pecak sabeulah teu bisa dipercaya

--- In [email protected], Ahsa <ahmadsahidin@...> wrote:
>
> Respon Fatwa Konyol Mufti Wahabi
> Islam Times- Seorang penulis asal Saudi Arabia, Turki al-Hamad dalam 
> mengomentari fatwa tersebut menanyakan, "Bagaimana jika mereka memperlakukan 
> kita seperti ini, kemudian menghancurkan masjid-masjid kita di Amerika dan 
> Eropa? Apa sikap kita? Menghukum mereka?" 
> 
> Dikeluarkannya sebuah fatwa baru oleh Mufti Takfiri Wahabi Saudi Arabia, 
> adalah amunisi baru buat ekstremis Wahabi untuk mengencangkan brutalitas dan 
> mendistorsi wajah Islam di dunia. Selain itu fatwa tersebut semakin mendorong 
> kebencian dan kemarahan umat Kristen di seluruh dunia kepada umat Islam.
> 
> Pada 9 Maret lalu, Mufti kerajaan Arab Saudi, Abdul Aziz bin Abdullah Al 
> al-Sheikh, mengeluarkan fatwa baru bahwa "adalah hukumnya wajib untuk 
> menghancurkan semua gereja di Semenanjung Arab". 
> 
> Para syekh Wahabi, yang mewakili otoritas keagamaan tertinggi di Arab Saudi, 
> memutuskan, bahwa Jazirah Arab hanya tunduk kepada hukum agama Islam dan 
> membiarkan keberadaan gereja-gereja di beberapa negara di wilayah ini adalah 
> pengakuan akan kebenaran agama-agama ini.
> 
> Jelas, fatwa tersebut memicu gelombang kekhawatiran di kalangan minoritas 
> Kristen yang tinggal di Jazirah Arab, terutama Arab Saudi, Yaman, Oman, dan 
> Kuwait.
> 
> Berikut dibawah ini adalah tanggapan beberapa ulama, penulis dan organisasi 
> dunia Islam dan Kristen dalam merespon fatwa ulama Wahabi Takfiri tersebut.
> 
> Seorang penulis asal Saudi Arabia, Turki al-Hamad dalam mengomentari fatwa 
> tersebut menanyakan, "Bagaimana jika mereka memperlakukan kita seperti ini, 
> kemudian menghancurkan masjid-masjid kita di Amerika dan Eropa? Apa sikap 
> kita? Menghukum mereka?" Al-Hamad menambahkan, "Berapa banyak lagi yang kita 
> butuhkan dari sebuah wacana agama dan politik baru di negeri ini? Wacana 
> agama yang saling menghormati keyakinan orang lain dan wacana politik yang 
> menerima perbedaan dalam masyarakat."
> 
> Guru Besar Universitas Al-Azhar, Dr Ahmed karimah, juga mengutuk fatwa Sheikh 
> Saudi dan mengatakan, "Alangkah baiknya jika mufti Saudi tersebut 
> mengeluarkan fatwa melawan penjajah AS di Negeri Muslim daripada mengeluarkan 
> fatwa penghancuran gereja-gereja Kristen."
> 
> "Beberapa penduduk negara-negara Arab adalah pemeluk Kristen, jadi bagaimana 
> bisa mereka tidak dapat memiliki tempat ibadah?", tanyanya.
> 
> "Menurut Alquran yang suci, masjid adalah tempat di mana nama Allah 
> dikumandangkan, Gereja juga adalah tempat di mana nama Allah dikumandangkan, 
> oleh karena itu mereka harus dihormati" tambahnya.
> 
> Seorang aktivis hak asasi manusia, Dr Najib Jibril, menyebut bahwa fatwa 
> Abdul Aziz adalah sebuah keputusan rasis dan berkata, "Fatwa dari Sheikh 
> bertentangan dengan dialog antar agama, wilayah Islam selalu aman untuk semua 
> agama, dan Fatwa tersebut adalah rasis terhadap agama lain". Kemudian ia 
> mendesak kepada segenap organisasi Islam termasuk Al-Azhar untuk melarang 
> fatwa rasis seperti itu.
> 
> Majmak Ahlul Bait (Alul Bayt World Assembly) juga mengutuk keras fatwa Syekh 
> Abdul Aziz dan berkata, "Fatwa semacam ini, yang dikeluarkan oleh ulama Saudi 
> adalah ungkapan realitas kerajaan Arab Saudi dan identitas Wahabisme yang 
> menunjukkan dengan jelas bahwa mereka bukan wakil Islam yang sebenarnya".
> 
> Gereja Keuskupan Eropa Eropa juga mengutuk fatwa tersebut.
> 
> Dewan Uskup Kristen di Jerman, Austria dan Rusia juga mengkritik tajam. Dalam 
> pernyataan terpisah yang dirilis pada hari Jumat 23/03/12, uskup Katolik Roma 
> di Jerman dan Austria mengutuk keras putusan fatwa Grand Mufti Sheikh 
> Abdulaziz Al al-Syaikh dan dianggap sebagai bentuk pengingkaran atas hak 
> asasi manusia dan tidak dapat diterima oleh jutaan pekerja asing di kawasan 
> Teluk.
> 
> Uskup Agung Yegoryevsk, kepala departemen Ortodoks Rusia untuk gereja-gereja 
> di luar negeri, menyebutkan fatwa tersebut "mengkhawatirkan". 
> 
> Uskup Agung Robert Zollitsch, ketua Konferensi Uskup Jerman, mengatakan, 
> putusan Sheikh Abdulaziz tidak menunjukkan penghormatan terhadap kebebasan 
> beragama. "Ini akan menjadi sebuah tamparan di wajah orang-orang Kristen jika 
> beberapa gereja mereka dihancurkan," katanya.
> 
> Pada hari Jumat, Dewan Uskup Austria juga mengutuk keras atas fatwa yang 
> dibuat oleh mufti Kerajaan Arab Saudi Abdul Aziz bin Abdullah Al al-Sheikh.
> 
> Dalam rilis pers yang dikeluarkan pada akhir pertemuan di Tainach, selatan 
> Austria, Dewan uskup Austria berkata, "Bagi kami sebagai uskup, deklarasi 
> model seperti ini benar-benar tidak dapat diterima dan dimengerti, ketika 
> pada saat yang sama ada sejumlah inisiatif untuk dialog antar agama di 
> Jazirah Arab".
> 
> Para uskup Austria mengatakan bahwa deklarasi jenis ini tidak hanya mengancam 
> orang-orang Kristen di Semenanjung Arab, tetapi juga seluruh dunia. Dewan 
> Uskup menambahkan, "Dalam situasi seperti yang kita lewati hari-hari ini, 
> ketika revolusi Arab menyebabkan gangguan di seluruh wilayah, deklarasi model 
> ini tidak akan membantu orang."
> 
> Kantor Berita Austria mengumumkan bahwa pada Jumat lalu, para uskup Jerman 
> yang diwakili oleh Uskup Robert Zollitsch, juga mengutuk fatwa untuk 
> menghancurkan gereja-gereja di Semenanjung Arab.
> 
> Pada Oktober tahun lalu, Austria dan Arab Saudi membuka pusat dialog antar 
> agama di Wina. Dan kritikan dari Austria datang karena fatwa tersebut keluar 
> dari negara inisiator Dialog Antar Agama, Arab Saudi, yang mendanai dan 
> mengatur ideologi ekstremis Wahabi. Sementara itu, Nuncio Apostolik di Kuwait 
> menyatakan fatwa tersebut adalah "kejutan besar" dimana ada kewajiban agama 
> untuk menghancurkan semua gereja di Semenanjung Arab.
> 
> Tiga Puluh Gereja Melayani Tiga Juta Pemeluk Kristen di Teluk
> 
> Diperkirakan, saat ini jumlah penduduk di negara-negara Dewan Kerjasama Teluk 
> mencapai hampir 46.800.000 orang, dan di antaranya 13 juta adalah imigran, 
> sementara antara 20% adalah pemeluk Kristen, ini berarti ada sekitar tiga 
> juta orang Kristen hidup di Teluk. Mereka tersebar di enam negara, bahkan 
> jumlah terbesarnya ditemukan di Arab Saudi, dimana disana tidak ada gereja 
> sama sekali atau non-Islam yang memiliki tempat ibadah. Betul-betul 
> diskriminatif!.
> 
> Umat Kristen dari Teluk kebanyakan adalah blasteran dari Arab, Asia, dan 
> Eropa dan jumlah ini tidak termasuk Hindu, Budha, atau Sikh. Ini hanya 
> mencakup Ortodoks, Katolik, dan Protestans, dengan mayoritasnya adalah 
> Koptik. 
> 
> Apakah mufti Saudi Arabia yang Wahabi dengan fatwa tersebut akan membantai 
> tiga juta pemeluk agama minoritas? Apakah ekstrimis Wahabi Saudi Arabia akan 
> menjadikan negara Teluk sebagai lautan darah manusia?. [Islam 
> Times/on/berbagai sumber] http://www.islamtimes.org/vdchk6nzi23nk-d.yrt2.html
>  
> www.ahmadsahidin.wordpress.com
>




------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke