freeport. "Jadi kalau
kita tidak cepat bergerak, maka 2500 pasukan tentara AS bisa mendukung
Papua merdeka karena menurut informasi Organisasi Papua Merdeka (OPM)
didukung gereja-gereja di Àmerika,” kata Syahganda.

Dikatakan, untuk menjaga kepentingan Pemerintah Amerika Serikat, maka
tentu saja AS akan meningkatkan kekuatan dan keamanannya di sekitar
wilayah Indonesia, khususnya yang berbatasan dengan Papua.

Pemerintah AS sebelumnya menyatakan, penempatan pasukan Marinir AS di
Darwin adalah untuk menjaga kawasan di Asia dari ancaman China dan
Korea Utara. Seharusnya, kata dia, AS menempatkan pasukannya di atas
wilayah Indonesia bukan malah di Australia yang lokasinya di bawah
Indonesia dan dekat dengan Papua.

“Jadi kalau Australia dan AS mengklaim bahwa mereka adalah bagian dari
Asia Pasifik dengan ikut mengamankan wilayah Àsia Pasifik, maka harus
diwaspadai terhadap wilayah kita. Karena pada dasarnya mereka
seolah-olah bersahabat dengan kita, tapi sebenarnya mereka adalah
negara kolonialisme,” ujar Syahganda.

Dia menduga penempatan Marinir AS di Darwin untuk menjaga rencana
renegosiasi kontrak karya antara Indonesia dengan Freeport “Jadi
dengan adanya renegosiasi kontrak karya antara Indonesia dengan
Freeport, maka menurut saya hal tersebut yang melatarbelakangi
menempatkan pasukan AS di Australia,” katanya.

Syahganda juga menjelaskan, keberadaan pasukan AS di Darwin tersebut
juga dikarenakan banyaknya desakan kepada pemerintah Indonesia untuk
merenegosiasi kontrak karya Freeport oleh para aktivis dan tokoh-tokoh
di Indonesia atas gejolak konflik di tanah Papua beberapa waktu lalu.

“Banyaknya protes soal renegosiasi kontrak yang selalu diteriakkan
oleh para tokoh Indonesia maka itu menjadi kekhawatiran bagi AS itu
sendiri,” paparnya.

Dia menyarankan agar Indonesia mampu memunculkan tokoh seperti
Soekarno kalau Indonesia mau aman. "Karena politik bebas aktif itu
bukan tidak punya sikap. Soekarno menegaskan bahwa ‘go to hell with
your aid’ terhadap AS. Jadi harus ada pemimpin yang tegas terhadap
sikap politik luar negeri kita,” ujarnya. (A-78/A-89)***


------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke